<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:::: almascatie :::: &#187; Maluku</title>
	<atom:link href="http://almascatie.com/tag/maluku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almascatie.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 17:13:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tradisi Cuci Negeri Soya</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 15:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Baileo]]></category>
		<category><![CDATA[Cuci Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Gandong]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Pela]]></category>
		<category><![CDATA[Rehatta]]></category>
		<category><![CDATA[Rulimena]]></category>
		<category><![CDATA[Saleman]]></category>
		<category><![CDATA[Samasuru]]></category>
		<category><![CDATA[Sirimau]]></category>
		<category><![CDATA[Teong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1350</guid>
		<description><![CDATA[Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/' addthis:title='Tradisi Cuci Negeri Soya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1352" title="IMG_3681" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/1-Lambang-Soya.jpg"><br />
</a><span>Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso merah di leher bergerombol di teras-teras rumah menanti rangkaian prosesi Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak hari sebelumnya. Suasana sepi sedikit terasa dan sesekali bunyi tifa dan gong terdengar dari sudut-sudut desa, tak menunggu lama kami lansung bergegas menuju ujung desa mengikuti beberapa orang Mata Ina (ibu-ibu) yang berjalan perlahan-lahan, sesekali kami berteduh di pinggiran rumah di sepanjang jalan sekedar menanti hujan reda, meski memakai jaket hujan tapi camera dan hp setidaknya mesti diselamatkan.</span> <span id="more-1350"></span><span>Di ujung desa sudah terlihat keramaian, beberapa Mata Ina sudah berdiri di tengah jalan meski hujan masih turun dengan deras namun tidak diperdulikan oleh mereka, tak begitu lama bunyi tabuhan tifa yang mengikuti nada-nada tertentu sudah terdengar di selingin tiupan kuli bia (siput), suara koor nyanyian Suhat (lagu pujian) seperti membawa suasana yang sakral begitu terasa. Dari sudut kampung muncullah dua bendera yang dibawa oleh dua orang lelaki muda, bendera merah putih dan satu bendera berwarna merah diikuti oleh sekumpulan orang laki-laki yang berasal dari Rumah Tau tertentu (Soa Pera) mulai muncul, rombongan ini sejak hari sebelumnya sudah naik ke puncak gunung Sirimau untuk melakukan prosesi Adat di sana. Di ujung desa Soya yang disebut Rulimena, Proses penyambutan oleh salah satu Tua Adat dari Soa Erang (Teong Rulimena marga Soplanit) memulai Pasawari (kata-kata penyambutan) terhadap rombongan ini yang kemudian di jamu sirih pinang, rokok serta sopi.</p>
<p>Rasa penasaran saya sejak dulu sampai sekarang pada kalimat Pasawari ini adalah sebuah ucapan yang menyebut gelar dari Raja Soya I yang paling terkenal yakni Latu Selemau dan bergelar <em><strong>LATU SELEMAU AGAM RADEN MAS SULTAN LABU INANG MOJOPAHIT, </strong></em>gelar ini didapat oleh raja Soya karena hubungan dagang dan perkawinan, namun catatan tentang hubungan Soya dan Majapahit ini sungguh sedikit bahkan boleh dibilang tidak ada sama sekali padahal rasa penasaran untuk mengetahui lebih banyak tentang hubungan itu bagi saya menarik sekali.</span></p>
<div id="attachment_1354" class="wp-caption aligncenter" style="width: 448px"><img class="size-full wp-image-1354" title="IMG_3700" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3700.jpg" alt="" width="438" height="282" /><p class="wp-caption-text">Rombongan</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1355" class="wp-caption aligncenter" style="width: 428px"><img class="size-full wp-image-1355" title="IMG_3728" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3728.jpg" alt="" width="418" height="262" /><p class="wp-caption-text">Pasawari di Rulimena </p></div>
<p><span>Setelah penyambutan di Rulimena, rombongan ini kemudian menuju Baileo Samasuru untuk melakukan upcara lanjutnya, Baileo samasuru yang berbentuk lapangan ini terasa sangat sederhana, di kebanyakan desa di maluku, baileo adalah sebentuk rumah namun di Negeri Soya baileo ini hanyalah berbentuk lapangan, di dalam baileo sudah terlihat puluhan ibu-ibu yang disebut Mata Ina menari mengikuti tabuhan tifa sambil melambaikan daun gadihu di tangan. Setelah itu beberapa mata ina dan laki-laki meninggalkan baileo negeri untuk mmenjemput Raja Soya di Rumah Raja yang berada di Samping Gereja Tua negeri ini.</span></p>
<p><span>Mendekati rumah raja saya sempat terhenyak sebentar ketika menatap beberapa pemuda di pinggir rumah raja, ketika melihat mereka saya menemukan sebuah keanehan pada ikat kepala mereka yang berbeda dengan pemuda-pemuda soya seperti saya lihat sebelumnya, ikat kepala beberapa pemuda ini seperti ikat kepala Suku Huaulu di Seram Utara yang sempat saya lihat di perjalanan ke Desa Sawai beberapa saat lalu, saya sedikit bisa membedakan karena pernah melihat cara ikat kepala Suku Nuaulu di Seram Selatan. Pertanyaan itu makin bertambah ketika saya melongok ke dalam rumah raja, terlhat beberapa wanita berkerudung dan beberpa lelaki berpakain putih memakai ikat kepala yang sama juga, pikiran saya pun lansung mengingat apakah mereka adalah warga batu merah yang mungkin pela dari negeri Soya ini, saat Raja Soya yang dikawal dua mata Ina keluar di belakang beliau terdapat seorang raja juga yang pada akhirnya saya tau itu adalah raja Salemang yang merupakan Gandong dari Negeri Soya, hubungan Gandong antara Negeri Soya dan Negeri Saleman di pulau seram utara masih tetangga desa dengan Sawai itu adalah Gandong Adik, dimana Soya merupakan Kakak dari Negeri Salemang.</span></p>
<p><span>Dan dengan kehadiran Raja Saleman beserta saniri Salemang adalah pertama kalinya sejak perpindahan leluhur orang-ornag Soya dari Pulau Seram menuju Pulau Ambon untuk bertempat tinggal, hal ini menjadi sejarah tersendiri bagi warga soya dalam membangun hubungan “Gandong” dengan keluarga mereka di Pulau Seram sana. </span></p>
<p><span>Di Baileo Samasuru beberapa rangkaian acara, dengan diiringi tabuhan tifa dan gong, Beberapa Mata Ina dari Negeri Soya dan Salemang kemudian membersihkan Baileo Samasuru menggunakan Sapu Lidi dan Gadihu sebagai simbol selesainya upacara cuci Negeri, kemudia dilanjutkan dengan Titah Raja kepada warga Desa Soya yang bisa disebut sebagai pidato tahunan dari Raja Soya, pembacaan Kapata-kapata oleh tetua Adat Soya, kapata berbahasa tanah ini secara garis besar adalah permohonan doa untuk kebaikan Negeri Soya. Rangkaian acara ini ditutup dengan Nyanyian Suhat dan jamuan Anggur Persaudaraan.</span></p>
<div id="attachment_1356" class="wp-caption aligncenter" style="width: 461px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg"><img class="size-full wp-image-1356" title="IMG_3683" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg" alt="" width="451" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Baileo Samasuru</p></div>
<div id="attachment_1357" class="wp-caption aligncenter" style="width: 354px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg"><img class="size-full wp-image-1357" title="IMG_3849" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg" alt="" width="344" height="455" /></a><p class="wp-caption-text">Penjemputan Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<div id="attachment_1358" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1358" title="IMG_3929" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3929.jpg" alt="" width="450" height="286" /><p class="wp-caption-text">Tarian Cakalele Mata Ina Soya - Saleman</p></div>
<div id="attachment_1359" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1359" title="IMG_3939" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3939.jpg" alt="" width="450" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gandong Negeri Soya dari Saleman</p></div>
<div id="attachment_1361" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1361" title="IMG_4085" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4085.jpg" alt="" width="400" height="600" /><p class="wp-caption-text">Ucapan Kapata oleh tetua desa di buka oleh tiupan Kuli Bia</p></div>
<div id="attachment_1362" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-1362" title="IMG_4035" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4035.jpg" alt="" width="350" height="555" /><p class="wp-caption-text">Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<p><span>Kegiatan Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak turun temurun ini rupanya tidak hanya sekedar bernilai sebuah upacara tradisional tapi memiliki banyak pengertian bagi warga Soya, antara lain: bagaimana menjaga persatuan, musyawarah, gotong royong, kebersihan, dan toleransi diantara warga desa soya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang harus tetap dijaga sampai saat ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>PS. Foto punya teman2, saya dapat bagian nulis2 dan ngetwit sahaja =_= T_T</span></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/' addthis:title='Tradisi Cuci Negeri Soya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selangit Biru Sehembus Nafas</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/07/selangit-biru-sehembus-nafas/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/07/selangit-biru-sehembus-nafas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 17:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Losari]]></category>
		<category><![CDATA[Photo Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Ambon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Kitalah yang telah menggiring rembulan Ke pantai ini dalam dekapan selangit biru Basah di matamu wangi gelombang Mengirimkan kepasrahan, sehembus nafas Di batas pasir sambil menari Kita saling menitipkan harapan untuk kembali Membawa rindu dari cerukan paling tubir Kau rembulanku dekaplah penuh asinku seluruh Saling menggantung lingkar tanganmu di bahuku syahdu Sudah larut sayang mari [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/07/selangit-biru-sehembus-nafas/' addthis:title='Selangit Biru Sehembus Nafas '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1151" title="rembulan di teluk ambon" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/07/rembulan-di-teluk-ambon.jpg" alt="" width="516" height="280" /></p>
<p style="text-align: center;">Kitalah yang telah menggiring rembulan<br />
Ke pantai ini dalam dekapan selangit biru<br />
Basah di matamu wangi gelombang<br />
Mengirimkan kepasrahan, sehembus nafas</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-1150"></span></p>
<p style="text-align: center;">Di batas pasir sambil menari<br />
Kita saling menitipkan harapan untuk kembali<br />
Membawa rindu dari cerukan paling tubir<br />
Kau rembulanku dekaplah penuh asinku seluruh</p>
<p style="text-align: center;">Saling menggantung lingkar tanganmu di bahuku syahdu<br />
Sudah larut sayang mari kita pulang<br />
Tautkan semua pada mimpi<br />
Besok janji kembali lagi.</p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>note :</em> Photo Teluk Ambon dari pantai losari kala bulan purnama. hormat!</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/07/selangit-biru-sehembus-nafas/' addthis:title='Selangit Biru Sehembus Nafas '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/07/selangit-biru-sehembus-nafas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 04:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[pilkot kota ambon]]></category>
		<category><![CDATA[upulatu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[Om Richard &#38; Om Sam Latuconsina yang terhormat, ini surat pertama dan semoga bukan yang terakhir saya tulis buat om berdua. meski ga ingin nulis juga tapi rasanya ga enak kalo tidak dikeluarin apa yang melintas dipikiran terus menerus beberapa waktu ini. Om berdua, saya pernah membaca sebuah surat terbuka kolumnis Art Buchwald  ketika Richard [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/' addthis:title='Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/17345_313896839014_642504014_3409235_7020364_n.jpg"></p>
<p>Om Richard &amp; Om Sam Latuconsina yang terhormat, ini surat pertama dan semoga bukan yang terakhir saya tulis buat om berdua. meski ga ingin nulis juga tapi rasanya ga enak kalo tidak dikeluarin apa yang melintas dipikiran terus menerus beberapa waktu ini. Om berdua, saya pernah membaca sebuah surat terbuka kolumnis Art Buchwald  ketika Richard Nixon menjadi Presiden Amerika Serikat. Buchwald mengatakan, &#8221;<em>Pak Presiden, dengan surat ini saya ingin menyampaikan kepada Anda bagaimana cara memimpin negara. Berbahagialah Anda karena saya tidak memungut biaya sama sekali untuk nasihat yang saya berikan, sebab saya merasa bahwa sudah menjadi tugas saya sebagai warga negara untuk membantu Presiden mengatasi pelbagai masalah yang muncul hari ini</em>.&#8221;</p>
<p><span id="more-1108"></span></p>
<p>Saya bukan Art Buchwald, saya bukan kolumnis hebat yang setiap tulisannya ditunggu oleh ribuan orang pembacanya yang mengidolakan dia. Saya hanyalah salah satu diantara penghuni kota Ambon ditandai dengan KTP sebagai syarat untuk menetap di sebuah kota dalam negara ini. Meski di pemilihan kemaren saya ga mencoblos Om berdua, bukan apa2 hanya karena saya tidak mendapat undangan untuk memilih saat pemilihan itu. *curcol* akan tetapi saya sama juga dengan Art yang tidak memungut biaya atas surat ini, meski hanya ongkos ganti prangko karena surat ini sudah tentu tidak dikirim lewat pos.</p>
<p>Om Richard dan Om Sam, mumpung Om berdua masih belum sibuk karena masih menanti pelantikan menjadi Walikota dan Wakil walikota Ambon periode ini, sangat kebetulan sekali sehingga jelas Om berdua seperti kata2 iklan &#8220;fresh from the oven&#8221; alias masih hangat untuk memulai sesuatu, Saya tau program pembangunan kota ini mungkin sudah om berdua pikirkan sejak baru berniat mencalonkan diri, atau saat2 memulai kampanye atau bisa saja belum dipikirkan nanti apabila sudah sah baru mulai dipikirkan cara2 membangun kota ini lebih baik . Maaf saya ga membahas program &amp; janji2 yang disertakan saat kampanye kemaren. Akan tetapi untuk sedikit saran, saya meminta Om berdua melupakan asal beragam partai politik yang mendukung anda karena Om berdua sudah mendapatkan amanah untuk memipin negeri ini, Om berdua sudah bukan lagi utusan partai dan pengikutnya. Sekarang Om berdua adalah upulatu bagi warga kota ini. Baik dan buruknya kota ini ada ditangan anda. Beta memimpikan Om berdua menjadi seperti Pak Jokowi yang menjabat sebagai Walikota Solo yang dicintai oleh rakyatnya. Karena saat ini, pemimpin yang dicintai oleh rakyat dan mau berkorban untuk rakyat dengan ikhlas dan tulus sangatlah susah mesti bukan mustahil. Yang dilakukan Pak Jokowi di Pulau Jawa sana mungkin bisa kita ambil pelajarannya, seperti dikutip dibawah ini :</p>
<blockquote><p><em>Di bawah kepemimpinannya, kota Solo mengalami perubahan yang cukup pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto “Solo: The Spirit of Java“. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. &#8211; Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008“</em></p>
</blockquote>
<p>Jelas, saya tidak menuntut Om berdua untuk melakukan seperti pak Joko Wi di Pulau Jawa sana. Ambon dan Solo adalah dua kota berbeda yang butuh penanganan berbeda pula, tapi yang mungkin bisa diambil dari Pak Joko adalah beliau membangun Solo dengan cita rasa Solo, beliau tidak membangun Solo dengan impian modern tapi melupakan akar dimana beliau berpijak. Ambon pun setidaknya bisa membangun dengan cara seperti itu, mungkin saja terlihat kampungan akan tetapi dengan berpijak kepada akar untuk membangun sebuah kota maka pasti akan terasa lebih bermanfaat dari pada mengikuti setiap proyek prestesius tapi tidak dirasakan dampaknya kepada rakyat secara lansung, ada manfaatnya tapi nanti hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang saja.</p>
<p>Om Richard dan Om Sam,  Semua orang butuh pembangunan di negeri mereka untuk menjadikan semuanya lebih baik, akan tetapi pembangunan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat disitu juga. Apa jadinya pembangunan berbagai macam gedung2 mercusuar kalo orang ambon tidak bisa ikut menikmati, apa jadinya jika setiap pembangunan membuat orang ambon berdiri takisu dipinggir jalan jadi penonton, kebanggaan apa lagi yang bisa kami miliki jika semua yang ada dikintal kota ini milik orang lain.</p>
<p>Dulu pernah ada mimpi ambon cyber city, ada mimpi ambon water front city dan beragam mimpi yang hanya menjadi mimpi disetiap benak orang ambon, ketika bangun maka mimpi itu sudah tertindis oleh mimpi lain pula. Sekarang bagi beta sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk membangun ambon selain bekerja keras dan melakukan re-branding Ambon Manise, bagi beta, sebutan Ambon Manise itu masih bermakna dari dulu, sekarang dan sampai kapanpun juga. Ambon Manise bukanlah sebuah slogan kosong dari para calon wakil rakyat untuk membuai rakyat. Ambon manise adalah slogan dari hati orang ambon untuk orang ambon juga, didalam kata2 &#8220;Ambon manise&#8221; sudah mencakup berbagai hal untuk menjadikan Ambon lebih baik. Beberapa Contoh saja Ambon bisa manis jika filosofi &#8220;basudara&#8221; dipelihara terus-menerus dihati orang maluku. Dengan filosofi ini orang ambon selalu berperilaku ramah karena menganggap semua orang adalah saudara, sehingga bisa saja setiap konflik2 kecil yang muncul akan tetapi membesar di media yang menjadikan Ambon seperti kota konflik menjadi semakin hilang.</p>
<p>Mungkin Filosofi &#8220;kintal&#8221; bikin kota ini menjadi lebih indah &amp; bersih karena semua orang menganggap kota ini adalah kintal mereka, dan &#8220;beta pung kintal&#8221; adalah perasaan memiliki dan menjaga yang sangat besar artinya bagi orang ambon sehingga semua orang ingin menjaga dan membangun apa yang dimiliki oleh mereka tanpa terpaksa. Dan masih ada banyak kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat kita gunakan untuk membangun Ambon lebih baik dan tidak ketinggalan jaman, orang tatua dolo saja sudah bilang Lawamena Haulala alias maju terus pantang mundur. Orang tatua pasti tidak ingin ambon menjadi terbelakang, orang tatua pasti ingin cucu-cucunya maju dalam segala hal dan kenapa harus kita sampingkan? Jelasnya masih banyak local wisdom yang bisa digunakan untuk membangun kota ini selain teori2 pembangunan kelas kakap dari luar.</p>
<p>Om Richard &amp; Om Sam, Jika beberapa saat lalu ambon masih dibebani dengan peninggalan konflik itu, maka sudah saatnya untuk membangun kota ini tanpa memikirkan soal itu lagi, sudah cukup lama ambon mendapat stigma &#8220;kota konflik&#8221;  maka sekarang adalah awal yang paling baik untuk membangun ambon. Di tangan om berdua yang pasti sangat gaco dan memahami isi kota ini. Ada sebuah kutipan di Amerika <em>&#8220;Roosevelt memberi bukti bahwa orang bisa menjadi presiden seumur hidup; Truman memberi bukti bahwa semua orang bisa menjadi presiden; dan Eisenhower memberi bukti bahwa kita tidak memerlukan presiden.</em>&#8221; dan pertanyaan terakhir Om Richard dan Om Sam akan memberi bukti apa?</p>
<p>Horomate.</p>
<p>ttd.</p>
<p>Almascatie</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[<em>Richard Louhenapessy &amp; M.A.S Latuconsina adalah Walikota &amp; Wakil Walikota terpilih periode 2011-2016 dengan perolehan suara 23,91 %, akan tetapi golput dikota ini mencapai 36,71 % sumber : pilkadaambon.co.cc</em>]</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/' addthis:title='Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan &#8220;Kerus*han Ambon&#8221; di Google</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 17:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandangan Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Lenso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[Kota yang terkenal dengan nama Ambon Manise dari atas Gunung Nona 12 Tahun lalu tragedi kemanusiaan telah memporak-porandakan Kota Ambon, namun tidak hanya kota kecil ini hampir keseluruhan Propinsi di Maluku kena imbas dari kerus*han itu. Tragedi itu tidak hanya tertanam dan melukai benak dan hati orang Maluku, tapi boleh tanyakan kepada setiap orang Indonesia [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/' addthis:title='Melawan &#8220;Kerus*han Ambon&#8221; di Google '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/ambon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-882" title="ambon" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/ambon.jpg" alt="" width="536" height="293" /></a><br />
Kota yang terkenal dengan nama Ambon Manise dari atas Gunung Nona</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-880"></span></p>
<p>12 Tahun lalu tragedi kemanusiaan telah memporak-porandakan Kota Ambon, namun tidak hanya kota kecil ini hampir keseluruhan Propinsi di Maluku kena imbas dari kerus*han itu. Tragedi itu tidak hanya tertanam dan melukai benak dan hati orang Maluku, tapi boleh tanyakan kepada setiap orang Indonesia tentang Ambon atau Maluku, maka yang teringat adalah kerus*han tersebut. Tak terhindari, cap sebagai daerah yang tak pernah &#8220;Aman&#8221;, Daerah yang identik dengan kerus*han, daerah yang&#8230; ah berderet2 lah, barometer berita terbesar sudah pasti Media, karena media *maaf* mungkin lebih banyak menyoroti tentang &#8220;kerus*han&#8221; dan hal-hal kekerasan tentang Kota Ambon ini.</p>
<p>Tapi saya percaya, tidak semua orang percaya hal diatas, banyak orang yang percaya Ambon itu lebih indah seperti dulu, seperti Pulau Banda yang masih dan akan terus terkenal sampai kiamat (semoga) dan tempat2 lain yang tak kalah indahnya. Dan dengan pemahaman yang lebih jauh lagi, Insya Allah, stempel tentang &#8220;kerus*han&#8221; daerah yang tak Aman akan hilang dengan sendirinya, orang ambon akan menunjukkan kepada dunia tentang arti &#8220;Ambon Manise&#8221; itu. Yang dulu takut ke Ambon karena takut, maka sekarang udah pasti tidak bisa tidur karena belom menginjakkan kaki dan menhirup udara Ambon.</p>
<p>Nah berhubungan dengan diatas, saya sampai sekarang masih sedih jika melakukan pencarian di Google, <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' />  baik diweb atau dengan metode Image dengan Keyword : &#8220;Ambon&#8221;, bagaimana tidak pada pencarian di google web atau image masih ada web-web yang berisi konten &#8220;kerus*han&#8221; nongol di halaman 1 sampai seterusnya, tak banyak memang, tapi sudah cukup untuk memberikan gambaran bahwa Ambon masih berbau kekerasan. Tapi hal itu tidak termasuk ketika melakukan pencarian dengan keyword &#8220;Maluku&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-887" title="Untitled-2" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-2.jpg" alt="" width="543" height="400" /></a><br />
<em>Hasil Pencarian &#8220;Ambon&#8221; dengan Google Web</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-881" title="Untitled-1" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-1.jpg" alt="" width="518" height="380" /></a><br />
<em>Hasil Pencarian &#8220;Ambon&#8221; dengan Google Image</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
<p>Para permain CEO pasti mengerti mengenai metode pencarian di mesin Google, hukum tentang sebuah web untuk tetap nangkring di pejwan google seperti Lokasi, Frekwensi dari Meta Keyword, Link, Click Through, dan lain-lain pasti dipahami dengan baik. Dengan teknik begitu pula maka bisa dipahami jika selama 8 tahun konten-konten berisi &#8220;kerus*han Ambon&#8221; &#8220;Tragedi Ambon&#8221; membanjiri internet. Maka jangan heran jika tanda-tanda kerus*han itu masih ada di Google web ataupun google image.</p>
<p>Ini adalah tantangan dan tugas semua orang Maluku yang mengerti dan memahami Internet untuk melawan &#8220;kerus*han Ambon* menghilangkan dan mendorong semua hal tentang &#8220;kerus*han &amp; tragedi&#8221; itu ke halaman paling akhir di Google, sehingga yang nampang di halaman pertama google adalah konten2 positif tentang Ambon/Maluku saja untuk melawan kerus*han itu di dunia maya, bukankah di dunia nyata saja kita mampu untuk melawan dan melupakan tragedi yang telah memberikan pelajaran bagi kita? bahkan provokator-provokator yang masih berkeliaran disekitar kita pun mulai kecapekan untuk menghasut orang-orang Maluku agar kembali ke tragedi itu, itu adalah kemenangan terbesar kita dan sekarang mari kita mengalihkan pandangan itu ke dunia internet, pertama dan sudah pasti ke Google, karena dia kalo boleh dibilang Tuhan di internet sekarang ini. Bagaimana caranya ? <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /><br />
<em><strong>1. Buat blog, inget blog! bukan facebook!</strong></em><br />
buatlah sebuah blog, dimana saja entah dagdigdug, blogdetik, kompasiana, blogspot, wordpress ataupun politikana. dll. lalu tulislah hal-hal yang positif tentang Maluku/Ambon. Kenapa tidak facebook? karena sampai saat ini, setau sayah artikel2 yang ada di facebook, photo-photo dan apapun konten yang ada di Facebook tak di index sama google atau mesin pencari.<br />
<em><strong>2. Masukkan gambar tentang Ambon</strong></em>, tak perlu dari kamera yang bagus, Hp, pocket, scan, bahkan lukisan sendiri pun tak apalah yang penting adalah gambar-gambar tidak termasuk dalam kekerasan atau pun tentang hal-hal negatif.<br />
<em><strong>3. Beri judul yang ada kata-kata &#8220;Ambon, Ambon Manise, Maluku&#8221; dll</strong></em>.<br />
<em><strong>4. Buat kategori : Ambon, Kota Ambon, Maluku. dll.</strong></em><br />
<em><strong>5. Buat Tag : Ambon, Kota Ambon, Maluku, dll.</strong></em><br />
<em><strong>6. Bagaimana dengan twitter? </strong></em> bisa juga lewat twitter, tapi yang paling efektif adalah dengan Blog, karena dengan blog bisa ditampung segalanya, lagian twit kalo ga salah pada angka twit kesekian telah terhapus, sedang blog bisa permanen selamanya. (bagi yang gratisan) kalo yang berbayar maka berdoalah yang punya blog selalu punya duit untuk terus membayar blognya kayak saya begini *halah*<br />
</strong></em></p>
<p>Percayalah! Poin 3 sampai 5 sangat berpengaruh sekali dengan hasil pencarian, apalagi judul sebuah posting sangat cepat sekali di Index oleh google dan siapa tau blog atau situs anda menjadi nongol di halaman 1 google untuk keyword &#8220;Ambon&#8221;.</p>
<p>Dan sebenarnya setelah menulis semua sampai di poin2 ini, saya pun baru sadar bahwa dengan menuliskan kata &#8220;kerusuhan&#8221; ambon secara lengkap begini, membuat saya termasuk dalam salah satu penyumbang terbesar hasil pencarian google itu. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />  *getok kepala sendiri* jadi mulai dari posting ini , setiap kata kerusuhan akan diganti dengan &#8220;kerus*han Ambon&#8221; sehingga mesin pencari google kebingunan untuk nyari dan hanya me-index kata &#8220;ambon&#8221; *tertawa licik* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seiring dengan hal itu, para pembaca yang terhormat dimana saja *halah belaga kayak pembacanya ribuan orang* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  mohon dimaafkan juga kalo sayah sering mengupload gambar banyak-banyak dan menempatkannya memenuhi halaman tanpa menggunakan plugin photo gallery, karena hanya ingin lebih banyak lagi memasukkan konten2 positif tentang Ambon dan keindahannya diinternet, serta mendorong kerus*han kehalaman penutup dari mesin pencari Google dengan keyword &#8220;Ambon&#8221; <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Bukankah Ambon itu Indah?</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/morella.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-891" title="morella" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/morella.jpg" alt="" width="530" height="353" /></a><br />
<em>&#8220;Mandi aer masing&#8221; Lokasi : Desa Morella Pulau Ambon Foto : Mas Adryan</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/pattimura-patung.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-892" title="pattimura patung" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/pattimura-patung.jpg" alt="" width="538" height="358" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Sebuah Sudut di Pattimura Park Photo By Mas Adrian</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/christina.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-893" title="christina" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/christina.jpg" alt="" width="525" height="350" /></a><br />
<em>Christina Tetelepta si Nona Ambon dengan konde bunga rong &amp; baju kabaya menari tari lenso Photo by Mas Adryan.</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/senja.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-894" title="senja" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/senja.jpg" alt="" width="535" height="336" /></a><br />
<em>Langit Senja dari Tanjung Batumerah Kota Ambon. Manis ga? Photo by Almascatie</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/183948_10150116639324015_642504014_6321151_2637961_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-895" title="183948_10150116639324015_642504014_6321151_2637961_n" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/183948_10150116639324015_642504014_6321151_2637961_n.jpg" alt="" width="540" height="373" /></a><br />
<em>&#8220;Pattimura Muda&#8221; senja suatu hari di Pattimura Park, Kota Ambon</em>Photo by Almascatie</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/180579_10150098901519015_642504014_6123284_3069003_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-899" title="180579_10150098901519015_642504014_6123284_3069003_n" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/180579_10150098901519015_642504014_6123284_3069003_n.jpg" alt="" width="450" height="325" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Menangkap Matahari Desa Tenga-tenga, Pulau Ambon Photo By Almascatie</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/gadis-bali.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-896" title="gadis bali" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/gadis-bali.jpg" alt="" width="198" height="126" /></a><em>Terakhir photo nona-nona Ambon.. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' />  photo by mas adryan</em></p>
<p>*dikeplak* itu bukan nona Ambon, itu Nona-nona asal Bali yang tinggal di Ambon sedang merayakan Nyepi di Kota Ambon kemarin. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/' addthis:title='Melawan &#8220;Kerus*han Ambon&#8221; di Google '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambon Behind The Scene</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 17:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Orang gila yang berbaring &#8220;menikmati&#8221; indahnya kota. Lokasi : Pertokoan Simpang Photo : Alvin Lee Hahuly Ambon memang indah, tak akan ada yang meragukan itu, tapi seperti dua sisi kehidupan selalu ada sesuatu yang lain dibalik keindahan itu, silahkan dinikmati&#8230; &#160; Untitled Lokasi : Jln. Am. Sangadji Photo : Ktutardika J Seorang anak kecil di [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/' addthis:title='Ambon Behind The Scene '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/16.jpg" alt="" width="338" height="450" /><br />
<em> Orang gila yang berbaring &#8220;menikmati&#8221; indahnya kota.</em><br />
Lokasi : Pertokoan Simpang<br />
Photo : Alvin Lee Hahuly</p>
<p>Ambon memang indah, tak akan ada yang meragukan itu, tapi seperti dua   sisi kehidupan selalu ada sesuatu yang lain dibalik keindahan itu,   silahkan dinikmati&#8230;</p>
<p><span id="more-871"></span></p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/12.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em> Untitled</em><br />
Lokasi : Jln. Am. Sangadji<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg" alt="" width="450" height="299" /><br />
<em> Seorang anak kecil di pertokoan dekat Ambon Plaza .</em><br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/11.jpg" alt="" width="450" height="299" /><br />
<em>Tiga sekawan orang gila</em><br />
[yg berdiri pake baju putih ga tau gila apa ga]<br />
Lokasi : Pertokoan Simpang<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/1.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em>Kasih Ibu.</em><br />
Lokasi : Jembatan Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/10.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em> PKL Mardika</em><br />
Lokasi : Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/8.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em> Tidur</em><br />
Lokasi : Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/7.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em>Sisa2 kerusuhan di gedung</em><br />
Lokasi : AY Patty, lrg Kopi<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/14.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em>Aktivitas menjelang sore</em><br />
Lokasi : Pasar Lama<br />
Photo : Alvin Lee Hahuly</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/6.jpg" alt="" width="299" height="450" /><br />
<em>Sampah di Sungai dibelakang Swiss Bell Hotel Ambon.</em><br />
Photo : Ktutardika</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/3.jpg" alt="" width="299" height="450" /><br />
<em>Dilarang buang sampah disini</em>.<br />
Lokasi : Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/2.jpg" alt="" width="299" height="450" /><br />
<em> Sampah Plastik untuk teluk Ambon.</em><br />
Lokasi : Belakang Pasar Lama<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/19.jpg" alt="" width="450" height="305" /><br />
<em>Pesan Rahasia</em><br />
Lokasi : Pasar Lama<br />
Photo : Chyntia Tehuayo</p>
<p style="text-align: left;">Sebuah Photo yang paling aku suka saat jalan ama teman2 dari Maluku  Photo Club belajar Street Photography yang dijepret oleh Chyntia  Tehuayo. kira2 pesan didinding dapat terbaca seperti ini : S<em>arita ose pung potong kuku satu ilang, barang suri yang kasih ilang se pung&#8230;..*teks seng jelas*, Ose pung mama ada pergi ka ambon [?]&#8230; Dilarang membuang sampah disekitar sini. Harus jaga kebersihan.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>*notes : masih comot sama photo teman2, photoku belom layak muat rupanya ut edisi street photography begini <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *<br />
</em></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/' addthis:title='Ambon Behind The Scene '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 18:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahal]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[karena &#8220;aman&#8221; adalah bahasa uang, maka keamanan adalah kata sakti yang harus dipungut demi remah-remah pembangunan yang masih tak juga adil&#8230; Permasalahan keamanan negeri ini adalah salah satu isyu yang paling mendasar, mengalahkan kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, korupsi, kolusi, nepotisme pendidikan dan lain-lain, isyu keamanan menjadi sedemikian penting ketika berhadap-hadapan dengan dunia luar, bagaimana momok RMS [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/' addthis:title='Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/save.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-193" title="save" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/save-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a></p>
<blockquote><p><strong><em>karena &#8220;aman&#8221; adalah bahasa uang, maka keamanan adalah kata sakti yang harus dipungut demi remah-remah pembangunan yang masih tak juga adil&#8230;</em></strong></p></blockquote>
<p><span id="more-170"></span>Permasalahan keamanan negeri ini adalah salah satu isyu yang paling mendasar, mengalahkan kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, korupsi, kolusi, nepotisme pendidikan dan lain-lain, isyu keamanan menjadi sedemikian penting ketika berhadap-hadapan dengan dunia luar, bagaimana momok RMS masih dijadikan bahaya Laten yang menghantui rakyat maluku bertahun-tahun tiada habisnya, bagaimana konflik-konflik antar pemuda yang mungkin dapat terjadi dimana saja, menjadi headline berita yang dengan pengaruh media massa menjadikan citra ketidak amanan, bagaimana konflik antar desa yang berjalan bertahun-tahun bahkan tidak hanya bertahun-tahun tapi sudah memakan ratusan tahun tidak pernah terselesaikan.</p>
<p>Ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar bahwa apa yang salah dari &#8220;keamanan negeri ini&#8221;, bagaimana kami orang maluku dapat bertahan hidup dalam suasana penuh ketidak amanan, bagaimana kami bisa hidup dalam negeri yang setiap saat dapat terjadi perkelahian, kerusuhan dll seperti yang ditulis dan dibaca oleh media masa.  Ataukah orang maluku yang sejak dulu terkenal keras sudah tak bisa membuat aman daerahnya sendiri.</p>
<p>Bagi saya, masalah keamanan hanyalah tergantung dari sudut pandang, bagaimana anda melihat kami rakyat maluku, bagaimana anda menilai diri kami apakah sebagai yang tertera di lembar-lembar media ataukah anda ingin melihat kami sebagai manusia. Sebagai contoh tawuran antar pemuda dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan itu tidak terbatas di Maluku, di tempat anda pun dapat terjadi, di Jakarta, tawuran antar pelajar bisa setiap bulan terjadi, perkelahian apapun dapat terjadi. tapi di Maluku hal itu dapat menjadi berita besar, ada seorang teman yang dulu pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap media, &#8220;Aku malah tahu perkelahian yg berjarak beberap meter dari Rumahku itu dari berita di TV&#8221; begitu cepatnya media mem-<em>blow up</em> semuanya sehingga stigma kekerasan semakin melekat pada diri orang maluku.</p>
<p>Tapi, mungkin menyalahkan media dalam hal ini sangatlah tidak tepat, persoalan-persoalan kekerasan diMaluku yang dijadikan headline berita nasional, sehingga hadir stigma ketidak amanan itu bukan salah wartawan, ini adalah kesalahan berjamaah semua orang, Pemerintah, Aparat yang berwenang pun turut Andil dalam membuat lingkaran kekerasan ini, ketika jaman Soeharto saat sayah masih kecil, tingkat kekerasan yang terjadi  bagi sayah hampir sama dengan sekarang, cuma mungkin saat itu bagaimana mereka meredam konflik yang terjadi sehingga tidak meluas dan menjadi komsumsi publik.  Walaupun itu bukan kondisi ideal setidaknya kita bisa belajar untuk lebih mengelola setiap masalah.</p>
<p>Kondisi ini mengakibatkan timbul kesan bahwa pemerintah sengaja untuk terus membiarkan konflik-konflik laten dalam masyarakat itu berlansung, kesan tersebut muncul setelah setiap permasalahan selalu berulang-ulang walaupun sudah diupayakan perdamaian oleh pemerintah, hal-hal yang berkaitan dengan konflik hanyalah di ulik pada permukaan sahaja tanpa menyentuh akar masalah apapaun, sehingga jika pada saat ini konflik itu muncul dan dapat didamaikan hal itu tidak dapat menjadi jaminan bahwa tidak akan terjadi kembali.</p>
<p>Negeri ini seperti sedang dipermainkan oleh<em> invisible hand</em> yang tidak menginginkan setiap tidur rakyat maluku tidak nyenyak, entah untuk kepentingan siapa, Rakyat maluku seperti hidup diantara dua kutub ekstrem. Disatu sisi, tengoklah kehidupan mereka yang aman dan damai, konflik apapun yang terjadi tidak membuat goyah. Banyak hal yang lebih penting dari pada hanya sekedar mengurus masalah lain, korupsi, pendidikan yang semakin mahal, transportasi yang tidak becus, ketimpangan ekonomi dan lain-lain. Hal-hal ini yang hanya dibicarakan dan menjadi janji manis politikus untuk perbaikan kedepan. Di sudut lain, rakyat Maluku dibombardir dengan segala stigma yang mencoreng daerah ini dari setiap sudutnya dan sengaja melupakan apa yang Rakyat Maluku inginkan.</p>
<p>Semoga negeri ini tidak sedang dipaksa untuk terus memberikan jalan, membuka lebar setiap pintu rumah untuk dapat dimasuki oleh orang lain, dipaksa untuk membuat aman &#8220;kintal-kintal&#8221; rumahnya dan membiarkan nya dieksploitasi oleh orang lain, kekayaan negeri ini dicabut untuk dinikmati oleh orang lain dan kami terpaksa mengais sisa-sisa <em>ampas sagu dari mata air</em>.</p>
<h4><em>Maluku kembali manis keadaan yang seperti ini yang harus dijaga  sampai selamanya tak ada lagi acang deng obet, kami anak maluku manusia  maluku yang otentiki yang membangun kemalukuan kami ditengah  porak-porandanya reruntuhan.</em><em>(“Ketika Badai Pergi” Smerlap, Marvia, ‘Zabin N Morika MHC)</em></h4>
<address>[Photo  : "From Jailolo Bay Festival" | Asepp Yusuf Tazul Arifin | 2009]</address>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/' addthis:title='Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marhaban Ramadhan&#8230;.</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 17:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Design Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Download Jadwal Puasa Untuk Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Imsakiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Vector Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H/2010 M untuk Wilayah Ambon/Maluku dan sekitarnya silahkan klik pada gambar yang ingin di download. ini hanya posting menghilangkan kejenuhan, hanya sekedar menyalurkan isi kepala dan berbagi.. hanya sekedar ingin mengucapkan Selamat Menunaikan ibadah Ramadhan<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/' addthis:title='Marhaban Ramadhan&#8230;. '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/ngupload.jpg" alt="" width="306" height="372" /></p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<p>Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H/2010 M untuk Wilayah Ambon/Maluku dan sekitarnya silahkan klik pada gambar yang ingin di download.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 205px"><a href="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_3.jpg"><img title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_3.jpg" alt="" width="195" height="276" /></a><p class="wp-caption-text">Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 286px"><a href="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_2.jpg"><img title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_2.jpg" alt="" width="276" height="195" /></a><p class="wp-caption-text">Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/vect1.jpg"><img title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/vect1.jpg" alt="" width="240" height="291" /></a><p class="wp-caption-text">Ramadhan Smile in Vector Art</p></div>
<p>ini hanya posting menghilangkan kejenuhan, hanya sekedar menyalurkan isi kepala dan berbagi.. hanya sekedar ingin mengucapkan Selamat Menunaikan ibadah Ramadhan</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/' addthis:title='Marhaban Ramadhan&#8230;. '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maluku, the wonderland of the world</title>
		<link>http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 02:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Cakalele]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Poster]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Lenso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Browsing di internet ketemu gambar-gambar maluku yang sangat bagus dan mengundang hasrat mata untuk terus menikmati, tiba2 ada ide untuk menggabungkan seluruh keindahan tersebut dalam satu poster atawa design yang bertema maluku dengan segala keanekaragaman budaya, keindahan pantainya serta alam bawah laut yang masih asri dan belum terekspos,  mungkin sebutan &#8220;The Wonderland of the World&#8221; [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/' addthis:title='Maluku, the wonderland of the world '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-29" title="maluku_edit" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2009/07/maluku_edit.png" alt="maluku_edit" width="378" height="530" /></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Browsing di internet ketemu gambar-gambar maluku yang sangat bagus dan mengundang hasrat mata untuk terus menikmati, tiba2 ada ide untuk menggabungkan seluruh keindahan tersebut dalam satu poster atawa design yang bertema maluku dengan segala keanekaragaman budaya, keindahan pantainya serta alam bawah laut yang masih asri dan belum terekspos,  mungkin sebutan &#8220;The Wonderland of the World&#8221; *halah* terlalu berkesan membanggakan diri sendiri, lagian kondisi kepulauan ini masih <a title="Ambon Kita" href="http://paparisa.com/?p=85" target="_blank">sangat jauh dari kesan &#8220;wonderland&#8221; </a>karena masih dan masih serta masih berbenah sejak sepuluh tahun lalu.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align: left;">Engg&#8230; kita tengok sedikit ah, agenda <a title="Go Moluccass 2009" href="http://almascatie.wordpress.com/2009/03/30/go-moluccass-2009/" target="_blank">Go Mollucas 2009</a> yang dicanangkan kemaren oleh Pemda Maluku di bulan juli dan agustus ini, bulan penuh hujan.. hmmm yang terdekat ada &#8220;Darwin – Ambon Yacht Race, yang akang dilaksakan pada 21-28 Juli besok, so bagi <a title="Komunitas Blogger Maluku" href="http://paparisa.com" target="_blank">teman2</a> yang mo ikutan tongkrongin tu bule2 bolehlah kita bareng ngeluruk ke Amahusu pas hujan2 gini *ditendang*. Sedangkan pada bulan Agustus ntar ada beberapa even yang menarik juga diantaranya ada :<br />
1. Pameran Budaya &amp; Arkeologi, Agustus [belum tau tanggal]<br />
2. Pesta Kesenian Maluku, [belum tau tanggal]<br />
3. Hut Provinsi, 19 Agustus 2009<br />
4. Festival Perkusi, [belum tau tanggal]<br />
5. Festival Sagu, [belum tau tanggal]<br />
6. Festival Tari Tradisional, [belum tau tanggal]</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Dan tak lupa saat Agustus juga bertepatan dengan <a title="Untitled Met Puasa" href="http://almascatie.wordpress.com/untitled/" target="_blank">Bulan Suci Ramadhan</a>, yang dijamin selalu menimbulkan selera atas kuliner di depan Mesjid Alfatah&#8230;</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/' addthis:title='Maluku, the wonderland of the world '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

