<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:::: almascatie ::::</title>
	<atom:link href="http://almascatie.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almascatie.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Apr 2012 13:24:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Tentang Lelaki dari Negeri Tulip</title>
		<link>http://almascatie.com/2012/04/tentang-erick/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2012/04/tentang-erick/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 13:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1514</guid>
		<description><![CDATA[*Sajak bulan dan 4 Botol Bir. Ada bulan sepotong jatuh di taman Meninggalkan bayangan persahabatan di batu bata Pattimura berdiri kaku menyodok langit dengan parangnya Wajah Pattimura terlihat seram, katamu sambil tersenyum Di Pelataran, 4 botol bir berpindah dari satu tangan ke tangan lain membawa kehangatan tentang persahabatan Saat bulan masih muda, katong bakudapa di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Erik diatas benteng amsterdam" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/319774_10150723143394015_642504014_9382108_560866501_n.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Erik di atas tembok-tembok tebal Benteng Amsterdam desa Hila</p></div>
<p><strong><em>*Sajak bulan dan 4 Botol Bir.</em></strong></p>
<p><em>Ada bulan sepotong jatuh di taman</em><br />
<em> Meninggalkan bayangan persahabatan di batu bata</em><br />
<em> Pattimura berdiri kaku menyodok langit dengan parangnya</em><br />
<em> Wajah Pattimura terlihat seram, katamu sambil tersenyum</em><br />
<em> Di Pelataran, 4 botol bir berpindah dari satu tangan ke tangan lain</em><br />
<em> membawa kehangatan tentang persahabatan</em><br />
<em> Saat bulan masih muda, katong bakudapa di galunggung</em><br />
<em> Dan malam ini, bulan tua menggenapi persaudaraan dari langit</em><br />
<em> (Pattimura Park, 1.03 : 04/05/12)</em></p>
<p><span id="more-1514"></span></p>
<p>Sepenggal kata-kata yang saya beri nama sajak biar terlihat keren dibuat malam kemaren saat kita kumpul-kumpul untuk merayakan perpisahan dengan Erik, salah satu Bule yang sempat beberapa lama tinggal di Ambon dan bergaul dengan kami, waktu sudah sangat malam dan mendadak beberapa teman membuat kado puisi ataupun pantun untuk Erik yang akan kembali ke Belanda pada jam 5 paginya. Mungkin terkesan gimana gitu saat saya menulis &#8220;pesta perpisahan&#8221; tapi memang bukan karena si Erik bule dari belanda dan kami harus membuatkan sebuah acara kecil-kecilan untuk kembalinya dia, tapi Erik mungkin bagi kami, komunitas muda di ambon adalah seseorang yang unik di antara kami.</p>
<p>Saya mengenal Erik  beberapa minggu yang lalu, saat saya lagi bersama teman-teman komunitas lagi berencana untuk berkumpul dan membahas tentang perkembangan komunitas-komunitas orang muda di Ambon, di perjalanan menuju tempat acara, saya di telpon oleh Bapak Jacky M. yang memberitahukan dan meminta kesediaan kami menerima seorang bule yang ingin hadir di kumpul2 komunitas tersebut.  Sesampainya di tempat acara di kawasan Galungggung Ambon beberapa teman sudah hadir, dan tak lama pun muncul seorang wanita yang membonceng seorang bule gondrong dan terlihat masih muda. Saya lupa Ibu yg membonceng si bule tadi, tapi beliau pun langsung mencari saya untuk di kenalkan dengan Erik atas pesan Bapa Jack tadi.</p>
<p>Erik Meinema,  mahasiswa S2 di Groningen University, yang sedang melakukan penelitian tentang Gerakan Anak Muda untuk membangun perdamaian *<em>kalo ga salah sih gitu</em>* dan kebetulan studi kasus yang dilakukan adalah di Ambon dengan gerakan Peace Provocateur atau gerakan Provokasi Damai yang dilakukan oleh teman-teman komunitas muda semenjak peristiwa 11 september 2011 beberapa waktu lalu. Sebenarnya dia ingin melakukan penelitian perdamaian itu di daerah Afrika, namun dari email-email yang di kirim ke setiap lokasi yang ingin di teliti hanya Ambon yang merespon email dia, sehingga dia pun  terdampar di kota kecil kami yang panas namun indah ini .</p>
<p>Awalnya sih kami terlibat obrolan yang sedikit kaku (<em>baca : ga nyambung, gegara bahasa inggris sayah yang lumayan cuman Yes No sahaja dan kosakata indonesia dia yang standart pulak maka lengkaplah sudah</em> <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  ). Sambil ngobrol2 santai, Erik pun bercerita sedikit tentang penelitian dia tersebut. Saya tertarik ketika mengetahui Erik membuka buku dan menulis apa yang kami obrolkan. Beberapa informasi yang kalo bagi saya itu hanyalah sekedar pengenalan ato cerita-cerita yang ndak penting tapi semuanya di tulis oleh dia *rajin amat itu erik nulis* selain itu dia pun meminta kesediaan kami untuk di wawancarai oleh dia terkait dengan penelitian dia itu. Selama kami rapat komunitas itu pun Erik terlihat serius sekali mengikutinya meski harus di terjemahkan  setiap isi diskusi kami ke dia biar lebih paham.</p>
<p>Minggu-minggu berikutnya kami pun mengajak Erik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan komunitas, mulai dari Kelas Akber sampai kelas kongkow2 dengan materi ketawa ketiwi di warung-warung kopi kesukaan kami. Interaksi dia yang pada awalnya sekedar Mahasiswa yang sedang melakukan penelitian perlahan mulai berubah, yah awalnya dia terlihat resmi tapi kemudian mulai di ajak oleh teman2 komunitas untuk ngider satu persatu dari mulai ngopi-ngopi sampe nge-jam bareng komunitas Ambon Band &#8211; Erik jago mainin gitar yang klasik2 rock -. Jalan-jalan bersama kami ke pantai atau snorkeling, saya sempat tertawa saat snorkeling di Tanjung Setan, Erik yang sepertinya udah kebelet banget masuk air dan snorkeling maka secepatnya Saya pun memberikan peralatan snorkeling. Namun ketika saya ikut masuk ke dlam air, tiba-tiba terdengar suara orang batuk-batuk dan tercekik akibat minum air laut, &#8220;Hei, tolong ajarkan saya snorkel, ini kali pertama saya snorkel nih&#8221;. *kemudian hening*</p>
<p>Dan saat kami berada di atas tembok-tembok tebal Benteng Amsterdam di desa Hila, senja begitu indah, ketika saya melihat ke arah Erik, saya berpikir, mungkin ratusan tahun lalu ada seorang serdadu kerajaan hindia belanda duduk mencongklang di atas benteng sambil memanggul senjata dan menatap senja. Lalu merindukan bunga-bunga tulip di negerinya sana, atau merindukan kekasihnya yang sudah lama ditinggalkan untuk menunaikan tugas *halah* tapi tentu saja, hari ini, saya bersama seorang generasi mereka, memanggul Tas dan datang dan menikmati senja yang sama dari benteng Amsterdam &#8211; Entah kalo Erik pun saat melihat senja kemudian merindukan tanah air dia.</p>
<p>Sampai pada akhir-akhir ini saya kok ga ngerasa Erik itu bukan lagi orang lain bagi kami semua, mungkin ketika dia mulai ngobrol pake bahasa inggris ato kadang-kadang berbahasa Belanda dengan Shasa yang juga seorang Belanda Keturunan Maluku yang kebetulan juga sedang belajar di Ambon, saya baru sadar kalo Erik orang belanda, Erik pun tak seperti Bule-bule lain yang kalo makan mesti milih-milih, apapun di coba sama dia, Pisang goreng, sukun goreng, kuliner2 ambon lainnya di coba sama dia bahkan Nasi Kuning bagadang di tempat biasa kami nongkrong menjadi favorit dia. Erik tanpa sungkang berbaur dengan kami seakan-akan dia adalah bagian dari kami disini.</p>
<p>Saya sempat bertanya ke Erik, ketika kami menyuruhnya untuk memanggul kardus berisi kabel-kabel untuk acara Workshop Open Bts, &#8220;Erik, sepertinya kamu sudah harus mulai memilih akan mengikuti komunitas mana di Ambon inih, silahkan pilih diantara Photography yang di wakili Yeszco, Malukupedia yang diwakili Piere, ato saya yang mewakili Arumbai?&#8221; dan Erik pun menjawab kalo dia lebih memilih Arumbai Blogger karena dia juga suka nulis. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) *meski saat malam kemaren dia memilih untuk masuk ke dalam Komunitas Kopi Badati dan Ambon Band* LOL. Saat tadi malam kami nongkrong bersama untuk sekedar mengucapkan selamat berpisah dengan dia, mungkin kami malam itu semacam merasa sedih atau entah perasaan macam apa terhadap Erik.</p>
<p>Mungkin salah satu yang membuat kami dan Erik merasa dekat adalah Erik tidak memperlakukan negeri ini sebagai sebuah objek penelitian tapi Erik menjadikan Maluku dan isinya sebagai bagian dari dirinya.  Sudah puluhan orang peneliti yang mendapat gelar S2, S3, Professor ataupun lainnya dari negeri ini. Tapi sampai kini, mereka hanya datang meneliti lalu pergi begitu saja, kami tak pernah mendengar ataupun membaca tentang penelitian mereka sehingga kami disini pun dapat belajar dari mereka.</p>
<p>&#8220;Tugas kami untuk memberikan informasi kepada Erik sudah selesai, sekarang adalah tugas untuk Erik untuk mengolah apa yang sudah kami berikan dan tolong sampaikan juga kepada kami anak-anak muda di Negeri ini, sehingga kami akan lebih banyak belajar untuk membuat negeri ini makin damai&#8221; kata Wesly malam itu yang didaulat untuk memberikan sambutan =___=</p>
<p>Selamat jalan Erik Meinema, seperti kata-katamu &#8220;Dimanapun kamu berada di dunia ini, kita tetap melihat matahari yang sama&#8221; semoga suatu saat kita dapat bertemu entah di bagian dunia mana dengan matahari yang sama menikmati secangkir kopi.</p>
<p><img class="aligncenter" title="The Big Family" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/550028_10150697231009015_642504014_9295531_2122566993_n.jpg" alt="" width="499" height="344" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
*<em>judulnya di bikin karena malam kemaren bulannya indah dan 4botol bir penghangat malam (sudah pasti saya dan beberapa teman lain tidak mengambil bagian dari botol bir tersebut cukup air mineral dan rokok) btw itu kalimat2 diatas jangan anggap sebagai puisi atopun sajak, saya ndak berbakat untuk bikin puisi.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2012/04/tentang-erick/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Kebahagiaan.</title>
		<link>http://almascatie.com/2012/03/kebahagiaan/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2012/03/kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 08:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[@pidibaiq]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>
		<category><![CDATA[The Panas Dalam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[~ Ayah alamatnya dimana?? ~ Di mana ada kebahagian di situlah alamat saya - Ibi Nebe Ibi Patria @pidibaiq Quote diatas adalah kutipan percakapan antara Ayah Pidibaiq dengan followernya di twitter, menggunakan akun @pidibaiq. pertanyaan yang biasa dengan jawaban nyeleneh tapi tepat. Saya menyukai dialog-dialog di 140 linimassa Ayah pidibaiq. Pertanyaannya biasanya adalah pertanyaan normal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://fc07.deviantart.net/fs35/i/2008/236/7/d/Happiness_by_bamhugbug.png" alt="Kebahagiaan" width="500" height="333" /></p>
<h4>~ Ayah alamatnya dimana??<br />
~ Di mana ada kebahagian di situlah alamat saya -<br />
<em>Ibi Nebe Ibi Patria</em></h4>
<p>@pidibaiq<br />
<span id="more-1477"></span><br />
Quote diatas adalah kutipan <a href="https://twitter.com/#!/pidibaiq/status/123213471318941697">percakapan antara Ayah Pidibaiq dengan followernya di twitter</a>, menggunakan akun <a href="https://twitter.com/#!/pidibaiq">@pidibaiq. </a>pertanyaan yang biasa dengan jawaban nyeleneh tapi tepat.<br />
Saya menyukai dialog-dialog di 140 linimassa Ayah pidibaiq. Pertanyaannya biasanya adalah pertanyaan normal dari fans Ayah yang menjadi follower beliau tapi tapi jawaban-jawaban ayah sampaikan kadang sangat &#8220;ajaib&#8221; simpel berkena. banyak yang saya favoritkan, hanya sekedar di baca suatu ketika nanti atau hanya sekedar mengingatkan.<br />
Namun sekarang entah mengapa, jawaban Ayah kadang &#8220;biasa&#8221; aja udah ga terlalu seperti dulu yang ajaib2 lagi. Tapi itu tak penting. Bukankah kebahagiaan selalu ada dimana saja?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<em>Posting ini sebenernya sebagai upaya penghiburan karena akismet saya ndadak error dan di serang spam bertubi-tubi. maka modus komentar terpaksa pake moderasi.</em></p>
<p><a href="http://bamhugbug.deviantart.com/art/Happiness-95832289?q=boost%3Apopular%20happiness&amp;qo=75">#PictSource</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2012/03/kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kidung Bidadari</title>
		<link>http://almascatie.com/2012/01/kidung-bidadari/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2012/01/kidung-bidadari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 17:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1447</guid>
		<description><![CDATA[Ada hari, ada nyanyi Kenapa harus bersedih hati Waktu bayi, temanmu adalah bidadari Ada hari, tanpa nada, tanpa irama Kenapa harus bertanya Waktu bayi, temanmu menjadi bidadari Menjadi kupu-kupu Berkalung tangkai daun singkong Membuat sungai Ada hari, ada nyanyi Kenapa harus bersedih hati Waktu bayi, temanmu adalah bidadari&#8230; [Kidung Bidadari : Senopati Pamungkas]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Just for a second " src="http://fc00.deviantart.net/fs71/f/2011/115/3/8/just_for_a_second_by_punciegraphics-d3evb1h.jpg" alt="http://browse.deviantart.com/?qh=&amp;section=&amp;global=1&amp;q=children+and+angels#/d3evb1h" width="498" height="373" /></p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-1447"></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Ada hari, ada nyanyi</strong><br />
<strong> Kenapa harus bersedih hati</strong><br />
<strong> Waktu bayi, temanmu adalah bidadari</strong><br />
<strong> Ada hari, tanpa nada, tanpa irama</strong><br />
<strong> Kenapa harus bertanya</strong><br />
<strong> Waktu bayi, temanmu menjadi bidadari</strong><br />
<strong> Menjadi kupu-kupu</strong><br />
<strong> Berkalung tangkai daun singkong</strong><br />
<strong> Membuat sungai</strong><br />
<strong> Ada hari, ada nyanyi</strong><br />
<strong> Kenapa harus bersedih hati</strong><br />
<strong> Waktu bayi, temanmu adalah bidadari&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>[Kidung Bidadari : Senopati Pamungkas]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2012/01/kidung-bidadari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Kata.</title>
		<link>http://almascatie.com/2012/01/karena-kata/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2012/01/karena-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 09:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1443</guid>
		<description><![CDATA[Karena kata-kata hanyalah barisan pelayat Menggiringmu dalam perjalanan menuju ;sepi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://fc01.deviantart.net/fs71/f/2010/221/5/a/5a9cf1a7413b035dd6f9283e5a6bb743.jpg" alt="" width="400" height="400" /></p>
<p>Karena kata-kata hanyalah barisan pelayat<br />
Menggiringmu dalam perjalanan menuju<br />
 ;sepi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2012/01/karena-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Bocah Berusia 5 Tahun</title>
		<link>http://almascatie.com/2012/01/tentang-bocah-berusia-5-tahun/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2012/01/tentang-bocah-berusia-5-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 17:44:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat Ulang Tahun Almascatie Blog!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1420</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini, bocah itu merayakan ulang tahunnya. Tanpa kue apalagi lilin untuk ditiup Lima tahun lalu, di sudut warnet kecil Ramai-nya pesta pergantian tahun masih sama. Sedang bocah itu menciptakan dunianya sendiri dalam hingar bingar Dan sampai saat ini, Lima tahun sudah dia berada di dalam dunia itu Kadang, saat malas menyerang, maka diam adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="450" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background-image: url('http://almascatie.files.wordpress.com/2007/08/rindu_atas.png'); width: 450px; height: 251px; background-repeat: no-repeat;" colspan="3"></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-image: url('http://blogframes.files.wordpress.com/2007/06/note_02.png'); width: 18px;"></td>
<td style="background-color: #f0f173; width: 412px;">Malam ini, bocah itu merayakan ulang tahunnya.<br />
Tanpa kue apalagi lilin untuk ditiup<br />
Lima tahun lalu, di sudut warnet kecil<br />
Ramai-nya pesta pergantian tahun masih sama.<br />
Sedang bocah itu menciptakan dunianya sendiri dalam hingar bingar<br />
Dan sampai saat ini, Lima tahun sudah dia berada di dalam dunia itu<br />
Kadang, saat malas menyerang, maka diam adalah pilihan terbaik<br />
hiatus tanpa jeda waktu yang entah hanya tuhan yang tahu kapan dia kembali<br />
Terkadang, jika rajin, maka tak tanggung2 tulisan cakar ayam pun dilempar<br />
tanpa tahu apakah tulisan itu layak untuk tampil atau ndak.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<h5 style="text-align: center;"><strong>Selamat Ulang Tahun ke 5</strong></h5>
<h3 style="text-align: center;">
<strong>  Almascatie Blog<br />
</strong></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>1 Januari 2007 &#8211; 1 Januari 2012</strong></p>
</td>
<td style="background-image: url('http://blogframes.files.wordpress.com/2007/06/note_04.png'); width: 20px;"></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-image: url('http://blogframes.files.wordpress.com/2007/06/note_05.png'); width: 450px; height: 20px; background-repeat: no-repeat;" colspan="3"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://blogframes.wordpress.com" target="_blank"><br />
</a></p>
<p><span id="more-1420"></span></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2008/04/hider_almas.jpg" alt="header" width="501" height="143" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>and Keep Idealism For Moving Realism</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2012/01/tentang-bocah-berusia-5-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Apps For Android Photography</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/free-apps-for-android-photography/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/free-apps-for-android-photography/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 06:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Android Market]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Handphone]]></category>
		<category><![CDATA[Apps Android]]></category>
		<category><![CDATA[Effect Photo]]></category>
		<category><![CDATA[Free Apps For Android Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Mini]]></category>
		<category><![CDATA[Install Apps Android]]></category>
		<category><![CDATA[Lomo Photo Effec]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[Touchpad Android]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1387</guid>
		<description><![CDATA[*Halah, judul postingnya guaya linggis* Berhubung saya inih pengguna android yang miskin dengan cuman mengandalkan galaxy mini yang harganya murah itu, namun dikarenakan saya juga suka jepret2 photo apa saja terutama senja, maka mulailah saya maksimalkan ini kapasitas hp sejuta ummat tersebut untuk keperluan photo-photo, awalnya sih masih bertahan denganApps for android standart saja paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class=" wp-image-1396" title="PicsIn Magic Effects Android app" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/PicsIn-Magic-Effects-Android-app.jpg" alt="PicsIn Magic Effects Android app" width="495" height="226" /></p>
<p>*Halah, judul postingnya guaya linggis* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Berhubung saya inih pengguna android yang miskin dengan cuman mengandalkan galaxy mini yang harganya murah itu, namun dikarenakan saya juga suka jepret2 photo apa saja terutama senja, maka mulailah saya maksimalkan ini kapasitas hp sejuta ummat tersebut untuk keperluan photo-photo, awalnya sih masih bertahan denganApps for android standart saja paling minim install photosop for android, namun seiring perkembangan apalagi ditambah liat foto-fotonya mereka-mereka yang gunain Iphone, maka akhirnya jadi ngiler untuk punya camera seperti mereka. *ini namanya bagaikan pungguk merindukan bulan* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )<span id="more-1387"></span><br />
Namun, jangan salah sodara-sodara, jaman sekarang hp murahan tidak selalu mesti berfasilitas murah pulak, setidaknya untuk yang namanya hp berbasis android hal itu bisa di tendang sejauh-jauhnya deh. Contohnya yah dalam photography itu, setelah mencoba Photosop for Android dengan fasilitas minim, kemudian nemu Apps Picplz Android yang berbasis internet dll. Setelah bongkar-bongkar di google akhirnya nemu beberapa aplikasi foto untuk android yang tentunya gratisan tapi dengan fitur ajaib.<br />
Okeh dari pada lebih banyak ngomong mending di share lansung aja satu persatu.</p>
<p><strong>1. <a title="FxCamera Android Photo" href="https://market.android.com/details?id=ymst.android.fxcamera&amp;feature=search_result#?t=W251bGwsMSwxLDEsInltc3QuYW5kcm9pZC5meGNhbWVyYSJd" target="_blank">FxCamera</a> (Free)</strong></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 133px"><img title="fxCamera" src="https://lh6.ggpht.com/ZlEyCBC15rPHJJJRVOjOLl_tiiPI01zV_T7z8WKZU5Ny6kYxBebfFC2tcER67nF_Mw" alt="FxCamera" width="123" height="185" /><p class="wp-caption-text">Photaf Panorama</p></div>
<p>FxCamera enables you to take a picture with various effects.<br />
- ToyCam<br />
- Polandroid<br />
- Fisheye<br />
- SymmetriCam<br />
- Warhol<br />
- Normal</p>
<p>Note : Setting pada Photo effect ini mudah, aplikasinya kecil dan ringan sehingga ga terlalu memberatkan Galmin saya, User interface control panel untuk setting setiap effect pun gampang, tinggal pijet2 udah jadi deh.<br />
Link Download : <a title="FxCamera Android Photo" href="https://market.android.com/details?id=ymst.android.fxcamera&amp;feature=search_result#?t=W251bGwsMSwxLDEsInltc3QuYW5kcm9pZC5meGNhbWVyYSJd" target="_blank">fxCamera</a> at Market Andrroid</p>
<p><strong>2. Photaf Panorama (Free)</strong></p>
<p><img class="aligncenter  wp-image-1391" title="Photaf Panorama" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/unnamed.jpg" alt="Photaf Panorama" width="411" height="246" /><br />
(Easily create amazing panoramas from your Android phone Photaf &#8211; The best Android App for creating panoramas)<br />
Note : Nah kalo yang ini sih ga usah dibilang lagi, biasanya foto cuman dapat satu frame ini bisa digabung beberapa frame secara otomatis membuat foto pemandangan akan terlihat lebih menarik. Namun saat proses jahit photo itu lumayan berlansung agak lama di galmin. entah kalo di yang lain yah <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Link Download : <a title="Photaf Panorama" href="https://market.android.com/details?id=obg1.Photaf&amp;feature=search_result#?t=W251bGwsMSwxLDEsIm9iZzEuUGhvdGFmIl0." target="_blank">Photaf Panorama</a>at Market Andrroid</p>
<p><strong>3. LitlePhoto</strong> (The Best Apps Android Photography)</p>
<div id="attachment_1393" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/litle-photo.jpg"><img class=" wp-image-1393" title="Litle photo Android" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/litle-photo.jpg" alt="Litle photo Android" width="500" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">Litle photo Android</p></div>
<p>Kalo yang ini The Best deh bagi aku, gimana tidak  yang terbaik, sekali kita jepret maka ada 70 photo effect yang sudah di benamkan disana, mulai dari Lomo, BW, frame sampe editan2 aneh lainnya. Selain itu aplikasi ini sangat kecil, ringan dan sangat mudah digunakan. Cara menggunakannya bisa diliat dari scrinsyut dibawah ini deh. pokoknya rugi kalo ndak pake ini aplikasi hihihihi<br />
Link Download : <a title="Litle Photo Downlad" href="https://market.android.com/details?id=com.littlephoto#?t=W251bGwsMSwxLDUwMSwiY29tLmxpdHRsZXBob3RvIl0." target="_blank">Litle Photo </a>at Market Andrroid</p>
<div id="attachment_1394" class="wp-caption aligncenter" style="width: 409px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/Litle-Photo.jpg"><img class=" wp-image-1394" title="Litle Photo" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/Litle-Photo-300x146.jpg" alt="Screensyut Litle Photo" width="399" height="194" /></a><p class="wp-caption-text">Screensyut Litle Photo</p></div>
<p>Untuk sementara sih, tiga Apps Android ini yang saya gunakan, yang lain udah saya buang dari pada kebanyakan aplikasi tapi malah menuh2in isi memory saja <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Kekurangan FxCamera &amp; Litle Photo<br />
Yang paling kerasa dari 2 jenis aplikasi kamera (fxCamera &amp; Litle Photo) diatas tidak lain dan tidak bukan adalah saat motret sebuah pemandangan/momen maka harus di edit lansung yang kemudian di simpan, kalo ga di edit maka file jepretan akan hilang, itu artinya harus motret lagi, nah kalo motret lagi otomatis mungkin saja momen yang diinginkan sudah hilang dan tidak dapat seperti awalnya lagi.<br />
Aplikasi2 ini mungkin cocok buat photo2 benda yang tak bergerak (kuliner, gedung, kontur dll) sehingga bisa diulang2 jika masih kurang memuaskan, kalo photo panorama selain make photo, kalo mo nekat photo model yah gpp yang penting modelnya sabar ae nunggu dikau photo trus edit baru photo lagi trus edit lagi <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) *<em>ini begaya beneren pake photo model segala kayak profesional saja huh</em>*<br />
Nah, kalo untuk photo panorama atau hal lain saya lebih suka untuk motret dengan camera standart biasa saja dulu biar ada foto aslinya baru di edit2 pake Photosop android atau lainnya, kalo untuk edit yang beginian ini setelah saya bongkar-bongkar dan mencoba satu persatu beberapa apps photo android yang ada. Dari berbasis web sampe offline akhirnya pilihan saya jatuh ke &#8220;PicsInMagic&#8221; kenapa pake ini?</p>
<p><em><strong>PicsInMagic (Free Photo Edit For Android Apps)</strong></em> *tambahan*</p>
<div id="attachment_1396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 505px"><img class=" wp-image-1396" title="PicsIn Magic Effects Android app" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/PicsIn-Magic-Effects-Android-app.jpg" alt="PicsIn Magic Effects Android app" width="495" height="226" /><p class="wp-caption-text">PicsIn Magic Effects Android app</p></div>
<p>Kelebihan PicsInMagic<br />
<strong>Pertama</strong> : PicsInMagic its Free alias gratis, yah apalagi yang dicari kalo bukan gratisan coba, mau beli mah rasanya giaman gitu <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )<br />
<strong>Kedua</strong> : PicsInMagic ini apllikasi seperti Litle Photo, kecil tapi hebat, bejibun effect yang dibenamkan didalamnya untuk effect photography bener2 menakjubkan, effect2 yang ada disana seperti Stenciler, Cartoonizer, Sketcher, Orton, Lomo, Vintage, Cross Process, HDR, Fattal, Pencil, Holgaart dan banyakkk lagi<br />
<strong>Ketiga</strong> : Gampang banget digunain, tinggal pencet, geser sana geser sini, simpan dan rebes.<br />
<strong>Keempat :</strong> Nih Contohnya pas saya motret kemudian di edit pake picsinmagic.<br />
<a href="http://photoblog.almascatie.com/2011/12/26/beta-sayang-se-dengan-jari-sepenuh-puisi/"><img class="aligncenter" title="Pantai Amahusu Ambon" src="http://photoblog.almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/kopo.jpg" alt="" width="399" height="299" /></a></p>
<p><a href="http://photoblog.almascatie.com/2011/12/21/ipeh-droid/"><img class="aligncenter" src="http://photoblog.almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/ipeh.jpg" alt="Hunting Foto dadakan di Ruma Beta Amahusu Ambon" width="416" height="312" /></a></p>
<p>Note : ini effect sebenernya ga cocok dengan galmin kalo install dari market android, bagaimana mengatasinya? aku install lewat websitenya lansung dari getanroidstuf dan alhamudlillah bisa di benamkan di galaxy mini <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Link Download : <a title="PicsIn Magic" href="https://market.android.com/details?id=com.photo.picsineffects" target="_blank">PicsInMagic </a>at Market Andrroid<br />
Link Alternatif : <a title="Get Android PicsIn Magic Effect" href="http://getandroidstuff.com/picsin-magic-effects-android-app-bring-magic-effects-photos/" target="_blank">GetAndroidStuf</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/free-apps-for-android-photography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Kesendirian</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/bahasa-kesendirian/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/bahasa-kesendirian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 17:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1379</guid>
		<description><![CDATA[Seperti Huruf… Senja adalah bahasa kesendirian lalu kita menyulamnya menjadi kalimat Agar terbaca sebagai puisi…. [Merapatlah padaku jika rindu terus memburu Aku menunggu begitu merdu, dekaplah lebih erat Sudah tak ada waktu lagi untuk kita mengukur jarak] =______=]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://photoblog.almascatie.com/"><img src="http://30.media.tumblr.com/tumblr_lqlf4nWtzt1qb4hbso1_500.jpg" alt="" width="500" height="248" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd"></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: center;">Seperti Huruf…<br />
Senja adalah bahasa kesendirian<br />
lalu kita menyulamnya menjadi kalimat<br />
Agar terbaca sebagai puisi….</p>
<p style="text-align: center;"><em>[Merapatlah padaku jika rindu terus memburu<br />
Aku menunggu begitu merdu, dekaplah lebih erat<br />
Sudah tak ada waktu lagi untuk kita mengukur jarak]</em></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">=______=</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/bahasa-kesendirian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Cuci Negeri Soya</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 15:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Baileo]]></category>
		<category><![CDATA[Cuci Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Gandong]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Pela]]></category>
		<category><![CDATA[Rehatta]]></category>
		<category><![CDATA[Rulimena]]></category>
		<category><![CDATA[Saleman]]></category>
		<category><![CDATA[Samasuru]]></category>
		<category><![CDATA[Sirimau]]></category>
		<category><![CDATA[Teong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1350</guid>
		<description><![CDATA[Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1352" title="IMG_3681" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/1-Lambang-Soya.jpg"><br />
</a><span>Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso merah di leher bergerombol di teras-teras rumah menanti rangkaian prosesi Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak hari sebelumnya. Suasana sepi sedikit terasa dan sesekali bunyi tifa dan gong terdengar dari sudut-sudut desa, tak menunggu lama kami lansung bergegas menuju ujung desa mengikuti beberapa orang Mata Ina (ibu-ibu) yang berjalan perlahan-lahan, sesekali kami berteduh di pinggiran rumah di sepanjang jalan sekedar menanti hujan reda, meski memakai jaket hujan tapi camera dan hp setidaknya mesti diselamatkan.</span> <span id="more-1350"></span><span>Di ujung desa sudah terlihat keramaian, beberapa Mata Ina sudah berdiri di tengah jalan meski hujan masih turun dengan deras namun tidak diperdulikan oleh mereka, tak begitu lama bunyi tabuhan tifa yang mengikuti nada-nada tertentu sudah terdengar di selingin tiupan kuli bia (siput), suara koor nyanyian Suhat (lagu pujian) seperti membawa suasana yang sakral begitu terasa. Dari sudut kampung muncullah dua bendera yang dibawa oleh dua orang lelaki muda, bendera merah putih dan satu bendera berwarna merah diikuti oleh sekumpulan orang laki-laki yang berasal dari Rumah Tau tertentu (Soa Pera) mulai muncul, rombongan ini sejak hari sebelumnya sudah naik ke puncak gunung Sirimau untuk melakukan prosesi Adat di sana. Di ujung desa Soya yang disebut Rulimena, Proses penyambutan oleh salah satu Tua Adat dari Soa Erang (Teong Rulimena marga Soplanit) memulai Pasawari (kata-kata penyambutan) terhadap rombongan ini yang kemudian di jamu sirih pinang, rokok serta sopi.</p>
<p>Rasa penasaran saya sejak dulu sampai sekarang pada kalimat Pasawari ini adalah sebuah ucapan yang menyebut gelar dari Raja Soya I yang paling terkenal yakni Latu Selemau dan bergelar <em><strong>LATU SELEMAU AGAM RADEN MAS SULTAN LABU INANG MOJOPAHIT, </strong></em>gelar ini didapat oleh raja Soya karena hubungan dagang dan perkawinan, namun catatan tentang hubungan Soya dan Majapahit ini sungguh sedikit bahkan boleh dibilang tidak ada sama sekali padahal rasa penasaran untuk mengetahui lebih banyak tentang hubungan itu bagi saya menarik sekali.</span></p>
<div id="attachment_1354" class="wp-caption aligncenter" style="width: 448px"><img class="size-full wp-image-1354" title="IMG_3700" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3700.jpg" alt="" width="438" height="282" /><p class="wp-caption-text">Rombongan</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1355" class="wp-caption aligncenter" style="width: 428px"><img class="size-full wp-image-1355" title="IMG_3728" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3728.jpg" alt="" width="418" height="262" /><p class="wp-caption-text">Pasawari di Rulimena </p></div>
<p><span>Setelah penyambutan di Rulimena, rombongan ini kemudian menuju Baileo Samasuru untuk melakukan upcara lanjutnya, Baileo samasuru yang berbentuk lapangan ini terasa sangat sederhana, di kebanyakan desa di maluku, baileo adalah sebentuk rumah namun di Negeri Soya baileo ini hanyalah berbentuk lapangan, di dalam baileo sudah terlihat puluhan ibu-ibu yang disebut Mata Ina menari mengikuti tabuhan tifa sambil melambaikan daun gadihu di tangan. Setelah itu beberapa mata ina dan laki-laki meninggalkan baileo negeri untuk mmenjemput Raja Soya di Rumah Raja yang berada di Samping Gereja Tua negeri ini.</span></p>
<p><span>Mendekati rumah raja saya sempat terhenyak sebentar ketika menatap beberapa pemuda di pinggir rumah raja, ketika melihat mereka saya menemukan sebuah keanehan pada ikat kepala mereka yang berbeda dengan pemuda-pemuda soya seperti saya lihat sebelumnya, ikat kepala beberapa pemuda ini seperti ikat kepala Suku Huaulu di Seram Utara yang sempat saya lihat di perjalanan ke Desa Sawai beberapa saat lalu, saya sedikit bisa membedakan karena pernah melihat cara ikat kepala Suku Nuaulu di Seram Selatan. Pertanyaan itu makin bertambah ketika saya melongok ke dalam rumah raja, terlhat beberapa wanita berkerudung dan beberpa lelaki berpakain putih memakai ikat kepala yang sama juga, pikiran saya pun lansung mengingat apakah mereka adalah warga batu merah yang mungkin pela dari negeri Soya ini, saat Raja Soya yang dikawal dua mata Ina keluar di belakang beliau terdapat seorang raja juga yang pada akhirnya saya tau itu adalah raja Salemang yang merupakan Gandong dari Negeri Soya, hubungan Gandong antara Negeri Soya dan Negeri Saleman di pulau seram utara masih tetangga desa dengan Sawai itu adalah Gandong Adik, dimana Soya merupakan Kakak dari Negeri Salemang.</span></p>
<p><span>Dan dengan kehadiran Raja Saleman beserta saniri Salemang adalah pertama kalinya sejak perpindahan leluhur orang-ornag Soya dari Pulau Seram menuju Pulau Ambon untuk bertempat tinggal, hal ini menjadi sejarah tersendiri bagi warga soya dalam membangun hubungan “Gandong” dengan keluarga mereka di Pulau Seram sana. </span></p>
<p><span>Di Baileo Samasuru beberapa rangkaian acara, dengan diiringi tabuhan tifa dan gong, Beberapa Mata Ina dari Negeri Soya dan Salemang kemudian membersihkan Baileo Samasuru menggunakan Sapu Lidi dan Gadihu sebagai simbol selesainya upacara cuci Negeri, kemudia dilanjutkan dengan Titah Raja kepada warga Desa Soya yang bisa disebut sebagai pidato tahunan dari Raja Soya, pembacaan Kapata-kapata oleh tetua Adat Soya, kapata berbahasa tanah ini secara garis besar adalah permohonan doa untuk kebaikan Negeri Soya. Rangkaian acara ini ditutup dengan Nyanyian Suhat dan jamuan Anggur Persaudaraan.</span></p>
<div id="attachment_1356" class="wp-caption aligncenter" style="width: 461px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg"><img class="size-full wp-image-1356" title="IMG_3683" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg" alt="" width="451" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Baileo Samasuru</p></div>
<div id="attachment_1357" class="wp-caption aligncenter" style="width: 354px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg"><img class="size-full wp-image-1357" title="IMG_3849" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg" alt="" width="344" height="455" /></a><p class="wp-caption-text">Penjemputan Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<div id="attachment_1358" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1358" title="IMG_3929" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3929.jpg" alt="" width="450" height="286" /><p class="wp-caption-text">Tarian Cakalele Mata Ina Soya - Saleman</p></div>
<div id="attachment_1359" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1359" title="IMG_3939" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3939.jpg" alt="" width="450" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gandong Negeri Soya dari Saleman</p></div>
<div id="attachment_1361" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1361" title="IMG_4085" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4085.jpg" alt="" width="400" height="600" /><p class="wp-caption-text">Ucapan Kapata oleh tetua desa di buka oleh tiupan Kuli Bia</p></div>
<div id="attachment_1362" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-1362" title="IMG_4035" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4035.jpg" alt="" width="350" height="555" /><p class="wp-caption-text">Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<p><span>Kegiatan Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak turun temurun ini rupanya tidak hanya sekedar bernilai sebuah upacara tradisional tapi memiliki banyak pengertian bagi warga Soya, antara lain: bagaimana menjaga persatuan, musyawarah, gotong royong, kebersihan, dan toleransi diantara warga desa soya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang harus tetap dijaga sampai saat ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>PS. Foto punya teman2, saya dapat bagian nulis2 dan ngetwit sahaja =_= T_T</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harmoni : Dialog Dini Hari</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/harmoni-dialog-dini-hari/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/harmoni-dialog-dini-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 11:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Art Cafe]]></category>
		<category><![CDATA[Asean Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Dadang]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Dini Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Nyanyian dari Langit]]></category>
		<category><![CDATA[Pelangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1302</guid>
		<description><![CDATA[“Almas, mau ikut nongkrong ke Art Cafe ga habis makan ini? Bareng Nike dan Tuteh” Notif Watsapp dan beberapa bait pesan dari Bang Anton muncul di handphone-ku, Saya masih di pojok dekat meja makan saat acara Gala Dinner Confrence Asean Blogger di Bali, menanti chas hp saya yang sering nge-drop dan juga asyik ngobrol bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1303" class="wp-caption aligncenter" style="width: 277px"><a href="http://www.musikator.com/"><img class="size-full wp-image-1303" title="dialog-dini-hari-new-formation" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/11/dialog-dini-hari-new-formation.jpg" alt="" width="267" height="262" /></a><p class="wp-caption-text">Dialog Dini Hari Foto by musikator.com</p></div>
<p>“<em>Almas, mau ikut nongkrong ke Art Cafe ga habis makan ini? Bareng Nike dan Tuteh</em>” Notif Watsapp dan beberapa bait pesan dari Bang Anton muncul di handphone-ku, Saya masih di pojok dekat meja makan saat acara Gala Dinner Confrence Asean Blogger di Bali, menanti chas hp saya yang sering nge-drop dan juga asyik ngobrol bersama Mbak Widi, selain itu saya masih bimbang untuk ikut apa ndak, soalnya gerombolan Om Sehat pada ngasih ajakan juga, tapi akhirnya saya putuskan untuk ikut Bang Anton ke Art Cafe yang saya ga tau tempatnya dimana pokoknya ikut saja, apalagi di ajak Bang Anton yang teman blogger dari Bali, pikiran saya hanya satu “jika ingin jalan-jalan di negeri orang, sebisanya jalanlah dengan warga lokal disitu apalagi kalo yang diajak adalah teman kita maka selera kita setidaknya sudah diketahui meski sedikit.<span id="more-1302"></span></p>
<p>Setelah sesi photo-photo di gala dinner selesai, saya pun lansung beranjak menemui Tuteh, Nike dan Bang Anton yang sudah menanti di depan Musuem Pasifika, menggunakan taksi kami menuju lokasi Art Cafe yang berada di seputaran Seminyak Bali, perjalanan masih seperti biasa namun ketika di suatu tempat, taksi berbelok memasuki sebuah lorong yang sisi kiri dan kanan hanyalah tembok, perjalanan lewat lorong ini membuat saya bertanya-tanya, ini cafe apaan sih udah masuk lorong2 yang sepi begini jauh lagi, cafe apa yang sedang kami tuju ini, apa tempatnya enak atau ah pokoknya hati saya mulai merasa ga enak menuju kesana namun ga saya omongkan, saya hanya menanti apa yang bakalan terjadi nanti saja -rasa begini ini yang saya suka- <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) *menjura ke Bang Anton*</p>
<p>Jam sudah menunjukkan sekitar jam 21.30, ketika taksi berhenti yang saya, Mbak Nike, Kaka Tuteh dan Bang Anton berhenti di sebuah pertigaan jalan kecil yang dibagian kanannya berdiri tembok pagar dari beton, pandangan saya menangkap sebuah rumah mirip gazebo yang besar di sebelah kiri jalan – bentuknya mengingatkan saya kepada bundaran kantin di kampus saya dulu tempat ngopi sekaligus pacaran mahasiswa/i– di dalamnya ada meja-meja yang sudah terisi penuh sekilas, ada beberapa orang bule dan juga beberapa orang indonesia, pada bagian luar terhampar rerumputan dan beberapa pohon kamboja, dua meja yang masih kosong terlihat sendiri mengisi bagian pojok dari teras itu. Dari dalam taksi terasa suasana agak sepi, namun ketika saya membuka pintu taksi lalu menginjakkan kaki di tanah. Telinga saya menangkap denting-denting gitar akustik, tidak terlalu besar tidak juga terlalu kecil. Saya sempat terdiam sejenak dan berusaha mendengar lebih jelas. Dan tanpa spontanitas bibir saya lansung berbisik “Waow, kerennnnn!!!”.</p>
<div id="attachment_1342" class="wp-caption alignright" style="width: 277px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/tn.jpeg"><img class="size-full wp-image-1342" title="tn" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/tn.jpeg" alt="" width="267" height="338" /></a><p class="wp-caption-text">art cafe</p></div>
<p>Saya masih terpana ketika di ajak masuk oleh Bang Anton yang setelah bernegosiasi sejenak kemudian memutuskan menempati meja di halaman cafe yang belakangan saya tau bernama Art Cafe di wilayah Seminyak Denpasar Bali, setelah duduk, saya pun lansung mulai memperhatikan suara musik akustik yang masih terus mengalun tersebut diselingi ngobrol-ngobrol bersama yang lain. Bang Anton kemudian memperkenalkan kami kepada Mas @Saylow &#8211; dan kalo ndak salah Mas Aco ini pemilik Art Cafe itu- saya pun lansung memesan segelas kopi itam yang oleh pelayan dan Bang Anton lansung direkomendasikan kopi bali. Okeh! Lansung saya iyakan, gimana tidak menikmati kopi bali di Bali dengan sentuhan musik akustik yang pertama mendengarnya saja saya sudah tertegun.</p>
<p>Ketika menanti pesanan datang itulah, alunan musik mulai menggema kembali, bait-bait yang dilantunkan si penyanyi membuat saya seperti terhipnotis -lebay- yah suara yang unik dari sang vokalis benar-benar nikmat di dengar, tubuh saya yang kecapekan rasanya seperti di buai-buai oleh lantunan melodi dan bait-bait lagu Nyanyian dari Langit itu :</p>
<p><em>Perjalanan hati, maknai kuasa cinta sejati</em><br />
<em>Menjelejah langit, kepasrahan diri mengagumi</em><br />
<em>oh indah, indah&#8230; oh indah, indah..</em></p>
<p>Dalam hati saya berkata, ini baru namanya Cafe mennn.. suasananya nyaman, musiknya sedap di nikmati kopinya lezat dan.. uhhmmm saya baru rasakan saat duduk disana rasanya tak enak menikmati suasana cafe tersebut dengan mengobrol. Lebih nyaman duduk diam sambil mendengar musik live itu. Rupanya grup yang sedang bermain sekarang adalah <a href="http://dialogdinihari.com/">Dialog Dini Hari</a>, dengan musik campuran Blues, Folk dan Ballads yang dikemas secara tepat dan ringan dengan lirik-lirik yang cerdas, indah nan aduhai tapi membawa pesan yang kadang membuat kita bisa berpikir tapi dengan rileks. Tentu saja vokal bariton ala Mas Dadang yang kadang melengking tapi tidak tinggi sesekali rendah tapi bukan rendah *noh kan mbulet sendiri* selalu menyeruak dari balik ketukan suara gitar aksutik yang khas, plus selingan gesekan steel-slide yang kasar dan ekspresif mampu menjaga ritme nuansa <em>live music</em> di Art Cafe itu tetap indah. Ketika sedang menikmati alunan nada-nada itu, pikiran saya melayang pada sebuah ucapan yang entah dikatakan siapa tentang Nirvana, kira-kira seperti ini “Mendengar musik mereka membuat kita melayang tapi masih tetap berpijak pada bumi” kalimat tersebut sempat saya tempelkan di dinding kamar kost waktu mahasiswa dulu, dan kalimat tersebut saya temukan di sebuah sudut pulau bali, bukan di Eropa sana. Celetukan Tuteh tentang vokalnya Mas Dadang ini, suara beliau 50% Iwan Fals, Jhon Mayers, dan&#8230;. *saya lupa* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) pokoknya nikmat sekali dah.</p>
<div id="attachment_1345" class="wp-caption aligncenter" style="width: 385px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/Art-Cafe-02.jpg"><img class="size-full wp-image-1345" title="Art Cafe 02" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/Art-Cafe-02.jpg" alt="" width="375" height="249" /></a><p class="wp-caption-text">Di depan Art Cafe Foto By Bang Anton</p></div>
<p>Bang Anton yang kebetulan adalah Marketing dari Dialog Dini Hari – ini kata mas dadang lho bukan saya &#8211; =)) kemudian memperkenalkan kami dengan mas Dadang, nah kan! Berkenalan dengan mas Dadang ini seperti bertemu dengan Cacuk – <em>Teman mahasiswa dulu, Slankers dan Fans Berat Iwan Fals, Bimbim “Bandot” &#8211; Teman mahasiswa, slankers juga serta – Kaka Dalens Ultra kinyol-kinyol</em> – Teman dari komunitas reggae di Ambon, ketiga orang ini seperti bersatu dalam diri Mas Dadang itu, sambil ngobrol2 saya, Tuteh dan Nieke lansung membeli Album Dialog Dini Hari yang kedua, saya beli dua. Yang ditanda tangani lansung oleh seluruh crew Dialog Dini Hari -<em>asyekkkk</em>-</p>
<p>Grup Dialog Dini hari ini punya jadwal manggung setiap hari Rabu, namun katanya karena ada manggung di tempat lain jadi jadwalnya di undur ke malam kamis, maka kami pun beruntung menyaksikan mereka, Tapi bukan itu saja, tiba-tiba saya ditawari kain Tenun Ende oleh Tuteh, dan tentu saja lansung saya sambar tanpa basa-basi *rejeki ga boleh di tolak kaka* <em>dan untuk bagian ini, saya terpaksa ga bikin skrinsyut deh maafkan</em></p>
<p align="JUSTIFY">Setelah ngobrol dan berphoto-photo sejenak kami pun lansung berangkat pulang ke Hotel karena mengingat besok masih ada acara lagi, sesampainya di hotel rupanya masih seperti biasa, tidur itu sebuah hal yang haram, maka acara pun dilanjutkan dengan ngobrol bebas tapi santai di samping hotel yang bisa menghalalkan saya dengan bang Anton melakukan ahli hisab alias merokok sambil menikmati Jus pala.</p>
<p align="JUSTIFY">Terima kasih banyak buat Bang Anton yang sudah memperkenalkan saya ke sebuah sudut lain dari hingar bingar-nya bali. Sebuah ruang yang akan selalu saya ingat tentang pulau itu sampai kapanpun.</p>
<p align="JUSTIFY">#note : pstttt. Dialog Dini Hari baru kemaren luncurkan lagu #pelangi lho&#8230; saya belom dapat tapi semoga bisa dapatin lagu #pelangi itu secepatnya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/harmoni-dialog-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Presentasi Gaul ala Prezzi</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/bikin-presentasi-gaul-ala-prezzi/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/bikin-presentasi-gaul-ala-prezzi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 03:37:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[AdobeAir]]></category>
		<category><![CDATA[Bikin presentasi bagus]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft PowerPoint]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi gaul]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi model baru]]></category>
		<category><![CDATA[Prezi]]></category>
		<category><![CDATA[prezi for ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[prezidesktop]]></category>
		<category><![CDATA[prezidesktop untuk ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1327</guid>
		<description><![CDATA[Good bye Microsoft Powerpoint!!! Kemaren saat ditunjuk menjadi pemateri di Workshop Blog &#38; IT yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Listrik Politeknik Ambon, pikiran pertama yang muncul adalah apalagi kalo bukan slide-slide presentasi, bayangan akan mikocok powerpoint udah membuat kepalaku malas untuk membuat sebuah presentasi yang setidaknya menarik. Nah, kalo bikin presentasi yang menarik minimal.. ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;"><em>Good bye Microsoft Powerpoint!!!</em></span></h2>
<div id="attachment_1329" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/tampilan.jpg"><img class="size-full wp-image-1329" title="tampilan" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/tampilan.jpg" alt="" width="500" height="338" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan Prezi</p></div>
<p>Kemaren saat ditunjuk menjadi pemateri di Workshop Blog &amp; IT yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Listrik Politeknik Ambon, pikiran pertama yang muncul adalah apalagi kalo bukan slide-slide presentasi, bayangan akan mikocok powerpoint udah membuat kepalaku malas untuk membuat sebuah presentasi yang setidaknya menarik. Nah, kalo bikin presentasi yang menarik minimal.. ini minimal yah mungkin pake Flash, nah dengan waktu yang sempit pilihan make flash itu diterakhir, selain sedikit rumit juga pasti makan waktu. *silahkan dibantah <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )<span id="more-1327"></span></p>
<p>Lalu jurus rahasia pun dilancarkan dengan mengubek-ubek Mbah Google, hasilnya ada beberapa software yang menarik namun berbasis ubuntu, setelah cari-cari cukup lama akhirnya nemuin Software gaul ini, Software dengan Nama <a title="Prezi" href="http://prezi.com/">Prezi </a> ini pas pertama melihatnya lansung tertarik apalagi coba browse contoh-contoh presentasi yang sudah dibuat oleh orang-orang di prezi dan hasilnya keren sekali!!</p>
<div id="attachment_1331" class="wp-caption aligncenter" style="width: 519px"><a title="prezi jazz" href="http://prezi.com/uh_7jvp0ykpf/great-jazz-bassists-and-their-influence-through-the-ages/"><img class="size-full wp-image-1331" title="prezi-share" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/prezi-share.jpg" alt="" width="509" height="305" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu presentasi Jazz yang menarik di prezi (klik di gambar untuk melihat presentasinya)</p></div>
<div id="attachment_1334" class="wp-caption aligncenter" style="width: 493px"><a href="http://prezi.com/ftv9hvziwqi2/coca-cola-company/"><img class="size-full wp-image-1334" title="COCAL" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/COCAL.jpg" alt="" width="483" height="347" /></a><p class="wp-caption-text">Presentasi dari Coca Cola yang paling saya suka.</p></div>
<p>Membuat presentasi di prezi sangatlah mudah dengan user interface yang simple maka membuat presentasi akan lebih menarik, setidaknya kita tidak akan bekerja dengan banyak slide tapi cukup menggunakan satu slide yang diatur sesuai selera kita, metode Zoom-nya juga bikin presentasi akan tambah menarik.</p>
<p>Meski berbasis web, namun kita bisa juga mendowload <a href="https://prezi.com/desktop/" target="_blank">PreziDesktop</a> untuk membuat presentasi secara ofline di komputer kita, caranya login ke prezi.com dan jangan lupa register untuk membuat akun anda kemudia download PreziDesktop, setelah itu install di komputer anda, lakukan activasi prezi dengan email register kita di prezi tadi. Setelah itu mulailah bekerja. Untuk Ubuntu, sebaiknya anda mendowload AdobeAir dulu, dan pastikan flashplayer bisa berjalan di Ubuntu anda, karena hasil prezi akan ditampilkan melalui flashplayer.</p>
<div id="attachment_1328" class="wp-caption aligncenter" style="width: 498px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/blog_prezi.jpg"><img class="size-full wp-image-1328" title="blog_prezi" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/blog_prezi.jpg" alt="" width="488" height="338" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan Prezzi Desktop di Komputer</p></div>
<p>Kita bisa eksport presentasi kita lansung menjadi aplikasi .exe atau yang lainnya.</p>
<p>Selamat membuat presentasi2 menarik menggunakan <a href="http://prezi.com/">prezi.</a> dan mari sama2 teriak <strong>Good bye Microsoft Powerpoint!!!</strong> <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><span style="color: #ff0000;"><strong>Update :</strong></span></h1>
<p style="text-align: center;">Silahkan Download PreziDesktop installer untuk Ubuntu disini, saya gunakan Ubuntu 10.10 dan sudah diinstall dengan baik, namun jangan lupa anda harus install dulu AdobeAir sebelum menginstal PreziDesktop ke kompie anda.</p>
<p style="text-align: center;">
<a title="PreziDesktop for Ubuntu" href="http://www.ziddu.com/download/17801198/PreziDesktop_ubuntu.rar.html" target="_blank"><span style="color: #ff0000;"><strong>Download PreziDesktop Installer for Ubuntu</strong></span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/bikin-presentasi-gaul-ala-prezzi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

