<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:::: almascatie :::: &#187; Ambon</title>
	<atom:link href="http://almascatie.com/tag/ambon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almascatie.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 17:13:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tradisi Cuci Negeri Soya</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 15:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Baileo]]></category>
		<category><![CDATA[Cuci Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Gandong]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Pela]]></category>
		<category><![CDATA[Rehatta]]></category>
		<category><![CDATA[Rulimena]]></category>
		<category><![CDATA[Saleman]]></category>
		<category><![CDATA[Samasuru]]></category>
		<category><![CDATA[Sirimau]]></category>
		<category><![CDATA[Teong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1350</guid>
		<description><![CDATA[Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/' addthis:title='Tradisi Cuci Negeri Soya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1352" title="IMG_3681" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/1-Lambang-Soya.jpg"><br />
</a><span>Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso merah di leher bergerombol di teras-teras rumah menanti rangkaian prosesi Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak hari sebelumnya. Suasana sepi sedikit terasa dan sesekali bunyi tifa dan gong terdengar dari sudut-sudut desa, tak menunggu lama kami lansung bergegas menuju ujung desa mengikuti beberapa orang Mata Ina (ibu-ibu) yang berjalan perlahan-lahan, sesekali kami berteduh di pinggiran rumah di sepanjang jalan sekedar menanti hujan reda, meski memakai jaket hujan tapi camera dan hp setidaknya mesti diselamatkan.</span> <span id="more-1350"></span><span>Di ujung desa sudah terlihat keramaian, beberapa Mata Ina sudah berdiri di tengah jalan meski hujan masih turun dengan deras namun tidak diperdulikan oleh mereka, tak begitu lama bunyi tabuhan tifa yang mengikuti nada-nada tertentu sudah terdengar di selingin tiupan kuli bia (siput), suara koor nyanyian Suhat (lagu pujian) seperti membawa suasana yang sakral begitu terasa. Dari sudut kampung muncullah dua bendera yang dibawa oleh dua orang lelaki muda, bendera merah putih dan satu bendera berwarna merah diikuti oleh sekumpulan orang laki-laki yang berasal dari Rumah Tau tertentu (Soa Pera) mulai muncul, rombongan ini sejak hari sebelumnya sudah naik ke puncak gunung Sirimau untuk melakukan prosesi Adat di sana. Di ujung desa Soya yang disebut Rulimena, Proses penyambutan oleh salah satu Tua Adat dari Soa Erang (Teong Rulimena marga Soplanit) memulai Pasawari (kata-kata penyambutan) terhadap rombongan ini yang kemudian di jamu sirih pinang, rokok serta sopi.</p>
<p>Rasa penasaran saya sejak dulu sampai sekarang pada kalimat Pasawari ini adalah sebuah ucapan yang menyebut gelar dari Raja Soya I yang paling terkenal yakni Latu Selemau dan bergelar <em><strong>LATU SELEMAU AGAM RADEN MAS SULTAN LABU INANG MOJOPAHIT, </strong></em>gelar ini didapat oleh raja Soya karena hubungan dagang dan perkawinan, namun catatan tentang hubungan Soya dan Majapahit ini sungguh sedikit bahkan boleh dibilang tidak ada sama sekali padahal rasa penasaran untuk mengetahui lebih banyak tentang hubungan itu bagi saya menarik sekali.</span></p>
<div id="attachment_1354" class="wp-caption aligncenter" style="width: 448px"><img class="size-full wp-image-1354" title="IMG_3700" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3700.jpg" alt="" width="438" height="282" /><p class="wp-caption-text">Rombongan</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1355" class="wp-caption aligncenter" style="width: 428px"><img class="size-full wp-image-1355" title="IMG_3728" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3728.jpg" alt="" width="418" height="262" /><p class="wp-caption-text">Pasawari di Rulimena </p></div>
<p><span>Setelah penyambutan di Rulimena, rombongan ini kemudian menuju Baileo Samasuru untuk melakukan upcara lanjutnya, Baileo samasuru yang berbentuk lapangan ini terasa sangat sederhana, di kebanyakan desa di maluku, baileo adalah sebentuk rumah namun di Negeri Soya baileo ini hanyalah berbentuk lapangan, di dalam baileo sudah terlihat puluhan ibu-ibu yang disebut Mata Ina menari mengikuti tabuhan tifa sambil melambaikan daun gadihu di tangan. Setelah itu beberapa mata ina dan laki-laki meninggalkan baileo negeri untuk mmenjemput Raja Soya di Rumah Raja yang berada di Samping Gereja Tua negeri ini.</span></p>
<p><span>Mendekati rumah raja saya sempat terhenyak sebentar ketika menatap beberapa pemuda di pinggir rumah raja, ketika melihat mereka saya menemukan sebuah keanehan pada ikat kepala mereka yang berbeda dengan pemuda-pemuda soya seperti saya lihat sebelumnya, ikat kepala beberapa pemuda ini seperti ikat kepala Suku Huaulu di Seram Utara yang sempat saya lihat di perjalanan ke Desa Sawai beberapa saat lalu, saya sedikit bisa membedakan karena pernah melihat cara ikat kepala Suku Nuaulu di Seram Selatan. Pertanyaan itu makin bertambah ketika saya melongok ke dalam rumah raja, terlhat beberapa wanita berkerudung dan beberpa lelaki berpakain putih memakai ikat kepala yang sama juga, pikiran saya pun lansung mengingat apakah mereka adalah warga batu merah yang mungkin pela dari negeri Soya ini, saat Raja Soya yang dikawal dua mata Ina keluar di belakang beliau terdapat seorang raja juga yang pada akhirnya saya tau itu adalah raja Salemang yang merupakan Gandong dari Negeri Soya, hubungan Gandong antara Negeri Soya dan Negeri Saleman di pulau seram utara masih tetangga desa dengan Sawai itu adalah Gandong Adik, dimana Soya merupakan Kakak dari Negeri Salemang.</span></p>
<p><span>Dan dengan kehadiran Raja Saleman beserta saniri Salemang adalah pertama kalinya sejak perpindahan leluhur orang-ornag Soya dari Pulau Seram menuju Pulau Ambon untuk bertempat tinggal, hal ini menjadi sejarah tersendiri bagi warga soya dalam membangun hubungan “Gandong” dengan keluarga mereka di Pulau Seram sana. </span></p>
<p><span>Di Baileo Samasuru beberapa rangkaian acara, dengan diiringi tabuhan tifa dan gong, Beberapa Mata Ina dari Negeri Soya dan Salemang kemudian membersihkan Baileo Samasuru menggunakan Sapu Lidi dan Gadihu sebagai simbol selesainya upacara cuci Negeri, kemudia dilanjutkan dengan Titah Raja kepada warga Desa Soya yang bisa disebut sebagai pidato tahunan dari Raja Soya, pembacaan Kapata-kapata oleh tetua Adat Soya, kapata berbahasa tanah ini secara garis besar adalah permohonan doa untuk kebaikan Negeri Soya. Rangkaian acara ini ditutup dengan Nyanyian Suhat dan jamuan Anggur Persaudaraan.</span></p>
<div id="attachment_1356" class="wp-caption aligncenter" style="width: 461px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg"><img class="size-full wp-image-1356" title="IMG_3683" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg" alt="" width="451" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Baileo Samasuru</p></div>
<div id="attachment_1357" class="wp-caption aligncenter" style="width: 354px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg"><img class="size-full wp-image-1357" title="IMG_3849" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg" alt="" width="344" height="455" /></a><p class="wp-caption-text">Penjemputan Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<div id="attachment_1358" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1358" title="IMG_3929" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3929.jpg" alt="" width="450" height="286" /><p class="wp-caption-text">Tarian Cakalele Mata Ina Soya - Saleman</p></div>
<div id="attachment_1359" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1359" title="IMG_3939" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3939.jpg" alt="" width="450" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gandong Negeri Soya dari Saleman</p></div>
<div id="attachment_1361" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1361" title="IMG_4085" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4085.jpg" alt="" width="400" height="600" /><p class="wp-caption-text">Ucapan Kapata oleh tetua desa di buka oleh tiupan Kuli Bia</p></div>
<div id="attachment_1362" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-1362" title="IMG_4035" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4035.jpg" alt="" width="350" height="555" /><p class="wp-caption-text">Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<p><span>Kegiatan Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak turun temurun ini rupanya tidak hanya sekedar bernilai sebuah upacara tradisional tapi memiliki banyak pengertian bagi warga Soya, antara lain: bagaimana menjaga persatuan, musyawarah, gotong royong, kebersihan, dan toleransi diantara warga desa soya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang harus tetap dijaga sampai saat ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>PS. Foto punya teman2, saya dapat bagian nulis2 dan ngetwit sahaja =_= T_T</span></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/' addthis:title='Tradisi Cuci Negeri Soya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger : Wartawan</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/11/blogger-wartawan/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/11/blogger-wartawan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 05:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Online]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Jalin Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Mainstream]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1264</guid>
		<description><![CDATA[Barusan Blogwalk ke blognya Mbak Nieke, dan membaca posting terakhir tentang Sea Games 2011 di Palembang, ada catatan yang menarik perhatian saya ketika membacanya, pada paragraf ke sekian beliau menulis : Karena dapet undangan media, jadi kami ber-20 itu dapet tempat di tengah, depan panggung, disisi kiri tempatnya Bapak Presiden. Ya, namanya undangan media ya, [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/11/blogger-wartawan/' addthis:title='Blogger : Wartawan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan Blogwalk ke blognya <a href="http://nike.rasyid.net" target="_blank">Mbak Nieke</a>, dan membaca posting terakhir tentang <a href="http://nike.rasyid.net/2011/11/meriahnya-opening-ceremony-sea-games-2011.html" target="_blank">Sea Games 2011 di Palembang</a>, ada catatan yang menarik perhatian saya ketika membacanya, pada paragraf ke sekian beliau menulis :</p>
<blockquote><p><em>Karena dapet undangan media, jadi kami ber-20 itu dapet tempat di tengah, depan panggung, disisi kiri tempatnya Bapak Presiden. Ya, namanya undangan media ya, yang ada di tempat kami itu semuanya para wartawan, baik wartawan lokal, nasional sampe negara asia tenggara lainnya.</em></p></blockquote>
<p>dan comment dari bang Anton  dan juga Om Nich yang saya kenal di <a title="etika internet" href="http://ictwatch.com/internetsehat/2011/09/12/komunitas-berkumpul-dan-berdiskusi-demi-etika-dan-atur-diri-sendiri/" target="_blank">Focus Group Discussion Etika Internet</a> beberapa saat lalu :</p>
<blockquote><p><a href="http://nichpakaich.net/" rel="external nofollow">nich : </a>waaa.. luar biasa, mulai berasa ya blogger dapat pengakuan sebagai ‘media’ kak.</p>
<p><a href="http://anton.nawalapatra.com/" rel="external nofollow">anton! : </a>ya, ih. bikin iri. pertama, karena blogger bisa diundang masuk layaknya wartawan media arus utama. kedua, karena acaranya amat meriah.</p></blockquote>
<p><span id="more-1264"></span><br />
Menarik sekali ketika seorang blogger yang hoby menulis di blog pribadi mereka dan dianggap bukan seorang &#8220;pewarta&#8221;  mendapat kesempatan berupa &#8220;undangan&#8221; menghadiri sebuah acara Resmi serta disamakan <em>derajatnya</em> dengan wartawan yang resmi. Wacana macam begini mungkin sebenernya sudah mulai muncul sejak lama meski belum ada pengakuan lansung, saya sendiri rasakan ketika Ambon mengalami sedikit kericuhan atau kata media kerusuhan Ambon pada tanggal 11 September 2011 yang lalu. Saat itu saya bersama teman-teman yang cukup aktif di sosial media dan juga blogger mulai melakukan upaya pelurusan berita tidak benar dari media mainstream tentang kondisi Ambon saat itu, upaya Provokasi Damai dengan memberitakan kondisi riil di lapangan sesuai dengan apa yang kami saksikan melalui twitter, cuap-cuap itu cukup banyak ditanggapi oleh para pengguna sosial media lainnya. Provokasi Damai 140 karakter itu membuat banyak orang dapat mengetahui kondisi Ambon dengan seimbang, tidak hanya terpaku oleh berita-berita di Media Nasional, Informasi alternatif tersebut yang diperlukan oleh semua orang sehingga mereka mampu menilai sendiri apa yang terjadi di sebuah daerah atau bahkan di lingkungan mereka sendiri.</p>
<p>Selain itu, tercatat juga teman-teman dari Jalin Merapi saat Gunung Merapi di Jogja meletus beberapa saat lalu,  mereka telah melakukannya melalui akun twitter @jalinmerapi dan <a href="http://merapi.combine.or.id/" target="_blank">websitenya</a>, teman2 mengabarkan kondisi Letusan Merapi dan daerah sekitarnya secara lansung dari lokasi yang terkena bencana tersebut. hal itu mampu membuat banyak orang menjadi tenang, saat media televisi mengabarkan kondisi gawat, teman2 di Jalin Merapi  malah membuat sebuah jurnalisme damai. Wacana Jurnalisme Warga atau citizen jurnalism dan pewarta warga yang selama ini saya tau mulai berkembang baik melalui twitter maupun lewat diskusi2 lansung mulai dianggap penting karena semua orang berhak tau kondisi sebenernya ketika media mainstream lebih mengejar rating dan bukan kondisi masyarakat yang terkena dampaknnya. Bahkan saat Mimbar Bebas di <a href="http://bloggernusantara.com/">Blogger Nusantara</a> 28-30 Oktober 2011 di Sidoarjo, teman2 blogger sempat melaunching buku yang berisi tulisan2 mereka saat berkutat dengan bencana tersebut. <a href="donnybu.com" target="_blank">Mas Donny </a>dari <a href="http://ictwatch.com/id/" target="_blank">Internet Sehat</a> sempat melemparkan ide pelatihan Jurnalisme Warga saat Ambon ricuh tersebut dan sekarang dari cerita <a href="blontankpoer.com/" target="_blank">Pakdhe Blontank</a>, pelatihan Jurnalisme warga itu  gencar dilakukan oleh teman-teman <a href="bengawan.org/" target="_blank">Blogger Bengawan Solo</a>.</p>
<p>Saat saya dan Irfan di undang Internet Sehat untuk mengikuti <a href="http://ictwatch.com/internetsehat/2011/09/12/komunitas-berkumpul-dan-berdiskusi-demi-etika-dan-atur-diri-sendiri/" target="_blank">Focus Group Discussion untuk merumuskan &#8220;Etika Internet&#8221;</a>, disana kami sempat berdiskusi tentang pentingnya setiap warga memberitakan mengenai kondisi lingkungan disekitar dia melalui kegiatan Jurnalisme Warga atau Pewarta Warga.</p>
<p>Namun ada pertanyaan yang muncul tentang legalitas dari seorang pewarta warga, karena kita taulah sendiri, kalo bapak-bapak wartawan itu udah pasti punya &#8220;<strong>pengakuan dan legalitas&#8221;</strong> sehingga mereka bisa menyelesaikan Kaidah Jurnalisme 5W 1H, karena mereka secara hukum memang Sah untuk mendapatkan semua itu, lah kalo seorang blogger yang sekaligus pewarta warga? apa yang selama ini terjadi adalah kita hanya menulis  apa yang kita lihat di sekitar kita, blogger juga bisa mendapatkan 5W 1H tapi bisa saja tidak dipercaya karena ada opini pribadi di tulisan tersebut. *<em>Haduh, malah melebar, okehlah kalo mau bahas soal wartawan vs blogger nanti sama eyang2nya saja yah, =_=</em>*</p>
<p>Okeh, kembali ke masalah kita diatas *kita? elu kali* saya ambil poin percakapan dengan Mas Donny saat itu aja tentang sebuah &#8220;pengakuan legalitas&#8221; tersebut, saat itu saya tetap berpikir bahwa legalitas ini pasti akan terkait dengan Lembaga yang memberi izin tentang itu dan sudah pasti birokratis sekali, sedangkan blogger hanyalah menulis sesuka hatinya dia, bagaimana mau mengurus legalitas itu? namun seperti di awal tulisan ini, &#8220;pengakuan&#8221; itu muncul dengan sendirinya, undangan dari sebuah even besar berskala international dengan menempatkan blogger setara dengan media-media mainstream, artinya eksitensi seorang blogger atau pewarta warga yang meski begitu2 saja mulai di anggap sebagai sebuah &#8220;kekuatan besar&#8221; yang bisa membuat perubahan seperti media mainstream lain. Pengakuan ini sudah pasti tidak datang dengan sendirinya, tapi perlahan secara pasti atau tidak jalan ke arah sana mulai ada.</p>
<p>Dulu saat saya menghadiri beberapa acara di Ambon sini, saya mungkin di pandang dengan wajah penuh tanda tanya ketika ditanya &#8220;Mewakili apa mas? Dan dengan PD-nya saya jawab &#8220;Blogger&#8221;, sekarang ketika ditanya saya dengan santai tetap menjawab dari Blogger meski masih memandang terpana terhadap saya *mungkin karena terlalu ganteng kali yah* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) Hal lain adalah kadang saya mendapat Name Tag dengan nama yang sudah diisi &#8220;<em>Almascatie : Blogger Maluku</em>&#8221; terpampang dengan jelas meski tak ada foto. Beberapa waktu lalu ada Seminar tentang Jurnalisme Damai yang diselenggarakan oleh Dewan Pers, dengan tema dan pelaksananya saja sudah bisa kita pastikan bahwa itu akan di isi oleh wartawan-wartawan dari media mainstream semua, saya sempat tanya apakah blogger bisa ikut kepada Ibu <a href="http://twitter.com/unilubis" target="_blank">Uni Lubis</a> dan jawaban beliau &#8220;blogger silahkan ikut&#8221;, namun saat itu saya mendengar kabar dari teman-teman yang melakukan Provokasi Damai  bahwa mereka sudah ke tempat acara untuk mendaftar namun di tolak karena bukan dari Media yang sah, tapi Alhamdulillah saat Acaranya berlansung rupanya teman-teman blogger dipersilahkan masuk semuanya, sayang saya ndak bisa ikut karena ada masalah keluarga sedikit <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Fenomena &#8220;Pengakuan&#8221; kesetaraan antara Blogger dan Wartawan ini bagi saya adalah hal menarik, meski simpel pengakuan itu berwujud &#8220;undangan sebagai media&#8221; namun ini adalah langkah awal bagi terwujudnya &#8220;blogger&#8221; yang tidak hanya sekedar menulis apa yang ada di kepalanya tapi juga bisa menjadi seorang &#8220;pewarta warga&#8221; secara lansung yang akhirnya membuat tidak hanya masyarakat tapi mungkin juga para pemimpin negeri ini untuk mendengar &#8220;suara rakyat&#8221;nya secara lansung tanpa melalui proses berbelit2 melalui dunia maya. Tapi sudah tentu, untuk menjadi seorang blogger sekaligus pewarta warga itu setidaknya ga melupakan Etika Internet yang meski masih berupa Draft Rumusan namun setidaknya sudah menjadi pegangan bagi seorang blogger seperti yang tertulis di <a href="http://ictwatch.com/internetsehat/2011/09/19/hasil-focus-group-discussion-fgd-dan-draf-acuan-etika-online/" target="_blank">Naskah Acuan Etika Online Indonesia</a> :</p>
<blockquote><p><strong><em>Siapapun tanpa terkecuali, ketika online (menggunakan Internet), harus menjunjung tinggi dan menghormati:</em></strong></p>
<ul>
<li><strong><em>nilai kemanusiaan</em></strong></li>
<li><strong> <em>kebebasan berekspresi</em></strong></li>
<li><strong> <em>perbedaan dan keragaman</em></strong></li>
<li><strong> <em>keterbukaan dan kejujuran,</em></strong></li>
<li><strong> <em>hak individu atau lembaga</em></strong></li>
<li><strong> <em>hasil karya pihak lain</em></strong></li>
<li><strong> <em>norma masyarakat</em></strong></li>
<li><strong> <em>tanggung-jawab</em></strong></li>
</ul>
</blockquote>
<p>Saat ini blogger sedikit demi sedikit mulai mendapatkan &#8220;Pengakuan&#8221;, lalu bagaimana Legalitas Blogger untuk menjadi seorang pewarta warga yang dapat di dengar, dipercaya dan lain2 selayaknya seorang wartawan di media mainstream itu?</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/11/blogger-wartawan/' addthis:title='Blogger : Wartawan '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/11/blogger-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#1 Lagu Ambon Terbaik Sepanjang Masa</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 12:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Foco]]></category>
		<category><![CDATA[Frangky S]]></category>
		<category><![CDATA[Hassa]]></category>
		<category><![CDATA[Hellas]]></category>
		<category><![CDATA[Hellas Group]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Mama]]></category>
		<category><![CDATA[Masnait]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Papeda]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Rudi Wairata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1130</guid>
		<description><![CDATA[Punya banyak koleksi lagu ambon lama-lama jadi berpikir untuk di share di net sekaligus koleksi online. Namun karena koneksi internet yang lelet makanya saya memilih untuk membagi2 saja lagu2 ini dari pada di upload semua file yang hampir mencapai 20 Gb itu. Lagu-lagu berikut ini adalah lagu-lagu yang sering jadi playlist pada player saya dirumah. [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/' addthis:title='#1 Lagu Ambon Terbaik Sepanjang Masa '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://photoblog.almascatie.com/"><img class="aligncenter" title="L.O.V.E. with sunset at amahusu" src="http://photoblog.almascatie.com/wp-content/uploads/2011/11/Picture-634.jpg" alt="L.O.V.E. with sunset at amahusu" width="505" height="289" /></a></p>
<p>Punya banyak koleksi lagu ambon lama-lama jadi berpikir untuk di share di net sekaligus koleksi online. Namun karena koneksi internet yang lelet makanya saya memilih untuk membagi2 saja lagu2 ini dari pada di upload semua file yang hampir mencapai 20 Gb itu. Lagu-lagu berikut ini adalah lagu-lagu yang sering jadi playlist pada player saya dirumah. Sarannya kalo lagu muterin lagu2 dibawah ini silahkan tunggu suasana yang mendukung, di sore yang cerah atau pagi hari untuk mengawali beraktifitas.. ato juga saat dikau2 semua lagi pacaran sambil inget2 Ambon *ga ada hubungan*</p>
<p>Sila di cek agan-aganwati sekalian&#8230;.<br />
<span id="more-1130"></span><strong>#1 Jauh dari Ambon &#8211; Andi Tielman</strong><br />
Tau kan Tielman Brothers? salah satu legenda musik di negeri belanda sana yang berasal dari Indonesia, ada yang bilang mereka asli dari Ambon tapi ada juga yang bilang mereka berasal dari Kupang, entah mana yang benar. di Lagu ini salah satu pentolan band Tielman Brothers yakni Andy Tielman menyanyikan lagu-lagu ambon, salah satunya adalah Jauh dari Ambon ini,  lagu ini unik bagi saya karena warna musiknya yang beraneka ragam di telinga, ada hawaian, sedikit slow rock yang bercita rasa negeri maluku belanda. Dan paling saya suka adalah warna suara Andy Tielman yang terdengar sedikit country *serak2 basah gimana gitu* membuat lagu ini menjadi salah satu lagu ambon terbaik deh <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><strong>#2 Hidup orang basudara. &#8211; Frangky S</strong><br />
Frangky S, lagu ini menjadi lebih unik, dengan aransemen maluku yang ditingkahi musik ala hawaian ditambah suara Bung Frangky menjadikan lagu ini didengar cocok pada sore hari saat. Liriknya yang sederhana serta sedikit membuat lagu ini sangat rugi kalo dilewatkan.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>mayang pinang mayang kalapa<br />
timbang cengke di saparua<br />
orang bilang ade deng kaka<br />
sagu salempeng makan bage dua 2x</p>
<p>sio sayang la di lale sio<br />
sayang di lale ee<br />
hidop orang basudara sio<br />
sungguh manis lawang e</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#3 Katong Nai parau &#8211; Hellas | Lirik |</strong><br />
Kalo lagu ini, sekali dengar lansung jatuh cinta, irama dan musiknya ga mungkin terlewatkan.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>katong nai parau kaluar labuang e<br />
hati so takaruang mau tinggalkan ambon e<br />
angin sibu-sibu datang tiop e<br />
sio nona pegang panggayo jagnan undur ebeta tra sangka nyong e<br />
sampe jadi bagini e<br />
tinggalkan ibu deng bapa<br />
sio so asing lawang e</p>
<p>tapi apa boleh buat nasip katong bagini e<br />
mari panggyo panggayo manis e</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#4 Mama pung kata-kata &#8211; Foco | lirik |</strong><br />
Pertama dengar lagu ini, seperti mendengar lagu Country &amp; hawaian sekaligus. Membuat sedih dan ingat mama di Rumah.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>Di rantau orang sioo Beta slalu inga mama<br />
Di rantau orang sioo beta inga mama pung sayang</p>
<p>Satu malam beta seng dapa sono<br />
Beta inga-inga mama sioo<br />
Waktu mama masih hidop ale<br />
Mama sayang katong samua</p>
<p>Biar mama pi seng bale lai<br />
Katong samua slalu inga mama sio<br />
Waktu dolo mama kasih inga<br />
Biar katong dekat deng tete manis</p>
<p>Sio gandong ee sio gandong e<br />
Biar katong tapisah jao<br />
Jang lupa tete manis e</p>
<p>Sio gandong ee sio gandong e<br />
Biar su lama seng bakudapa<br />
Jang lupa mama pung kata-kata</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#5 Papeda dingin &#8211; masnait | lirik |</strong><br />
Kalo ada yang belum kenal Masnait Group maka termasuk diantara orang-orang yang merugi *halah* dengarkan saja salah satu lagu yang sangat sederhana ini deh. Sederhana dari segi lirik tapi membuai hati.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>Papeda dingin kuahnya tomi-tomi<br />
Campor bagasang dengan cili padis<br />
Itu makanan anak-anak maluku<br />
Tomi-tomi randam di kuah<br />
Papeda dingin sabale jua rasa satu mau dua</p>
<p>Papeda dingin dengan kuah kuning<br />
Cakalang asar tamba colo-colo<br />
Itu makanan anak-anak maluku<br />
Tomi-tomi randam di kuah<br />
Papeda dingin sabale jua rasa satu mau dua<strong></strong></p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#6 Donci su Babunnyi-  Hassa Group | lirik |<br />
</strong>Lagu jujaro deng mungare.<strong><br />
</strong></p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>Dengar donci su babunyi mari nyong deng nona e<br />
jang balagu mari polo dansa sampe pagi hari e<br />
satu persatu dengar komando la katong putar sena anggale<br />
su amper siang ale polo beta tamba rapat e</p>
<p>dengar komando la mari dansa katong putar lombo se<br />
rasa rame jangan pulang dansa sampe matahari nai<br />
kalo mama deng papa marah nanti ale datang ka rumah<br />
ale maso minta dari beta pung mama deng papa</p>
<p>sio nona e mari polo rapat e<br />
sio nyong e beta seng bisa jao e<br />
kalo nanti habis dansa jang lupa antar beta pulang e</p>
<p>sio ale nyong deng nona mari nanti dansa putar lombo se<br />
dengar komando la katong dansa taputar sena anggale</p>
<p>su amper siang su tamba dingin sio mari polo rapat<br />
la kalo suda suka sama suka mau apa lai</p></blockquote>
<p><strong><em>Bonus Combo</em></strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong><em>Bonus Combo</em></strong></p>
<p><strong>#7 lagu Rindu &#8211; Ferry Sapullete</strong> <strong>| lirik |</strong><br />
Ini lagu bolehlah jadi lagu andalan bagi sepasang kekasih atau apalah yang sedang berjauhan alias lagi LDR begitu.  Nah lagu ini dengan santai tapi sahdu sekaligus romantis *halah bahasanya* mengeluarkan ungkapan kerinduan yg menggebu2 gitu, mungkin ada lagu yang sudah terkenal duluan berjudul &#8220;parcuma&#8221; tapi setelah saya denger lagu ini, itu lagu &#8220;parcuma&#8221; jadi berasa datar deh.. *bukan promosi*</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>kala malam beta manyanyi lagu rindu ini par ale<br />
biar jau bagini sio lewat lagu ini<br />
bisa par hibur hati yang sunyi<br />
kala malam beta sandiri<br />
sio lagu ini seng pernah barenti<br />
biar rasa sunyi garu-garu dihati<br />
mar beta tetap manyanyi</p>
<p>andai saja ale ada di sini<br />
bukan cuma ada didalam mimpi<br />
katong dua manyanyi<br />
katong manyanyi lagu rindu ini</p>
<p>sapa lai yang bisa tahan nona ee<br />
darah ini abis di badang ale&#8230;<br />
inga katong dua pung cinta yang tatahan<br />
dari dolo sampe sakarang&#8230;</p>
<p>beta cuma bisa manyanyi<br />
senangdung lagu rindu ale<br />
semoga disana katong manyanyi lagu yang sama<br />
lagu rindu ini</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#8 Gepe-gepe &#8211; Rudi Wairata | lirik |</strong><br />
Lagu favorit pas lagi puyeng dan butuh hiburan ini, dengar lagu ini jadi semangat sekali untuk bergoyang, musik yang ceria serta liriknya yang lucu bikin ngakak sekaligus terhibur.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>gepe-gepe.. gepe.. gepe dia sampe lombo<br />
gepe-gepe.. gepe.. gepe dia sampe bodo</p>
<p>jujaro dan ngungare mari katong beramai-ramai<br />
badansa dan manari putar lenso lombo se<br />
polka dan katreji putar akang dengan sopi<br />
sampe pulang pagi polo nona sampe bodo</p>
<p>awas jang sampe lupa ator langka bae-bae<br />
polo nona rapat awas jangan la tagai<br />
itu baru bilang nama dansa gepe-gepe<br />
nona dari kilang beta polo beta gepe</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Sila di download #1 The Best Lagu rindu tanah maluku</strong></p>
<p><a title="Gepe-gepe" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763347/RudyWairataGePeGePe.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Rudy Wairata &#8211; GePe GePe</a><br />
<a title="papeda dingin" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763343/Masnait-PapedaDingin.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Masnait  &#8211; Papeda Dingin</a><br />
<a title="Waarom Huil Je Touch" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763346/HellasGroup-WaaromHuilJeTouch.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hellas Group &#8211; Waarom Huil Je Touch</a><br />
<a title="katong nai parau" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763344/HellasGroup-KatongNaeParahu.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hellas Group &#8211; Katong Nae Parahu</a><br />
[<a title="Asal ale mau nanti" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763345/HellasGroup-AsalAleMauNanti.mp3" target="_blank">download] ::::::::::::::  Hellas Group &#8211; Asal Ale Mau Nanti</a><br />
<a title="Hellas Hidop orang basudara" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763234/HellasGroup-HidopOrangSodara.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hellas Group -  Hidop Orang Sodara</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763235/HassaGroup-DonciSobabunyi.MP3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hassa Group &#8211; Donci Sobabunyi</a><br />
<a title="Hidop orang basudara" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763237/FrankySahilatua-HidupOrangBasudara.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Franky Sahilatua &#8211; Hidup Orang Basudara</a><br />
<a title="mama pung kata2" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763236/Foco-MamaPungKata-kata.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Foco &#8211; Mama Pung Kata-kata</a><br />
<a title="Lagu RIndu" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15666144/FerrySapulette-LaguRindu.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Ferry Sapulette &#8211; Lagu Rindu</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15665204/AndyTielman-JauhDariAmbon.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Andy Tielman &#8211; Jauh Dari Ambon</a></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/' addthis:title='#1 Lagu Ambon Terbaik Sepanjang Masa '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763347/RudyWairataGePeGePe.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763343/Masnait-PapedaDingin.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763346/HellasGroup-WaaromHuilJeTouch.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763344/HellasGroup-KatongNaeParahu.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763345/HellasGroup-AsalAleMauNanti.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763234/HellasGroup-HidopOrangSodara.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763235/HassaGroup-DonciSobabunyi.MP3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763237/FrankySahilatua-HidupOrangBasudara.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763236/Foco-MamaPungKata-kata.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15666144/FerrySapulette-LaguRindu.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15665204/AndyTielman-JauhDariAmbon.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Sawai : Surga di sudut pulau Seram</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 22:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Birdwatching]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Masihulan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandangan Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Seram]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Sawai]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Manusela]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Senja yang tak akan terlupakan di Sawai Peringatan Postingan ini sangat panjang sekale ditambah foto2 narsis yang aduhai nan menggoda. titik, jangan salahkan saya kalo anda ngamuk2 &#8220;Nekat&#8221; adalah kata pertama yang terlintas di pemikiran untuk jalan2 ke beberapa tempat di Ambon saat Trip ke Sawai dilaksanakan padahal beberapa hari kemudian saya harus mencapai [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/' addthis:title='Sawai : Surga di sudut pulau Seram '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_5615_.jpg" alt="senja" width="532" height="247" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Senja yang tak akan terlupakan di Sawai</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><em><strong>Peringatan Postingan ini sangat panjang sekale ditambah foto2 narsis yang aduhai nan menggoda. titik, jangan salahkan saya kalo anda ngamuk2 <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></em></span></p>
<p><span id="more-981"></span>&#8220;Nekat&#8221; adalah kata pertama yang terlintas di pemikiran untuk jalan2 ke   beberapa tempat di Ambon saat Trip ke Sawai dilaksanakan padahal   beberapa hari kemudian saya harus mencapai Namlea untuk sebuah urusan   juga, tercapai kata sepakat dengan beberapa teman yg ingin ke Sawai   juga, maka akhirnya dengan nekat kami menyebrang ke Pulau Seram   menggunakan Kapal Cepat untuk ke pulau Seram sebelum memakai mobil ke   Saka sebagai jalur terdekat untuk ke Sawai.</p>
<p>Negeri Sawai merupakan sebuah negeri adat yang terdapat di Kecamatan Seram  Utara Kab. Maluku Tengah Provinsi Maluku, dengan memiliki petuanan dan 5  anak dusun yaitu Masihulang, Rumaolat, Besi, Opin dan Olong. Desa Sawai juga masuk dalam daerah Taman Nasional Manusela sehingga tidak heran kondisi alamnya sangat terjaga, meski seperti pada tebing2 karang yang menjulang terlihat coretan2 tangan yang mengotori dinding alam ini. Untuk mencapai desa Sawai dapat menggunakan dua cara dari Masohi Ibu kota kabupaten Maluku tengah yaitu dengan menggunakan mobil lansung ke Masohi &#8211; Sawai dengan rute melalui pegunungan yang terkenal dengan lekukan SS yang lumayan bikin merinding sekitar 4 Jam, atau mengambil rute ke Masohi &#8211; Dusun Saka sekitar 2 Jam perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Long Boat sekitar 30 menit untuk mencapai Sawai.</p>
<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/ups.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-995" title="ups" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/ups-300x150.jpg" alt="" width="300" height="150" /></a>Bersama teman2 kami sepakat untuk menginap di penginapan Lisar Bahari milik Pak Ali, Penginapan ini adalah pilihan alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana desa, terletak diujung kampung  dan berdiri diatas laut berbentuk rumah panggung selain tenang akan tetapi tidak terisolir dari orang2 lokal, di sekeliling penginapan masih terlihat warga kampung yang melakukan aktifitas sehari-hari sehingga pilihan untuk berlibur sekaligus memotret Human Interest dapat terlaksana. Sesampainya di penginapan kita disambut oleh kicauan burung-burung yang masih liar di gunung sebelah belakang penginapan juga bunyi suara ikan yang berebut makanan di laut. Menurut Pak Ali Penginapan ini sudah berdiri lumayan lama sejak tahun 90-an, pengungjung yang datang kesana rata2 adalah orang Bule, sedangkan pengungjung dari Indonesia bisa dihitung dengan jari saja. Yang mengejutkan menurut Pak Ali, kami adalah orang-orang Ambon yang bisa dibilang pertama kali datang ke situ untuk menikmati Alamnya, biasanya yang datang ke daerah situ hanyalah orang-orang dari luar jika ada orang ambon pun yang datang maka hanyalah melaksanakan tugas, biasanya PNS dari dinas Kehutanan yang paling banyak.</p>
<p>Sambil melepas penat di beranda penginapan, kami pun menikmati alunan  senja yang perlahan mulai memasuki malam, meski hujan turun membasahi  bumi, akan tetapi di ufuk sana senja terlihat indah tanpa terganggu  gerimis itu. Rencana kami malam itu adalah full beristrahat untuk  aktifitas 2 hari berikutnya yang cukup panjang dan pasti melelahkan.  Jadi kami lebih memilih untuk mengembalikan energi setelah perjalanan  panjang tersebut tentunya tidak lupa untuk jepret2 sekitarnya yang  kesemuanya menarik untuk di abadikan.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/4.jpg" alt="senja saat hujan" /></p>
<p><em>Hujan &amp; Senja : Harmoni yang indah.</em></p>
<p>Selain menyediakan tempat menginap, penginapan ini pun menyediakan semacam paket-paket tour keliling untuk menikmati panaroma dan sensasi alam sawai. Beberapa tour yang disajikan seperti Tour Rumah Pohon (Bird Watching) di Dusun Masihulang, Tour Salawai River untuk menikmati burung-burung di sepanjangan aliran sungai dan buaya liar sungai tersebut, Tour ke Pulau Kelelawar dan Gua Bawah laut. Dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/5.jpg" alt="damai" width="502" height="304" /></p>
<p><em> Ngopi di depan kamar dan disuguhi pemandangan fresh macam begini.</em></p>
<p>*halah* malah kebanyakan cerita, jadi karena saya ini mengikuti mahzab &#8220;biarkan foto bicara&#8221; maka sebaiknya dinikmati sajalah hasil jepretan amatir saya ini selama main-main di Sawai. <em><strong>*seperti tak sadar kalo diatas pun sudah ada foto-fotonya* huh!</strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/lands.jpg" alt="sawai" /></p>
<p><em> Pemandangan yang selalu bikin hati tergetar</em></p>
<p><em><strong>*Posting Update*</strong></em></p>
<p>Sesuai direncanakan maka pada hari pertama kami pun melakukan perjalanan menyusuri sungai Salawai untuk memotret burung dan buaya, menurut penduduk setempat buaya-buaya tersebut adalah buaya liar yang sudah mendiami Sungai Salawai sejak lama. Dulu pada hulu sungai pun sudah ada buayanya akan tetapi dengan semakin ramainya transportasi di Sungai dan dibukanya jalan Trans Seram maka buaya-buaya ini pun makin tersingkir ke bagian Hutan yang semakin jauh ke dalam.  Tipikal sungai salawai tidak sama dengan sungai-sungai yang berada di pulau seram ini *seperti selama ini yang saya tau* Sungai Salawai lebih mirip sungai2 besar di Pulau Jawa, K<a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1054" title="jalan" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan-300x208.jpg" alt="" width="300" height="208" /></a>alimantan atau Papua, dengan air berwarna coklat dan mengalir dengan arus yang lumayan tenang, Sungai ini pun tidak terlalu lebar mungkin sekitar 6-7 meteran saja dan di tepi sungai  banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon seperti pohon aren atau juga pakis *ga tau sayah <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *.  Semakin ke dalam maka pepohonan pakis/aren di pinggiran sungai berganti dengan pohon2 sagu kadang-kadang ditemui &#8220;talaga&#8221; atau tempat produksi sagu di bagian pinggir sungai. Setelah melewati Jembatan Tran Seram, maka kita disuguhi pemandangan khas hutan-hutan tropis yang keliatan menyeramkan sekaligus indah. sepanjang perjalanan ini telinga kita dihibur oleh berbagai suara-suara burung dari dalam hutan dipinggiran sungai. dari Burung nuri, burung siang sampai pada bebek-bebek yang beterbangan mencari makan di sepanjang sungai. Kadang-kadang malah terlihat ayam hutan sedang mencari makan juga. Sungai yang berkelok-kelok merupakan tipikal sungai ini, kadang2 kelokan tajam membuat long boat yang kami naiki terpaksa harus melakukan manuver2 yang mengerikan, tidak hanya kelokan2 tajam sungai, akan tetapi halangan2 berupa pohon tumbang yg membuat kami terpaksa menundukkan kepala atau pohon tumbang didalam air membuat long boat terseok2 melewatinya.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalur-sungai.jpg" alt="Sungai Salawai" /></p>
<p><em>Rute Sungai Salawai yang harus dilewati, kadang tertutup dahan2 sagu dari sekeliling sungai</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dalam perjalanan menyusuri sungai ini, kami berlima tidak yakin akan menemukan buaya dalam sungai ini, kami lebih fokus untuk menikmati hutan dan keindahan karena dari informasi penduduk buaya sungai ini lebih sering ditemukan oleh mereka yang menggunakan perahu dayung tanpa keributan. Sedang kami, ah jangan hitung lengkingan mesin 20 Pk di belakang longboat, setiap melihat pemandangan yang indah saja, mulut kami sudah berkicau lebih keras dari pada suara burung di pepohonan. Pada sebuah kelokan tajam, saat mata dan kamera kami lagi siap2 untuk memotret beberapa ekor bebek yang terbang mengiringi kami, tiba Bang Alay, pengemudi longboat berteriak kalo ada buaya didepan kami, saya yang duduk paling depan kaget setengah mati lalu mencari2 dimana buayanya.. rupanya.. omaigat.. hanya berkisar beberapa meter saja dari depan longboat, mungkin sekitar 4-5 meter si buaya sedang asyik berjemur menikmati cahaya matahari di pinggiran sungai.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_4650.jpg" alt="buaya salawai" /></p>
<p><em>Buaya liar sungai Salawai yang kami temukan dalam perjalanan ini. Dengan modal lensa kit dan jarak beberapa meter dari buaya lumayan membuat hati berdebar juga.</em></p>
<p style="text-align: left;">Dengan tanpa pikir panjang lansung kamera bergerak untuk menjepret buaya tersebut, hampir 7 menit kemudian saya bertanya-tanya dalam hati &#8221; <em>ini buaya plastik apa ga sih, dari tadi kok ga gerak2,diam seperti patung aja nih</em>&#8221; eadalah.. tak sampai dua menit saat perahu yang terkena arus sudah mundur agak jauh dan kami meminta untuk mendekat sedikit, mungkin karena saking ributnya kami ditambah suara mesin, tiba2 dengan kecepatan kilat si buaya lansung meloncat dalam air. &#8220;<em>Oh Tuhan, saya baru percaya saya gerakan buaya yang sangat cepat dan itu buaya liar asli dari alam&#8221; </em>*gobliks*<em> <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </em>Setelah itu tanpa pikir panjang kami pun lansung bilang ke Bang Alay untuk berbalik arah pulang, karena kami ga berani lagi untuk lebih jauh masuk kedalam sungai tersebut. Ngeri harus ketemu buaya2.</p>
<div id="attachment_1059" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sapalewa.jpg"><img class="size-medium wp-image-1059" title="sapalewa" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sapalewa-300x154.jpg" alt="" width="300" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Sapalewa : photo by Alvin Lee Hahuly</p></div>
<p>Dalam perjalanan pulang kami masih sempat mampir ke sebuah tempat produksi sagu, saya tak menyangka ada tempat seperti itu. Menurut pekerjanya, pada satu bak bisa menampung 100 tumang lebih sagu tumang (tumang : adalah tempat yang digunakan untuk menampung sagu mentah). Setelah mampir dan photo2 sebentar kami pun melanjutkan perjalanan untuk menikmati kelapa muda di Hulu sungai salawai ini. perut lapar dan stamina yang mulai melemas adalah kombinasi tepat untuk menikmati kelapa muda. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Saat melihat jam yang sudah menunjukkan waktu 12 siang, perjalanan kami lanjutkan ke Pulau Kecil Sapalewa untuk menikmati makan siang, pulau kecil tanpa penghuni ini pemandangannya sangat indah, dengan</p>
<div id="attachment_1022" class="wp-caption alignright" style="width: 291px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/salawai.jpg"><img class="size-medium wp-image-1022" title="salawai" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/salawai-300x199.jpg" alt="" width="281" height="186" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai di Pulau Salawai</p></div>
<p style="text-align: left;">komposisi pasir putih di sekeliling pulau dan pepohonan rindang membuat pulau ini terasa sejuk sekali, apalagi masih terdengar suara2 burung makin menambah nikmatnya pulau ini. Setelah makan siang lalu beristrahat, tak lupa kopi dibuat untuk menikmati suasana alam pulau sapalewa ini, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Kelelawar, tapi sebelumnya kami berencana untuk Birding di sebuah gundukan pasir alam di tengah laut yang biasanya menjadi tempat persinggarahan burung2 laut, akan tetapi kami harus kecewa karena pulau pasir itu tertutup air laut yang sedang pasang. Jadi kami pun melewatkan photo2 burung disitu dan terus menuju pulau Kelelawar.</p>
<div id="attachment_1058" class="wp-caption alignleft" style="width: 246px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_4732.jpg"><img class="size-full wp-image-1058" title="DSC_4732" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_4732.jpg" alt="" width="236" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">Beberapa anak kecil sedang membersihkan rumput laut</p></div>
<p>Mendekati Pulau Kelelawar kita melewati beberapa pulau kecil, dari kejauhan terlihat ada beberapa rumah warga yang keliatannya sebagai tempat atau gudang penyimpanan rumput laut *bener tidak? soalnya ane tidur selama perjalanan dari Sapalewa ke Pulau Kelelawar nih* Terbangun beberapa saat kemudian setelah mendekat ke Pulau kelelawar, Pulau kelelawar ini bisa dibilang bukan sebuah pulau tapi lebih</p>
<div id="attachment_1057" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masuk-kelelawar.jpg"><img class="size-medium wp-image-1057" title="masuk-kelelawar" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masuk-kelelawar-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Jalan masuk kedalam untuk melihat kelelawar *abaikan yang lagi pingsan ditengah itu*</p></div>
<p>mirip kumpulan tanaman bakau sejak dulu sehingga bisa menjadi saran bagi kelelawar Sawai.  sedang pulau-pulau disekeliling pun terlihat seperti itu ditambah pasir laut. Perjalanan ke pulau kelelawar hanya bisa dilakukan pada waktu air laut sedang pasang, jika air laut surut maka longboat tidak bisa masuk karena lautnya sudah dangkal, penduduk menanami sekitar pulau2 itu dengan bakau serta juga tanaman Rumput laut.</p>
<p>Terdapat sebuah dermaga dari kayu berbentuk huruf T menyambut longboat yang merapat ke pulau ini, dermaga kayu sekaligus pintu masuk kedalam pulau kecil ini dibangun pemerintah setempat untuk para pengunjung melihat kelelawar dari jarak cukup aman. Keseharian dermaga ini selain pintu masuk pulau kelelawar penduduk sekitar menggunakan tempat ini untuk membersihkan bibit ataupun hasil panen rumput laut sebelum di bawa pulang ke Desa Sawai. Selama perjalanan menggunakan Long boat ini pemandangan di sekitar sangat rugi kalo terlewatkan, aktifitas penduduk maupun burung2 di sela pepohonan memberi kesan sendiri dalam perjalanan ini.</p>
<div id="attachment_1064" class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/bebek.jpg"><img class="size-medium wp-image-1064" title="bebek" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/bebek-300x289.jpg" alt="" width="219" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Burung Laut (By Mas Nanang)</p></div>
<p style="text-align: left;">Di pulau ini habitat kelelawar sangatlah banyak, mereka tinggal di beberapa pohon Bakau yang besar-besar, sayang jika dilihat pembuatan jalan masuk tersebut sedikit mengganggu karena menebas  pohon-pohon bakau untuk mendekati pohon besar tempat berdiamnya para kelelawar ini, mungkin jika dibuat dengan konsep alam tanpa perlu merusak terlalu banyak bakau-bakau tersebut suasananya akan lebih menyeramkan kali yah <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/kelelawar.jpg" alt="habitat kelelawar" width="502" height="358" /></p>
<p>Setelah dari pulau kelelawar, karena kondisi badan sudah sangat capek, kami pun memilih beristrahat sambil ngobrol2 dengan beberapa nelayan rumput laut yang baru saja membeli bibit rumput laut dari sebuah desa. Rencana istrahat sebentar rupanya tidak cukup, setelah membuat kopi *lagi* untuk dinikmati, rupanya teman2 tidak tahan untuk lansung menggulingkan badan beralaskan papan dermaga, capek + angin sepoi2 + musik lawas jaman 80-an jadi obat manjur untuk mata lansung tidur. Saya yang lagi menikmati suasana lansung menjepret teman2 yang sudah tidur duluan <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) tapi rupanya nasib ga berpihak, setelah menjepret beberapa kali dan berniat tidur. Ealah, abang tukang long boat udah meminta kita untuk segera balik karena laut makin surut sehingga dikhawatirkan longboat tak bisa pulang ke Sawai. Di langit, awan gelap perlahan mulai muncul dari sebelah timur meski di sebelah barat langit masih terlihat cerah sekali. Apalagi kami masih harus menyimpan energi untuk perjalanan besok ke Rumah pohon maka kami pun segera kembali secepatnya dengan niat tentunya tidak ingin istrahat tetapi snorkeling di sekeliling penginapan yang tenang serta jepret senja tentunya.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/umah-pohon_.jpg" alt="Rumah Pohon" width="300" height="450" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Platform Rumah Pohon aka Bird Watching Taman Nasional Manusela setinggi 45 meter; dari Sawai berjalan kaki sekitar 1 jam untuk menuju lokasi ini</em></p>
<p style="text-align: left;">Keesokan harinya, menurut rencana perjalanan ke Rumah Pohon di Dusun  Masihulang Desa Sawai dimulai setelah makan siang, maka pagi setelah  sarapan dan jalan-jalan di sekeliling penginapan untuk jepret2 sana sini kami pun kembali istirahat dengan tenang, tenang itu maksudnya tidur dengan nyenyak tanpa perlu khawatir terganggu oleh suara bising. Tapi akibatnya lumayan nendang, sakit kepala akibat kebanyakan tidur mulai kerasa akhirnya jam 11 siang, karena isi kepala mulai berdenyut2 saya pun memutuskan bangun dan bikin kopi di depan teras penginapan sambil menikmati aktifitas para nelayan disekeliling penginapan. Saat jam mulai menunjukkan tepat tengah hari, awan gelap perlahan mulai muncul, rasa khawatir terhadap rencana ke Rumah pohon mulai menyelusup, jika hujan turun maka kami akan sangat kesulitan sekali berjalan kesana dibawah guyuran hujan.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah menikmati makan siang, hujan turun perlahan, oleh Pak Ali kami disarankan untuk menunggu hujan reda sedikit sebelum memulai perjalanan, laut yang terlihat pasang sampai bebrapa sentimeter dari biasa hampir menenggelamkan jembatan kecil di depan penginapan tersebut. Akhirnya hujan berhenti meski di langit masih terlihat awan berarak</p>
<div id="attachment_1070" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan-masuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-1070" title="jalan-masuk" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan-masuk-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Rute bakau teluk dalam</p></div>
<p style="text-align: left;">tapi matahari sudah mulai muncul lalu kami pun memutuskan melakukan perjalanan tepat jam 2 siang. Rute ke Rumah pohon yang kami lalui adalah menggunakan long boat memasuki teluk sawai sekitar 15 menitan, teluk Sawai bagian dalam ini dipenuhi oleh pohon-pohon bakau, jalan masuk yang digunakan mungkin hanya selebar 2-3 meter saja, sama seperti dengan sungai salawai, jalan masuk itu harus melewati rintangan berupa belokan2 tajam yang ekstrim bahkan pohon2 bakau di sekeliling jalan masuk ini pun terlihat lebih rindang dari pada sungai salawai. Setelah sampai di tujuan perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju dusun masihulan, jalan yang kami gunakan adalah jalan utama menuju desa Sawai dari Jalan lintas Seram melewati pegunungan SS tersebut. Jalan yang dibangun sekitar tahun 90-an dan diaspal sekitar 5 tahun lalu terlihat sudah hancur di mana-mana, bahkan dibeberapa titik terlihat hanya tanah merah belaka dengan gundukan-gundukan yang bisa membuat mobil terpeleset.</p>
<div id="attachment_1071" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masihulan.jpg"><img class="size-medium wp-image-1071" title="masihulan" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masihulan-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Gerbang Masuk Dusun Masihulan</p></div>
<p>Sekitar 30 menit kemudian kami sampai di rumah Om Buce, Ketua Tim pengelola Rumah Pohon, disana terlihat perlengkapan2 memanjat sudah terhampar di teras rumah beliau, sambil mengambil napas yang sudah ngos-ngosan senin kamis, kami pun menunggu Om Buce yang rupanya tidak menyangka kami akan naik ke rumah pohon ketika jam sudah menunjukkan pukul 3 sore itu, Biasanya para pengungjung akan datang lebih siang agar bisa naik ke Rumah Pohon dan turun sore hari, sedangkan dengan waktu2 seperti kita ini biasanya para pengungjung akan menginap diatas rumah pohon. Setelah mengecek perlengkapan dengan baik, beberapa anggota Tim pengelola rumah pohon mulai mengangkut perlengkapan tersebut dan meminta kita untuk segera mengikuti mereka, sementara itu hujan rintik2 mulai turun perlahan-lahan, segala perlengkapan kamera pun kami masukan kedalam tas agar tidak kebasahan.</p>
<p style="text-align: left;">Perjalanan menyusuri jalanan aspal itu dilanjutkan melewati Lokasi Karantina Burung yang didirikan oleh Pemerintah beberapa saat kemudian kami mulai berbelok dan menyusuri jalanan setapak ala hutan-hutan tropis, melewati perkebunan kakao yang lagi berbuah perjalanan mulai memasuki detik2 menegangkan. Jalan yang becek bikin kaki terasa berat untuk melangkah, efeknya nafas terasa banget tinggal di ujung idung doang <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  sedangkan penduduk lokal terlihat begitu santai, meski jalanan tersebut tidak menanjak akan tetapi lumayan berat dilewati bagi orang yg jarang naik gunung macam sayah ini. Ketika di kiri kanan pohon-pohon semakin tinggi dan suara burung makin banyak tiba2 didepan saya muncul tanjakan yang lumayan curam, begitu naik lansung dah saya lemas dan tak berdaya, hanya karena mendengar suara teman2 yang sudah sampai duluan begitu dekat maka ada sedikit harapan untuk terus melanjutkan perjalanan.</p>
<div id="attachment_1074" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/naik.jpg"><img class="size-medium wp-image-1074" title="naik" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/naik-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Naik ke puncak <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )</p></div>
<p>Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, riang-riang mulai ribut dikiri kanan menandakan malam yang sudah mulai tiba,  Tim pengelola bergerak cepat untuk mempersiapkan semuanya, Om Buce yang mendadak menhilang udah berada di atas rumah pohon dan memasang tali temali serta mengecek ke amanannya, sedang kita? dibalik napas kembang kempis itu kami mulai khawatir dengan kondisi semua orang (maksudnya kita-kita yang datang bukan penduduk disana)  sambil menenangkan diri kami mempertimbangkan estimasi waktu untuk naik ke atas pohon sekaligus turun serta tenaga yang tersisa yang jika dilihat maka mungkin malam hari baru bisa pulang. Jelas hal itu jelas sangat mengkhawatirkan, tenaga udah habis, perut lapar, jalanan yang tiba2 bikin kami semua trauma dan beberapa pertimbangan lain, akhirnya kami memutuskan soal kembali ke Sawai atau tidak nanti setelah kami semua berada diatas rumah pohon.</p>
<div id="attachment_1075" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/platform.jpg"><img class="size-medium wp-image-1075" title="platform" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/platform-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Ceria meski lapar <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: left;">Akhirnya dengan digeret satu persatu kami pun menaiki rumah pohon, dimulai dari Saya sebagai test case pertama jika selamat maka yang lain pun akan selamat *nangis darah*, Singgih, Yesco, Mas Nanang dan Bang Alvin terakhir merupakan urut-urutan, nanti posisi ini pun saat pulang tetap digunakan alhasil saya yang pertama menjdi kelinci percobaan beneran dengan turun kebawah tanpa tali pengaman utama (tali master) *nangis lagi* #abaikan.</p>
<div id="attachment_1076" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/hidangan-malam.jpg"><img class="size-medium wp-image-1076" title="hidangan-malam" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/hidangan-malam-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Makan malam &amp; wajah kelaparan</p></div>
<p style="text-align: left;">Dan ternyata orang terakhir yang sampai di atas terlihat waktu sudah menunjukkan tepat jam 6 sore. Dengan mempertimbangkan semuanya kami memutuskan menginap alias tidur di rumah pohon. Logistik? jangan di tanyain, Om Buce berbaik hati akan pulang dan mengambil makan malam kepada kami, karena jelas nekat sekali kami menginap diatas rumah pohon tanpa persiapan apa-apa, jaket &amp; jas hujan mungkin iya (meski ada teman yang salah kostum karena hanya memakai baju kaos yukensi + celana pendek doang), tapi makanan? selain satu bungkus permen hexos yang dibeli di Masohi pas berangkat juga ada termos air panas beserta temannya kopi &amp; gula sudah cukup bagi kami bertahan. Dari hasil hitung-hitungan kasar paling lambat Om Buce akan balik dengan makan malam sekitar jam 10 malam maka logistik tadi sudah cukuplah. Setelah ada kesepakatan kami pun mulai menjepret kiri kanan.</p>
<div id="attachment_1079" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/motret.jpg"><img class="size-medium wp-image-1079" title="motret" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/motret-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">persiapan motret</p></div>
<p>Langit berbaik hati malam itu untuk kami, setelah disuguhi pemandangan indah senja dan kabutnya, perlahan bulan muncul, kekhawatiran terhadap hujan pun sirna. Bulan itu membuat kami tetap bisa melihat dalam kegelapan tanpa perlu senter atau penerangan lainnya. Oh iya di atas platform rumah pohon ini juga tersedia MCK darurat untuk hajat lain-lain itu, meski kami gunakan dengan yah begitu deh <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) ngerti kan maksud sayah?. Semakin malam suguhan keindahan oleh alam makin indah, tapi rupanya ada satu yang membuat risau, suguhan kopi yang memakai ranting sebagai pengganti sendok yang lupa dibawa untuk mengganjal perut lapar + ngemut permen agar energi tak habis tidak bisa bertahan lama. Semakin malam suara-suara alam mulai ditimpali suara dari perut kami sendiri.</p>
<div id="attachment_1080" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sarapan-pagi.jpg"><img class="size-medium wp-image-1080" title="sarapan-pagi" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sarapan-pagi-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">bangun tidur narsis lagi</p></div>
<p>Meski begitu, kami tetap mengajak Bang Ferly, seorang penduduk Masihulan untuk ngobrol-ngobrol, banyak kisah menarik dari beliau. Dari mulai kisah pengalaman beliau menangani klien dari bule sampai kepada tamu2 dari Jepang, yang paling menarik adalah kisah beliau tentang sejarah negeri Masihulan dan suku Huaulu di lembah itu. Tak terasa jam 10 sudah lewat, sedang makanan belum juga datang, kami pun mencoba tidur tapi tidak bisa. Lalu akhirnya sekitar jam 11.30 malam, sajian makan malam yang dinanti pun tiba, dengan cara digeret seperti kami tadi makanan pun dinaikkan lalu kami pun menikmati makanan paling nikmat selama ini di atas rumah pohon.</p>
<div id="attachment_1033" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/rumah-pohon.jpg"><img class="size-medium wp-image-1033" title="rumah pohon" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/rumah-pohon-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Minum kopi pagi</p></div>
<p>Paginya, ah tak usah dibilang, selain menikmati burung2 ciri khas Taman Nasional Manusela seperti : kakatua, pombo, nuri, rangong alias burung taong-taong dalam bahasa Ambon, kami pun menjepret sepuasnya sambil menunggu Om Buce dan timnya dari Masihulan untuk menurunkan kami sekaligus berjalan kaki pulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Sawai dalam lensa *sedikit*</strong></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #000000;"><em>[Gabungan photo teman2 yg ikut jalan ke Sawai]</em></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></span></p>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_998" class="wp-caption aligncenter" style="width: 523px"><em><img class="size-full wp-image-998" title="3" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/3.jpg" alt="" width="513" height="337" /></em><p class="wp-caption-text">Saat malam, Bulan perlahan muncul dari balik awan.</p></div>
<div id="attachment_1089" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><img class="size-full wp-image-1089" title="hatu sukun" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/hatu-sukun.jpg" alt="" width="525" height="354" /><p class="wp-caption-text">Puncak Hatu Sukun - Barisan pegunungan di belakang Sawai</p></div>
<p style="text-align: center;"><em> </em><em><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/6.jpg" alt="selamat pagi" /></em></p>
<p><em> Saat pagi menyambut dari jendela kamar.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_1090" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><em><img class="size-full wp-image-1090" title="selamat pagi" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/selamat-pagi.jpg" alt="" width="500" height="344" /></em><p class="wp-caption-text">Selamat pagi...</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/gadis.jpg" alt="pergi mengaji" /></p>
<p><em> Rumah penduduk disekitaran penginapan, terlihat dua orang anak kecil berangkat mengaji menyusuri jembatan2 kayu.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/7.jpg" alt="tangkap ikan" /></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Memancing.. motret dari depan kamar, laut sangat jernih sampai koral-koral karang dapat terlihat dengan jelas</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1091" class="wp-caption aligncenter" style="width: 508px"><img class="size-full wp-image-1091" title="underwater" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/underwater.jpg" alt="" width="498" height="310" /><p class="wp-caption-text">Bukan Underwater Photography, Foto ini di ambil dari atas penginapan, laut sangat jernih sehingga bisa melihat koral2 dan ikan dibawah laut</p></div>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/cover.jpg" alt="temans-temans" width="504" height="289" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Narsis kala senja</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*lirik ke atas* naudzubillah.. panjang sekali *cuek bebek*</p>
<p>Jadi untuk lebih memperpanjang ini posting, saya tambahin sedikit Tips jika anda berniat berlibur ke Sawai Maluku Tengah dengan aman, nyaman, nikmat dan tentu sepuas-puasnya.</p>
<p><strong><em>Tips Berlibur Ke Sawai :</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>1. Rencakan perjalanan anda</em></strong><br />
Ini termasuk dengan mempertimbangkan akomodasi transporatsi, cuaca dan tour yang ingin anda isi di Sawai. Termasuk juga kesiapan fisik tentunya.</p>
<p><strong><em>2. Cek Cuaca &amp; kondisi</em></strong><br />
Waktu kunjungan terbaik sekitar bulan september &#8211; oktober atau bulan-bulan februari, akan tetapi sebaiknya anda melakukan cek ulang sehingga lebih valid, jangan sampai anda disana hanya menikmati rintik hujan saja <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>2. Cari informasi transportasi dengan baik.</strong></em><br />
Transportasi dari kota Ambon ke Masohi agak lancar dengan kapal cepat dua kali sehari pagi dan sore, sedikit kesulitan tranportasi saat rute Masohi &#8211; Sawai dan rute Masohi &#8211; Saka &#8211; Sawai sebaiknya transportasi sudah siap ketika anda masih berada di kota Ambon, sehingga saat sampai di Masohi anda tidak perlu pusing untuk tawar menawar mobil menuju Sawai ataupun Saka, jika anda mengambil rute ke Saka, maka pastikan dari pihak penginapan sudah mengetahui kedatangan anda dan mereka bisa menjemput/menunggu anda di Saka.<br />
Dan paling penting, jika anda menggunakan mobil negosiasikan sekaligus transportas penjemputan sehingga anda tidak sibuk saat pulang untuk mencari transportasi lagi. Jangan lupa untuk meminta nomor telp si Supir untuk menjalin komunikasi.</p>
<p><em><strong>3. Sebaiknya hari pertama </strong></em>tiba rencanakan untuk beristrahat dan mengenali daerah sekitar penginapan sehingga anda dapat santai dan benar2 menikmati suasana.</p>
<p><strong><em>4. Hari kedua</em></strong> &amp; seterusnya silahkan nikmat paket tour-tour yang anda pilih, sesuaikan waktunya agar anda dapat beristrahat dengan baik.</p>
<p><em><strong>5. Sinyal yang ada di Sawai </strong></em>&amp; sekitarnya masih satu  operator yakni X*, sedangkan operator lainnya tidak ada, jadi pastikan  anda membeli kartu perdana untuk persiapan disana jika ada keperluan  penting.</p>
<p>apa lagi yah&#8230; engggggg&#8230; *ingat2* kalo mo kesana sekalian ajak aku biar jalan bareng2 hihiiihi *ditabok* *ngiler pengen balik lagi kesana* itu saja dulu semoga berguna.</p>
<p>Sebenarnya masih pengen share photo2 banyak lagi, tapi melihat kapasitas halaman yang kalo discrol udah panjang, jadi kapan2 di share lagi deh photo2 pemandangan sawai yang tak termuat di atas ini.. selamat menikmati&#8230;. #dihajarmassa</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/' addthis:title='Sawai : Surga di sudut pulau Seram '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>80</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huelee Arumbai*</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 14:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Arumbai]]></category>
		<category><![CDATA[Huele]]></category>
		<category><![CDATA[Tomma]]></category>
		<category><![CDATA[Ultah 2 Arumbai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=920</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa Tomma, Arumbai akan sepi dan kehilangan makna. Tanpa Tomma Arumbai hanyalah simbol kebanggaan dan harapan massa lalu.  Tatkala Tomma hanyalah bisikan dari mulut para Tanase dan Jurumudi. Maka saat itu juga arumbai menjadi onggokan kayu mati yang tertidur dibilik  paparisa di pinggiran-pinggiran pantai, meski masih terlihat dengan jelas,  hantaman gelombang pada ruas-ruas kayunya yang [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/' addthis:title='Huelee Arumbai* '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/04/master1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-930" title="master1" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/04/master1.jpg" alt="" width="425" height="199" /></a><span id="more-920"></span></p>
<p>Tanpa Tomma, Arumbai akan sepi dan kehilangan makna. Tanpa Tomma Arumbai hanyalah simbol kebanggaan dan harapan massa lalu.  Tatkala Tomma hanyalah bisikan dari mulut para Tanase dan Jurumudi. Maka saat itu juga arumbai menjadi onggokan kayu mati yang tertidur dibilik  paparisa di pinggiran-pinggiran pantai, meski masih terlihat dengan jelas,  hantaman gelombang pada ruas-ruas kayunya yang kokoh. Sisa-sisa keperkasaan itu hanya akan menjadi cerita ketika Tomma dilemparkan pada pohon-pohon beton disetiap Straat mata jalan. Karena Arumbai dan Tomma adalah dua kata yang tak bisa dipisahkan, saling menguatkan, saling mengisi, siang dan malam, hujan dan cerah. Lalu dari mereka tercipta ribuan mimpi dan cita-cita, dari kaki-kaki omba sampai gelombang besar ditengah lautan, dari kosong menjadi satu.</p>
<p>Arumbai adalah wadah harapan dan cita-cita semua anggota yang direkatkan pada tiap dindingnya. Arumbai adalah tempat setiap setiap &#8220;beta&#8221; dimusnahkan berganti &#8220;katong&#8221;, arumbai adalah tanah ini yang menhidupi setiap orang diatasnya. Dan  Tomma&#8230;. ah, entahlah terkadang saya merasa Tomma adalah sebuah kata yang sangat sakral, tomma seperti ikrar semangat orang Maluku untuk mengatakan dalam hati bahwa harapan itu selalu ada dan jangan putus asa &#8211; sedikit sempit &#8211; Tomma juga mungkin seperti bisikan angin yang memberimu kehangatan tentang rumah, pala, cengkeh, sagu dan &#8220;<em>Jangan takut, meski gelombang sebesar langit menghadang, meski arumbai ini hanyalah kayu yang direkatkan oleh pasak dan damar dari tanahmu.. jangan takut, lihatlah ke depan, lihatlah ke depan, disana harapan selalu ada untuk orang2 yang berani ditanah ini</em>&#8220;.</p>
<p>Tomma  itu hadir melengkapi setiap cita-cita yang telah diikrarkan dengan semangat dan keberanian pada arumbai. Tomma menjelma sebagai proses untuk meraih semua mimpi itu, teriakan tomma tidak hanya sekedar mengajak untuk berani melangkah terus ke depan menggapai cita-cita. Lebih.. tomma lebih dari itu kawan, Pada tiap teriakan Tomma di Arumbai akan diikuti dengan bunyi pukulan kayu didinding arumbai, bunyi ini mengisi ruang kosong tiap nada  ketukan dayung yang membentur pinggiran arumbai. Tomma mengisi tempat yang penuh cita-cita bernama arumbai dengan semangat untuk mencapai semuanya.</p>
<p>Lalu Huele&#8230; ah bagi aku, Arumbai Blogger belum sampai di huele dan tak akan pernah sampai selamanya, biarpun hari ini memasuki tahun ke-3 kami belum pantas untuk &#8220;Huele&#8221;. Meski sudah dewasa, berkumis, berjanggutpun kami tak akan pernah sampai di &#8220;Huele&#8221;, karena huele bukan milik kami Arumbai Blogger dan bukan pula milik para Tanase dan Jurumudi arumbai sekarang ini. Huele adalah karya peradaban yang dimiliki setiap orang dan yang pasti &#8220;Setiap generasi akan memiliki &#8220;huele&#8221; sendiri-sendiri sebagai tanda mata yang ditinggalkan bagi negeri ini&#8221;.</p>
<p>[Sudahkah ale bikin arumbai lalu tomma deng akhirnya huele par negeri ini sudara?]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">Kole kole arumbai kole…..<br />
Tana pati tana bara&#8230;.. arumbai kole….<br />
Kole kole arumbai kole…..<br />
Tiup angin ke utara….. arumbai kole….<br />
Manise manise su talalu manise<br />
Sama santan dengan gula su talalu manise.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Maluku Blogger Community<br />
Paparisa<br />
Beta Blogger Maluku<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
Lalu<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong>Arumbai</strong></span><br />
<span style="color: #ff0000;"><strong> Komunitas Blogger Maluku</strong></span><br />
<span style="color: #ff0000;"><strong>Selamat Ulang Tahun ke-2 </strong></span><br />
.<br />
Horomate!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: left;"><em>*Huele : sebuah istilah dari bahasa tanah di Seram Selatan untuk menggambarkan teriakan penuh suka cita dan kegembiraan ketika berhasil mencapai kemenangan/tujuan.</em></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/' addthis:title='Huelee Arumbai* '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#1 Mengejar Senja</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/11/1-mengejar-senja/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/11/1-mengejar-senja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 16:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Air Salobar]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Natsepa]]></category>
		<category><![CDATA[senja]]></category>
		<category><![CDATA[Sore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[Lautan adalah rindu yang terpendam Saat kita saling memintal isyarat diujung mata Matahari bercerita tentang jingga dibatas langit Lalu aku tenggelam dilancip hatimu : sekarat. [1] Jika engkau terus berdiri dengan setia aku temani Jika engkau ada di sini sudah tentu aku tak pergi Jika engkau pilih berlari aku bersiap putar kemudi Jika engkau berlalu [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/11/1-mengejar-senja/' addthis:title='#1 Mengejar Senja '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><em>Lautan adalah rindu yang terpendam<br />
Saat kita saling memintal isyarat diujung mata<br />
Matahari bercerita tentang jingga dibatas langit<br />
Lalu aku tenggelam dilancip hatimu : sekarat.</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-826"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-813" title="Laut" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/11/olds_.jpg" alt="" width="498" height="260" /></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-813" title="Setia" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/11/olds_2.jpg" alt="" width="437" height="340" /></p>
<p style="text-align: center;">[1]<br />
<strong>Jika engkau terus berdiri dengan setia aku temani<br />
Jika engkau ada di sini sudah tentu aku tak pergi<br />
Jika engkau pilih berlari aku bersiap putar kemudi<br />
Jika engkau berlalu pergi kuangkat layar dan tak kembali.</strong></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-813" title="pat" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/11/olds_3.jpg" alt="Pulang" width="479" height="256" /><br />
[2]<br />
<strong>KepadaMu-lah<br />
Aku pasti pulang<br />
Dimana jalan itu?</strong></p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p><em><strong>#EdisiMengejarSenja 1 :</strong><br />
Photo 1 : Sebelum ketemu Pantai Natsepa, lagi lirik ada yg nyante dipinggiran pantai berduaan. kena jepret dah *maafkan sayah*.<br />
Photo 2 : Pantai Salobar, masih mengejar sunset, ada dua gadis sedang mandi dan beranjak pulang.. jadi itulah hasilnya.<br />
Photo 3 : Suli pantai ke arah Desa Tenga-Tenga. sayang langitnya flat jadi sendu.<br />
Camera Canon 400D Pinjaman pulak!</em><br />
<em><br />
[1] Puisi &#8220;Berhitung Rasa&#8221; : Dino Umahuk, bait terakhir<br />
[2] Puisi &#8220;Ya Jou&#8221; : Dino Umahuk&#8221;</em><br />
<em><br />
</em></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/11/1-mengejar-senja/' addthis:title='#1 Mengejar Senja '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/11/1-mengejar-senja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>78</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 18:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahal]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[karena &#8220;aman&#8221; adalah bahasa uang, maka keamanan adalah kata sakti yang harus dipungut demi remah-remah pembangunan yang masih tak juga adil&#8230; Permasalahan keamanan negeri ini adalah salah satu isyu yang paling mendasar, mengalahkan kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, korupsi, kolusi, nepotisme pendidikan dan lain-lain, isyu keamanan menjadi sedemikian penting ketika berhadap-hadapan dengan dunia luar, bagaimana momok RMS [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/' addthis:title='Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/save.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-193" title="save" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/save-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a></p>
<blockquote><p><strong><em>karena &#8220;aman&#8221; adalah bahasa uang, maka keamanan adalah kata sakti yang harus dipungut demi remah-remah pembangunan yang masih tak juga adil&#8230;</em></strong></p></blockquote>
<p><span id="more-170"></span>Permasalahan keamanan negeri ini adalah salah satu isyu yang paling mendasar, mengalahkan kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, korupsi, kolusi, nepotisme pendidikan dan lain-lain, isyu keamanan menjadi sedemikian penting ketika berhadap-hadapan dengan dunia luar, bagaimana momok RMS masih dijadikan bahaya Laten yang menghantui rakyat maluku bertahun-tahun tiada habisnya, bagaimana konflik-konflik antar pemuda yang mungkin dapat terjadi dimana saja, menjadi headline berita yang dengan pengaruh media massa menjadikan citra ketidak amanan, bagaimana konflik antar desa yang berjalan bertahun-tahun bahkan tidak hanya bertahun-tahun tapi sudah memakan ratusan tahun tidak pernah terselesaikan.</p>
<p>Ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar bahwa apa yang salah dari &#8220;keamanan negeri ini&#8221;, bagaimana kami orang maluku dapat bertahan hidup dalam suasana penuh ketidak amanan, bagaimana kami bisa hidup dalam negeri yang setiap saat dapat terjadi perkelahian, kerusuhan dll seperti yang ditulis dan dibaca oleh media masa.  Ataukah orang maluku yang sejak dulu terkenal keras sudah tak bisa membuat aman daerahnya sendiri.</p>
<p>Bagi saya, masalah keamanan hanyalah tergantung dari sudut pandang, bagaimana anda melihat kami rakyat maluku, bagaimana anda menilai diri kami apakah sebagai yang tertera di lembar-lembar media ataukah anda ingin melihat kami sebagai manusia. Sebagai contoh tawuran antar pemuda dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan itu tidak terbatas di Maluku, di tempat anda pun dapat terjadi, di Jakarta, tawuran antar pelajar bisa setiap bulan terjadi, perkelahian apapun dapat terjadi. tapi di Maluku hal itu dapat menjadi berita besar, ada seorang teman yang dulu pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap media, &#8220;Aku malah tahu perkelahian yg berjarak beberap meter dari Rumahku itu dari berita di TV&#8221; begitu cepatnya media mem-<em>blow up</em> semuanya sehingga stigma kekerasan semakin melekat pada diri orang maluku.</p>
<p>Tapi, mungkin menyalahkan media dalam hal ini sangatlah tidak tepat, persoalan-persoalan kekerasan diMaluku yang dijadikan headline berita nasional, sehingga hadir stigma ketidak amanan itu bukan salah wartawan, ini adalah kesalahan berjamaah semua orang, Pemerintah, Aparat yang berwenang pun turut Andil dalam membuat lingkaran kekerasan ini, ketika jaman Soeharto saat sayah masih kecil, tingkat kekerasan yang terjadi  bagi sayah hampir sama dengan sekarang, cuma mungkin saat itu bagaimana mereka meredam konflik yang terjadi sehingga tidak meluas dan menjadi komsumsi publik.  Walaupun itu bukan kondisi ideal setidaknya kita bisa belajar untuk lebih mengelola setiap masalah.</p>
<p>Kondisi ini mengakibatkan timbul kesan bahwa pemerintah sengaja untuk terus membiarkan konflik-konflik laten dalam masyarakat itu berlansung, kesan tersebut muncul setelah setiap permasalahan selalu berulang-ulang walaupun sudah diupayakan perdamaian oleh pemerintah, hal-hal yang berkaitan dengan konflik hanyalah di ulik pada permukaan sahaja tanpa menyentuh akar masalah apapaun, sehingga jika pada saat ini konflik itu muncul dan dapat didamaikan hal itu tidak dapat menjadi jaminan bahwa tidak akan terjadi kembali.</p>
<p>Negeri ini seperti sedang dipermainkan oleh<em> invisible hand</em> yang tidak menginginkan setiap tidur rakyat maluku tidak nyenyak, entah untuk kepentingan siapa, Rakyat maluku seperti hidup diantara dua kutub ekstrem. Disatu sisi, tengoklah kehidupan mereka yang aman dan damai, konflik apapun yang terjadi tidak membuat goyah. Banyak hal yang lebih penting dari pada hanya sekedar mengurus masalah lain, korupsi, pendidikan yang semakin mahal, transportasi yang tidak becus, ketimpangan ekonomi dan lain-lain. Hal-hal ini yang hanya dibicarakan dan menjadi janji manis politikus untuk perbaikan kedepan. Di sudut lain, rakyat Maluku dibombardir dengan segala stigma yang mencoreng daerah ini dari setiap sudutnya dan sengaja melupakan apa yang Rakyat Maluku inginkan.</p>
<p>Semoga negeri ini tidak sedang dipaksa untuk terus memberikan jalan, membuka lebar setiap pintu rumah untuk dapat dimasuki oleh orang lain, dipaksa untuk membuat aman &#8220;kintal-kintal&#8221; rumahnya dan membiarkan nya dieksploitasi oleh orang lain, kekayaan negeri ini dicabut untuk dinikmati oleh orang lain dan kami terpaksa mengais sisa-sisa <em>ampas sagu dari mata air</em>.</p>
<h4><em>Maluku kembali manis keadaan yang seperti ini yang harus dijaga  sampai selamanya tak ada lagi acang deng obet, kami anak maluku manusia  maluku yang otentiki yang membangun kemalukuan kami ditengah  porak-porandanya reruntuhan.</em><em>(“Ketika Badai Pergi” Smerlap, Marvia, ‘Zabin N Morika MHC)</em></h4>
<address>[Photo  : "From Jailolo Bay Festival" | Asepp Yusuf Tazul Arifin | 2009]</address>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/' addthis:title='Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marhaban Ramadhan&#8230;.</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 17:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Design Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Download Jadwal Puasa Untuk Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Imsakiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Vector Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H/2010 M untuk Wilayah Ambon/Maluku dan sekitarnya silahkan klik pada gambar yang ingin di download. ini hanya posting menghilangkan kejenuhan, hanya sekedar menyalurkan isi kepala dan berbagi.. hanya sekedar ingin mengucapkan Selamat Menunaikan ibadah Ramadhan<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/' addthis:title='Marhaban Ramadhan&#8230;. '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/ngupload.jpg" alt="" width="306" height="372" /></p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<p>Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H/2010 M untuk Wilayah Ambon/Maluku dan sekitarnya silahkan klik pada gambar yang ingin di download.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 205px"><a href="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_3.jpg"><img title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_3.jpg" alt="" width="195" height="276" /></a><p class="wp-caption-text">Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 286px"><a href="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_2.jpg"><img title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/upload_2.jpg" alt="" width="276" height="195" /></a><p class="wp-caption-text">Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/vect1.jpg"><img title="Jadwal Imsakiyah Untuk daerah Ambon dan sekitarnya" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2010/07/vect1.jpg" alt="" width="240" height="291" /></a><p class="wp-caption-text">Ramadhan Smile in Vector Art</p></div>
<p>ini hanya posting menghilangkan kejenuhan, hanya sekedar menyalurkan isi kepala dan berbagi.. hanya sekedar ingin mengucapkan Selamat Menunaikan ibadah Ramadhan</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/' addthis:title='Marhaban Ramadhan&#8230;. '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/07/marhaban-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maluku, the wonderland of the world</title>
		<link>http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 02:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Cakalele]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Poster]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Lenso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Browsing di internet ketemu gambar-gambar maluku yang sangat bagus dan mengundang hasrat mata untuk terus menikmati, tiba2 ada ide untuk menggabungkan seluruh keindahan tersebut dalam satu poster atawa design yang bertema maluku dengan segala keanekaragaman budaya, keindahan pantainya serta alam bawah laut yang masih asri dan belum terekspos,  mungkin sebutan &#8220;The Wonderland of the World&#8221; [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/' addthis:title='Maluku, the wonderland of the world '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-29" title="maluku_edit" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2009/07/maluku_edit.png" alt="maluku_edit" width="378" height="530" /></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Browsing di internet ketemu gambar-gambar maluku yang sangat bagus dan mengundang hasrat mata untuk terus menikmati, tiba2 ada ide untuk menggabungkan seluruh keindahan tersebut dalam satu poster atawa design yang bertema maluku dengan segala keanekaragaman budaya, keindahan pantainya serta alam bawah laut yang masih asri dan belum terekspos,  mungkin sebutan &#8220;The Wonderland of the World&#8221; *halah* terlalu berkesan membanggakan diri sendiri, lagian kondisi kepulauan ini masih <a title="Ambon Kita" href="http://paparisa.com/?p=85" target="_blank">sangat jauh dari kesan &#8220;wonderland&#8221; </a>karena masih dan masih serta masih berbenah sejak sepuluh tahun lalu.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align: left;">Engg&#8230; kita tengok sedikit ah, agenda <a title="Go Moluccass 2009" href="http://almascatie.wordpress.com/2009/03/30/go-moluccass-2009/" target="_blank">Go Mollucas 2009</a> yang dicanangkan kemaren oleh Pemda Maluku di bulan juli dan agustus ini, bulan penuh hujan.. hmmm yang terdekat ada &#8220;Darwin – Ambon Yacht Race, yang akang dilaksakan pada 21-28 Juli besok, so bagi <a title="Komunitas Blogger Maluku" href="http://paparisa.com" target="_blank">teman2</a> yang mo ikutan tongkrongin tu bule2 bolehlah kita bareng ngeluruk ke Amahusu pas hujan2 gini *ditendang*. Sedangkan pada bulan Agustus ntar ada beberapa even yang menarik juga diantaranya ada :<br />
1. Pameran Budaya &amp; Arkeologi, Agustus [belum tau tanggal]<br />
2. Pesta Kesenian Maluku, [belum tau tanggal]<br />
3. Hut Provinsi, 19 Agustus 2009<br />
4. Festival Perkusi, [belum tau tanggal]<br />
5. Festival Sagu, [belum tau tanggal]<br />
6. Festival Tari Tradisional, [belum tau tanggal]</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Dan tak lupa saat Agustus juga bertepatan dengan <a title="Untitled Met Puasa" href="http://almascatie.wordpress.com/untitled/" target="_blank">Bulan Suci Ramadhan</a>, yang dijamin selalu menimbulkan selera atas kuliner di depan Mesjid Alfatah&#8230;</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/' addthis:title='Maluku, the wonderland of the world '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2009/07/maluku-the-wonderland-of-the-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

