<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:::: almascatie :::: &#187; Maluku</title>
	<atom:link href="http://almascatie.com/category/maluku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almascatie.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 17:13:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tradisi Cuci Negeri Soya</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 15:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Baileo]]></category>
		<category><![CDATA[Cuci Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Gandong]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Soya]]></category>
		<category><![CDATA[Pela]]></category>
		<category><![CDATA[Rehatta]]></category>
		<category><![CDATA[Rulimena]]></category>
		<category><![CDATA[Saleman]]></category>
		<category><![CDATA[Samasuru]]></category>
		<category><![CDATA[Sirimau]]></category>
		<category><![CDATA[Teong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1350</guid>
		<description><![CDATA[Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/' addthis:title='Tradisi Cuci Negeri Soya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1352" title="IMG_3681" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3681-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/1-Lambang-Soya.jpg"><br />
</a><span>Gerimis dan kabu tipis perlahan turun dari pucuk-pucuk pohon di sekeliling Desa Soya membawa hawa dingin seakan menyambut saya dan teman-teman di kawasan pegunungan sirimau, sesekali beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya membawa payung berjalan perlahan menuju ujung desa yg menuju ke gunung sirimau, di teras-teras rumah, beberapa warga lelaki berpakain baniang hitam dengan kalungan lenso merah di leher bergerombol di teras-teras rumah menanti rangkaian prosesi Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak hari sebelumnya. Suasana sepi sedikit terasa dan sesekali bunyi tifa dan gong terdengar dari sudut-sudut desa, tak menunggu lama kami lansung bergegas menuju ujung desa mengikuti beberapa orang Mata Ina (ibu-ibu) yang berjalan perlahan-lahan, sesekali kami berteduh di pinggiran rumah di sepanjang jalan sekedar menanti hujan reda, meski memakai jaket hujan tapi camera dan hp setidaknya mesti diselamatkan.</span> <span id="more-1350"></span><span>Di ujung desa sudah terlihat keramaian, beberapa Mata Ina sudah berdiri di tengah jalan meski hujan masih turun dengan deras namun tidak diperdulikan oleh mereka, tak begitu lama bunyi tabuhan tifa yang mengikuti nada-nada tertentu sudah terdengar di selingin tiupan kuli bia (siput), suara koor nyanyian Suhat (lagu pujian) seperti membawa suasana yang sakral begitu terasa. Dari sudut kampung muncullah dua bendera yang dibawa oleh dua orang lelaki muda, bendera merah putih dan satu bendera berwarna merah diikuti oleh sekumpulan orang laki-laki yang berasal dari Rumah Tau tertentu (Soa Pera) mulai muncul, rombongan ini sejak hari sebelumnya sudah naik ke puncak gunung Sirimau untuk melakukan prosesi Adat di sana. Di ujung desa Soya yang disebut Rulimena, Proses penyambutan oleh salah satu Tua Adat dari Soa Erang (Teong Rulimena marga Soplanit) memulai Pasawari (kata-kata penyambutan) terhadap rombongan ini yang kemudian di jamu sirih pinang, rokok serta sopi.</p>
<p>Rasa penasaran saya sejak dulu sampai sekarang pada kalimat Pasawari ini adalah sebuah ucapan yang menyebut gelar dari Raja Soya I yang paling terkenal yakni Latu Selemau dan bergelar <em><strong>LATU SELEMAU AGAM RADEN MAS SULTAN LABU INANG MOJOPAHIT, </strong></em>gelar ini didapat oleh raja Soya karena hubungan dagang dan perkawinan, namun catatan tentang hubungan Soya dan Majapahit ini sungguh sedikit bahkan boleh dibilang tidak ada sama sekali padahal rasa penasaran untuk mengetahui lebih banyak tentang hubungan itu bagi saya menarik sekali.</span></p>
<div id="attachment_1354" class="wp-caption aligncenter" style="width: 448px"><img class="size-full wp-image-1354" title="IMG_3700" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3700.jpg" alt="" width="438" height="282" /><p class="wp-caption-text">Rombongan</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1355" class="wp-caption aligncenter" style="width: 428px"><img class="size-full wp-image-1355" title="IMG_3728" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3728.jpg" alt="" width="418" height="262" /><p class="wp-caption-text">Pasawari di Rulimena </p></div>
<p><span>Setelah penyambutan di Rulimena, rombongan ini kemudian menuju Baileo Samasuru untuk melakukan upcara lanjutnya, Baileo samasuru yang berbentuk lapangan ini terasa sangat sederhana, di kebanyakan desa di maluku, baileo adalah sebentuk rumah namun di Negeri Soya baileo ini hanyalah berbentuk lapangan, di dalam baileo sudah terlihat puluhan ibu-ibu yang disebut Mata Ina menari mengikuti tabuhan tifa sambil melambaikan daun gadihu di tangan. Setelah itu beberapa mata ina dan laki-laki meninggalkan baileo negeri untuk mmenjemput Raja Soya di Rumah Raja yang berada di Samping Gereja Tua negeri ini.</span></p>
<p><span>Mendekati rumah raja saya sempat terhenyak sebentar ketika menatap beberapa pemuda di pinggir rumah raja, ketika melihat mereka saya menemukan sebuah keanehan pada ikat kepala mereka yang berbeda dengan pemuda-pemuda soya seperti saya lihat sebelumnya, ikat kepala beberapa pemuda ini seperti ikat kepala Suku Huaulu di Seram Utara yang sempat saya lihat di perjalanan ke Desa Sawai beberapa saat lalu, saya sedikit bisa membedakan karena pernah melihat cara ikat kepala Suku Nuaulu di Seram Selatan. Pertanyaan itu makin bertambah ketika saya melongok ke dalam rumah raja, terlhat beberapa wanita berkerudung dan beberpa lelaki berpakain putih memakai ikat kepala yang sama juga, pikiran saya pun lansung mengingat apakah mereka adalah warga batu merah yang mungkin pela dari negeri Soya ini, saat Raja Soya yang dikawal dua mata Ina keluar di belakang beliau terdapat seorang raja juga yang pada akhirnya saya tau itu adalah raja Salemang yang merupakan Gandong dari Negeri Soya, hubungan Gandong antara Negeri Soya dan Negeri Saleman di pulau seram utara masih tetangga desa dengan Sawai itu adalah Gandong Adik, dimana Soya merupakan Kakak dari Negeri Salemang.</span></p>
<p><span>Dan dengan kehadiran Raja Saleman beserta saniri Salemang adalah pertama kalinya sejak perpindahan leluhur orang-ornag Soya dari Pulau Seram menuju Pulau Ambon untuk bertempat tinggal, hal ini menjadi sejarah tersendiri bagi warga soya dalam membangun hubungan “Gandong” dengan keluarga mereka di Pulau Seram sana. </span></p>
<p><span>Di Baileo Samasuru beberapa rangkaian acara, dengan diiringi tabuhan tifa dan gong, Beberapa Mata Ina dari Negeri Soya dan Salemang kemudian membersihkan Baileo Samasuru menggunakan Sapu Lidi dan Gadihu sebagai simbol selesainya upacara cuci Negeri, kemudia dilanjutkan dengan Titah Raja kepada warga Desa Soya yang bisa disebut sebagai pidato tahunan dari Raja Soya, pembacaan Kapata-kapata oleh tetua Adat Soya, kapata berbahasa tanah ini secara garis besar adalah permohonan doa untuk kebaikan Negeri Soya. Rangkaian acara ini ditutup dengan Nyanyian Suhat dan jamuan Anggur Persaudaraan.</span></p>
<div id="attachment_1356" class="wp-caption aligncenter" style="width: 461px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg"><img class="size-full wp-image-1356" title="IMG_3683" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3683.jpg" alt="" width="451" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Baileo Samasuru</p></div>
<div id="attachment_1357" class="wp-caption aligncenter" style="width: 354px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg"><img class="size-full wp-image-1357" title="IMG_3849" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3849.jpg" alt="" width="344" height="455" /></a><p class="wp-caption-text">Penjemputan Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<div id="attachment_1358" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1358" title="IMG_3929" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3929.jpg" alt="" width="450" height="286" /><p class="wp-caption-text">Tarian Cakalele Mata Ina Soya - Saleman</p></div>
<div id="attachment_1359" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1359" title="IMG_3939" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_3939.jpg" alt="" width="450" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gandong Negeri Soya dari Saleman</p></div>
<div id="attachment_1361" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1361" title="IMG_4085" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4085.jpg" alt="" width="400" height="600" /><p class="wp-caption-text">Ucapan Kapata oleh tetua desa di buka oleh tiupan Kuli Bia</p></div>
<div id="attachment_1362" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-1362" title="IMG_4035" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4035.jpg" alt="" width="350" height="555" /><p class="wp-caption-text">Raja Soya dan Raja Saleman</p></div>
<p><span>Kegiatan Cuci Negeri yang sudah berlansung sejak turun temurun ini rupanya tidak hanya sekedar bernilai sebuah upacara tradisional tapi memiliki banyak pengertian bagi warga Soya, antara lain: bagaimana menjaga persatuan, musyawarah, gotong royong, kebersihan, dan toleransi diantara warga desa soya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang harus tetap dijaga sampai saat ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span>PS. Foto punya teman2, saya dapat bagian nulis2 dan ngetwit sahaja =_= T_T</span></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/' addthis:title='Tradisi Cuci Negeri Soya '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/12/tradisi-cuci-negeri-soya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#1 Lagu Ambon Terbaik Sepanjang Masa</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 12:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Foco]]></category>
		<category><![CDATA[Frangky S]]></category>
		<category><![CDATA[Hassa]]></category>
		<category><![CDATA[Hellas]]></category>
		<category><![CDATA[Hellas Group]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Mama]]></category>
		<category><![CDATA[Masnait]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Papeda]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Rudi Wairata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1130</guid>
		<description><![CDATA[Punya banyak koleksi lagu ambon lama-lama jadi berpikir untuk di share di net sekaligus koleksi online. Namun karena koneksi internet yang lelet makanya saya memilih untuk membagi2 saja lagu2 ini dari pada di upload semua file yang hampir mencapai 20 Gb itu. Lagu-lagu berikut ini adalah lagu-lagu yang sering jadi playlist pada player saya dirumah. [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/' addthis:title='#1 Lagu Ambon Terbaik Sepanjang Masa '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://photoblog.almascatie.com/"><img class="aligncenter" title="L.O.V.E. with sunset at amahusu" src="http://photoblog.almascatie.com/wp-content/uploads/2011/11/Picture-634.jpg" alt="L.O.V.E. with sunset at amahusu" width="505" height="289" /></a></p>
<p>Punya banyak koleksi lagu ambon lama-lama jadi berpikir untuk di share di net sekaligus koleksi online. Namun karena koneksi internet yang lelet makanya saya memilih untuk membagi2 saja lagu2 ini dari pada di upload semua file yang hampir mencapai 20 Gb itu. Lagu-lagu berikut ini adalah lagu-lagu yang sering jadi playlist pada player saya dirumah. Sarannya kalo lagu muterin lagu2 dibawah ini silahkan tunggu suasana yang mendukung, di sore yang cerah atau pagi hari untuk mengawali beraktifitas.. ato juga saat dikau2 semua lagi pacaran sambil inget2 Ambon *ga ada hubungan*</p>
<p>Sila di cek agan-aganwati sekalian&#8230;.<br />
<span id="more-1130"></span><strong>#1 Jauh dari Ambon &#8211; Andi Tielman</strong><br />
Tau kan Tielman Brothers? salah satu legenda musik di negeri belanda sana yang berasal dari Indonesia, ada yang bilang mereka asli dari Ambon tapi ada juga yang bilang mereka berasal dari Kupang, entah mana yang benar. di Lagu ini salah satu pentolan band Tielman Brothers yakni Andy Tielman menyanyikan lagu-lagu ambon, salah satunya adalah Jauh dari Ambon ini,  lagu ini unik bagi saya karena warna musiknya yang beraneka ragam di telinga, ada hawaian, sedikit slow rock yang bercita rasa negeri maluku belanda. Dan paling saya suka adalah warna suara Andy Tielman yang terdengar sedikit country *serak2 basah gimana gitu* membuat lagu ini menjadi salah satu lagu ambon terbaik deh <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><strong>#2 Hidup orang basudara. &#8211; Frangky S</strong><br />
Frangky S, lagu ini menjadi lebih unik, dengan aransemen maluku yang ditingkahi musik ala hawaian ditambah suara Bung Frangky menjadikan lagu ini didengar cocok pada sore hari saat. Liriknya yang sederhana serta sedikit membuat lagu ini sangat rugi kalo dilewatkan.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>mayang pinang mayang kalapa<br />
timbang cengke di saparua<br />
orang bilang ade deng kaka<br />
sagu salempeng makan bage dua 2x</p>
<p>sio sayang la di lale sio<br />
sayang di lale ee<br />
hidop orang basudara sio<br />
sungguh manis lawang e</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#3 Katong Nai parau &#8211; Hellas | Lirik |</strong><br />
Kalo lagu ini, sekali dengar lansung jatuh cinta, irama dan musiknya ga mungkin terlewatkan.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>katong nai parau kaluar labuang e<br />
hati so takaruang mau tinggalkan ambon e<br />
angin sibu-sibu datang tiop e<br />
sio nona pegang panggayo jagnan undur ebeta tra sangka nyong e<br />
sampe jadi bagini e<br />
tinggalkan ibu deng bapa<br />
sio so asing lawang e</p>
<p>tapi apa boleh buat nasip katong bagini e<br />
mari panggyo panggayo manis e</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#4 Mama pung kata-kata &#8211; Foco | lirik |</strong><br />
Pertama dengar lagu ini, seperti mendengar lagu Country &amp; hawaian sekaligus. Membuat sedih dan ingat mama di Rumah.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>Di rantau orang sioo Beta slalu inga mama<br />
Di rantau orang sioo beta inga mama pung sayang</p>
<p>Satu malam beta seng dapa sono<br />
Beta inga-inga mama sioo<br />
Waktu mama masih hidop ale<br />
Mama sayang katong samua</p>
<p>Biar mama pi seng bale lai<br />
Katong samua slalu inga mama sio<br />
Waktu dolo mama kasih inga<br />
Biar katong dekat deng tete manis</p>
<p>Sio gandong ee sio gandong e<br />
Biar katong tapisah jao<br />
Jang lupa tete manis e</p>
<p>Sio gandong ee sio gandong e<br />
Biar su lama seng bakudapa<br />
Jang lupa mama pung kata-kata</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#5 Papeda dingin &#8211; masnait | lirik |</strong><br />
Kalo ada yang belum kenal Masnait Group maka termasuk diantara orang-orang yang merugi *halah* dengarkan saja salah satu lagu yang sangat sederhana ini deh. Sederhana dari segi lirik tapi membuai hati.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>Papeda dingin kuahnya tomi-tomi<br />
Campor bagasang dengan cili padis<br />
Itu makanan anak-anak maluku<br />
Tomi-tomi randam di kuah<br />
Papeda dingin sabale jua rasa satu mau dua</p>
<p>Papeda dingin dengan kuah kuning<br />
Cakalang asar tamba colo-colo<br />
Itu makanan anak-anak maluku<br />
Tomi-tomi randam di kuah<br />
Papeda dingin sabale jua rasa satu mau dua<strong></strong></p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#6 Donci su Babunnyi-  Hassa Group | lirik |<br />
</strong>Lagu jujaro deng mungare.<strong><br />
</strong></p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>Dengar donci su babunyi mari nyong deng nona e<br />
jang balagu mari polo dansa sampe pagi hari e<br />
satu persatu dengar komando la katong putar sena anggale<br />
su amper siang ale polo beta tamba rapat e</p>
<p>dengar komando la mari dansa katong putar lombo se<br />
rasa rame jangan pulang dansa sampe matahari nai<br />
kalo mama deng papa marah nanti ale datang ka rumah<br />
ale maso minta dari beta pung mama deng papa</p>
<p>sio nona e mari polo rapat e<br />
sio nyong e beta seng bisa jao e<br />
kalo nanti habis dansa jang lupa antar beta pulang e</p>
<p>sio ale nyong deng nona mari nanti dansa putar lombo se<br />
dengar komando la katong dansa taputar sena anggale</p>
<p>su amper siang su tamba dingin sio mari polo rapat<br />
la kalo suda suka sama suka mau apa lai</p></blockquote>
<p><strong><em>Bonus Combo</em></strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong><em>Bonus Combo</em></strong></p>
<p><strong>#7 lagu Rindu &#8211; Ferry Sapullete</strong> <strong>| lirik |</strong><br />
Ini lagu bolehlah jadi lagu andalan bagi sepasang kekasih atau apalah yang sedang berjauhan alias lagi LDR begitu.  Nah lagu ini dengan santai tapi sahdu sekaligus romantis *halah bahasanya* mengeluarkan ungkapan kerinduan yg menggebu2 gitu, mungkin ada lagu yang sudah terkenal duluan berjudul &#8220;parcuma&#8221; tapi setelah saya denger lagu ini, itu lagu &#8220;parcuma&#8221; jadi berasa datar deh.. *bukan promosi*</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>kala malam beta manyanyi lagu rindu ini par ale<br />
biar jau bagini sio lewat lagu ini<br />
bisa par hibur hati yang sunyi<br />
kala malam beta sandiri<br />
sio lagu ini seng pernah barenti<br />
biar rasa sunyi garu-garu dihati<br />
mar beta tetap manyanyi</p>
<p>andai saja ale ada di sini<br />
bukan cuma ada didalam mimpi<br />
katong dua manyanyi<br />
katong manyanyi lagu rindu ini</p>
<p>sapa lai yang bisa tahan nona ee<br />
darah ini abis di badang ale&#8230;<br />
inga katong dua pung cinta yang tatahan<br />
dari dolo sampe sakarang&#8230;</p>
<p>beta cuma bisa manyanyi<br />
senangdung lagu rindu ale<br />
semoga disana katong manyanyi lagu yang sama<br />
lagu rindu ini</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>#8 Gepe-gepe &#8211; Rudi Wairata | lirik |</strong><br />
Lagu favorit pas lagi puyeng dan butuh hiburan ini, dengar lagu ini jadi semangat sekali untuk bergoyang, musik yang ceria serta liriknya yang lucu bikin ngakak sekaligus terhibur.</p>
<div>
<div style="margin: 0px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 15px;">
<input style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Ilangin'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lirik'; }" type="button" value="Lirik" /></div>
<div class="alt2">
<div style="display: none;">
<div style="background: #FFFFFF; text-align: left; padding: 0px;">
<blockquote><p>gepe-gepe.. gepe.. gepe dia sampe lombo<br />
gepe-gepe.. gepe.. gepe dia sampe bodo</p>
<p>jujaro dan ngungare mari katong beramai-ramai<br />
badansa dan manari putar lenso lombo se<br />
polka dan katreji putar akang dengan sopi<br />
sampe pulang pagi polo nona sampe bodo</p>
<p>awas jang sampe lupa ator langka bae-bae<br />
polo nona rapat awas jangan la tagai<br />
itu baru bilang nama dansa gepe-gepe<br />
nona dari kilang beta polo beta gepe</p></blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Sila di download #1 The Best Lagu rindu tanah maluku</strong></p>
<p><a title="Gepe-gepe" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763347/RudyWairataGePeGePe.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Rudy Wairata &#8211; GePe GePe</a><br />
<a title="papeda dingin" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763343/Masnait-PapedaDingin.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Masnait  &#8211; Papeda Dingin</a><br />
<a title="Waarom Huil Je Touch" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763346/HellasGroup-WaaromHuilJeTouch.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hellas Group &#8211; Waarom Huil Je Touch</a><br />
<a title="katong nai parau" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763344/HellasGroup-KatongNaeParahu.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hellas Group &#8211; Katong Nae Parahu</a><br />
[<a title="Asal ale mau nanti" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763345/HellasGroup-AsalAleMauNanti.mp3" target="_blank">download] ::::::::::::::  Hellas Group &#8211; Asal Ale Mau Nanti</a><br />
<a title="Hellas Hidop orang basudara" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763234/HellasGroup-HidopOrangSodara.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hellas Group -  Hidop Orang Sodara</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763235/HassaGroup-DonciSobabunyi.MP3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Hassa Group &#8211; Donci Sobabunyi</a><br />
<a title="Hidop orang basudara" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763237/FrankySahilatua-HidupOrangBasudara.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Franky Sahilatua &#8211; Hidup Orang Basudara</a><br />
<a title="mama pung kata2" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763236/Foco-MamaPungKata-kata.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Foco &#8211; Mama Pung Kata-kata</a><br />
<a title="Lagu RIndu" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15666144/FerrySapulette-LaguRindu.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Ferry Sapulette &#8211; Lagu Rindu</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15665204/AndyTielman-JauhDariAmbon.mp3" target="_blank">[download] ::::::::::::::  Andy Tielman &#8211; Jauh Dari Ambon</a></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/' addthis:title='#1 Lagu Ambon Terbaik Sepanjang Masa '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/11/1-lagu-ambon-terbaik-sepanjang-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763347/RudyWairataGePeGePe.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763343/Masnait-PapedaDingin.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763346/HellasGroup-WaaromHuilJeTouch.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763344/HellasGroup-KatongNaeParahu.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763345/HellasGroup-AsalAleMauNanti.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763234/HellasGroup-HidopOrangSodara.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763235/HassaGroup-DonciSobabunyi.MP3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763237/FrankySahilatua-HidupOrangBasudara.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15763236/Foco-MamaPungKata-kata.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15666144/FerrySapulette-LaguRindu.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.ziddu.com/downloadlink/15665204/AndyTielman-JauhDariAmbon.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 04:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Ocehan]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[pilkot kota ambon]]></category>
		<category><![CDATA[upulatu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[Om Richard &#38; Om Sam Latuconsina yang terhormat, ini surat pertama dan semoga bukan yang terakhir saya tulis buat om berdua. meski ga ingin nulis juga tapi rasanya ga enak kalo tidak dikeluarin apa yang melintas dipikiran terus menerus beberapa waktu ini. Om berdua, saya pernah membaca sebuah surat terbuka kolumnis Art Buchwald  ketika Richard [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/' addthis:title='Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/17345_313896839014_642504014_3409235_7020364_n.jpg"></p>
<p>Om Richard &amp; Om Sam Latuconsina yang terhormat, ini surat pertama dan semoga bukan yang terakhir saya tulis buat om berdua. meski ga ingin nulis juga tapi rasanya ga enak kalo tidak dikeluarin apa yang melintas dipikiran terus menerus beberapa waktu ini. Om berdua, saya pernah membaca sebuah surat terbuka kolumnis Art Buchwald  ketika Richard Nixon menjadi Presiden Amerika Serikat. Buchwald mengatakan, &#8221;<em>Pak Presiden, dengan surat ini saya ingin menyampaikan kepada Anda bagaimana cara memimpin negara. Berbahagialah Anda karena saya tidak memungut biaya sama sekali untuk nasihat yang saya berikan, sebab saya merasa bahwa sudah menjadi tugas saya sebagai warga negara untuk membantu Presiden mengatasi pelbagai masalah yang muncul hari ini</em>.&#8221;</p>
<p><span id="more-1108"></span></p>
<p>Saya bukan Art Buchwald, saya bukan kolumnis hebat yang setiap tulisannya ditunggu oleh ribuan orang pembacanya yang mengidolakan dia. Saya hanyalah salah satu diantara penghuni kota Ambon ditandai dengan KTP sebagai syarat untuk menetap di sebuah kota dalam negara ini. Meski di pemilihan kemaren saya ga mencoblos Om berdua, bukan apa2 hanya karena saya tidak mendapat undangan untuk memilih saat pemilihan itu. *curcol* akan tetapi saya sama juga dengan Art yang tidak memungut biaya atas surat ini, meski hanya ongkos ganti prangko karena surat ini sudah tentu tidak dikirim lewat pos.</p>
<p>Om Richard dan Om Sam, mumpung Om berdua masih belum sibuk karena masih menanti pelantikan menjadi Walikota dan Wakil walikota Ambon periode ini, sangat kebetulan sekali sehingga jelas Om berdua seperti kata2 iklan &#8220;fresh from the oven&#8221; alias masih hangat untuk memulai sesuatu, Saya tau program pembangunan kota ini mungkin sudah om berdua pikirkan sejak baru berniat mencalonkan diri, atau saat2 memulai kampanye atau bisa saja belum dipikirkan nanti apabila sudah sah baru mulai dipikirkan cara2 membangun kota ini lebih baik . Maaf saya ga membahas program &amp; janji2 yang disertakan saat kampanye kemaren. Akan tetapi untuk sedikit saran, saya meminta Om berdua melupakan asal beragam partai politik yang mendukung anda karena Om berdua sudah mendapatkan amanah untuk memipin negeri ini, Om berdua sudah bukan lagi utusan partai dan pengikutnya. Sekarang Om berdua adalah upulatu bagi warga kota ini. Baik dan buruknya kota ini ada ditangan anda. Beta memimpikan Om berdua menjadi seperti Pak Jokowi yang menjabat sebagai Walikota Solo yang dicintai oleh rakyatnya. Karena saat ini, pemimpin yang dicintai oleh rakyat dan mau berkorban untuk rakyat dengan ikhlas dan tulus sangatlah susah mesti bukan mustahil. Yang dilakukan Pak Jokowi di Pulau Jawa sana mungkin bisa kita ambil pelajarannya, seperti dikutip dibawah ini :</p>
<blockquote><p><em>Di bawah kepemimpinannya, kota Solo mengalami perubahan yang cukup pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto “Solo: The Spirit of Java“. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. &#8211; Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008“</em></p>
</blockquote>
<p>Jelas, saya tidak menuntut Om berdua untuk melakukan seperti pak Joko Wi di Pulau Jawa sana. Ambon dan Solo adalah dua kota berbeda yang butuh penanganan berbeda pula, tapi yang mungkin bisa diambil dari Pak Joko adalah beliau membangun Solo dengan cita rasa Solo, beliau tidak membangun Solo dengan impian modern tapi melupakan akar dimana beliau berpijak. Ambon pun setidaknya bisa membangun dengan cara seperti itu, mungkin saja terlihat kampungan akan tetapi dengan berpijak kepada akar untuk membangun sebuah kota maka pasti akan terasa lebih bermanfaat dari pada mengikuti setiap proyek prestesius tapi tidak dirasakan dampaknya kepada rakyat secara lansung, ada manfaatnya tapi nanti hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang saja.</p>
<p>Om Richard dan Om Sam,  Semua orang butuh pembangunan di negeri mereka untuk menjadikan semuanya lebih baik, akan tetapi pembangunan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat disitu juga. Apa jadinya pembangunan berbagai macam gedung2 mercusuar kalo orang ambon tidak bisa ikut menikmati, apa jadinya jika setiap pembangunan membuat orang ambon berdiri takisu dipinggir jalan jadi penonton, kebanggaan apa lagi yang bisa kami miliki jika semua yang ada dikintal kota ini milik orang lain.</p>
<p>Dulu pernah ada mimpi ambon cyber city, ada mimpi ambon water front city dan beragam mimpi yang hanya menjadi mimpi disetiap benak orang ambon, ketika bangun maka mimpi itu sudah tertindis oleh mimpi lain pula. Sekarang bagi beta sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk membangun ambon selain bekerja keras dan melakukan re-branding Ambon Manise, bagi beta, sebutan Ambon Manise itu masih bermakna dari dulu, sekarang dan sampai kapanpun juga. Ambon Manise bukanlah sebuah slogan kosong dari para calon wakil rakyat untuk membuai rakyat. Ambon manise adalah slogan dari hati orang ambon untuk orang ambon juga, didalam kata2 &#8220;Ambon manise&#8221; sudah mencakup berbagai hal untuk menjadikan Ambon lebih baik. Beberapa Contoh saja Ambon bisa manis jika filosofi &#8220;basudara&#8221; dipelihara terus-menerus dihati orang maluku. Dengan filosofi ini orang ambon selalu berperilaku ramah karena menganggap semua orang adalah saudara, sehingga bisa saja setiap konflik2 kecil yang muncul akan tetapi membesar di media yang menjadikan Ambon seperti kota konflik menjadi semakin hilang.</p>
<p>Mungkin Filosofi &#8220;kintal&#8221; bikin kota ini menjadi lebih indah &amp; bersih karena semua orang menganggap kota ini adalah kintal mereka, dan &#8220;beta pung kintal&#8221; adalah perasaan memiliki dan menjaga yang sangat besar artinya bagi orang ambon sehingga semua orang ingin menjaga dan membangun apa yang dimiliki oleh mereka tanpa terpaksa. Dan masih ada banyak kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat kita gunakan untuk membangun Ambon lebih baik dan tidak ketinggalan jaman, orang tatua dolo saja sudah bilang Lawamena Haulala alias maju terus pantang mundur. Orang tatua pasti tidak ingin ambon menjadi terbelakang, orang tatua pasti ingin cucu-cucunya maju dalam segala hal dan kenapa harus kita sampingkan? Jelasnya masih banyak local wisdom yang bisa digunakan untuk membangun kota ini selain teori2 pembangunan kelas kakap dari luar.</p>
<p>Om Richard &amp; Om Sam, Jika beberapa saat lalu ambon masih dibebani dengan peninggalan konflik itu, maka sudah saatnya untuk membangun kota ini tanpa memikirkan soal itu lagi, sudah cukup lama ambon mendapat stigma &#8220;kota konflik&#8221;  maka sekarang adalah awal yang paling baik untuk membangun ambon. Di tangan om berdua yang pasti sangat gaco dan memahami isi kota ini. Ada sebuah kutipan di Amerika <em>&#8220;Roosevelt memberi bukti bahwa orang bisa menjadi presiden seumur hidup; Truman memberi bukti bahwa semua orang bisa menjadi presiden; dan Eisenhower memberi bukti bahwa kita tidak memerlukan presiden.</em>&#8221; dan pertanyaan terakhir Om Richard dan Om Sam akan memberi bukti apa?</p>
<p>Horomate.</p>
<p>ttd.</p>
<p>Almascatie</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[<em>Richard Louhenapessy &amp; M.A.S Latuconsina adalah Walikota &amp; Wakil Walikota terpilih periode 2011-2016 dengan perolehan suara 23,91 %, akan tetapi golput dikota ini mencapai 36,71 % sumber : pilkadaambon.co.cc</em>]</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/' addthis:title='Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/07/surat-terbuka-buat-om-richard-dan-om-sam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sawai : Surga di sudut pulau Seram</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 22:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Birdwatching]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Masihulan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandangan Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Seram]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Sawai]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Manusela]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Senja yang tak akan terlupakan di Sawai Peringatan Postingan ini sangat panjang sekale ditambah foto2 narsis yang aduhai nan menggoda. titik, jangan salahkan saya kalo anda ngamuk2 &#8220;Nekat&#8221; adalah kata pertama yang terlintas di pemikiran untuk jalan2 ke beberapa tempat di Ambon saat Trip ke Sawai dilaksanakan padahal beberapa hari kemudian saya harus mencapai [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/' addthis:title='Sawai : Surga di sudut pulau Seram '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_5615_.jpg" alt="senja" width="532" height="247" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Senja yang tak akan terlupakan di Sawai</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><em><strong>Peringatan Postingan ini sangat panjang sekale ditambah foto2 narsis yang aduhai nan menggoda. titik, jangan salahkan saya kalo anda ngamuk2 <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></em></span></p>
<p><span id="more-981"></span>&#8220;Nekat&#8221; adalah kata pertama yang terlintas di pemikiran untuk jalan2 ke   beberapa tempat di Ambon saat Trip ke Sawai dilaksanakan padahal   beberapa hari kemudian saya harus mencapai Namlea untuk sebuah urusan   juga, tercapai kata sepakat dengan beberapa teman yg ingin ke Sawai   juga, maka akhirnya dengan nekat kami menyebrang ke Pulau Seram   menggunakan Kapal Cepat untuk ke pulau Seram sebelum memakai mobil ke   Saka sebagai jalur terdekat untuk ke Sawai.</p>
<p>Negeri Sawai merupakan sebuah negeri adat yang terdapat di Kecamatan Seram  Utara Kab. Maluku Tengah Provinsi Maluku, dengan memiliki petuanan dan 5  anak dusun yaitu Masihulang, Rumaolat, Besi, Opin dan Olong. Desa Sawai juga masuk dalam daerah Taman Nasional Manusela sehingga tidak heran kondisi alamnya sangat terjaga, meski seperti pada tebing2 karang yang menjulang terlihat coretan2 tangan yang mengotori dinding alam ini. Untuk mencapai desa Sawai dapat menggunakan dua cara dari Masohi Ibu kota kabupaten Maluku tengah yaitu dengan menggunakan mobil lansung ke Masohi &#8211; Sawai dengan rute melalui pegunungan yang terkenal dengan lekukan SS yang lumayan bikin merinding sekitar 4 Jam, atau mengambil rute ke Masohi &#8211; Dusun Saka sekitar 2 Jam perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Long Boat sekitar 30 menit untuk mencapai Sawai.</p>
<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/ups.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-995" title="ups" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/ups-300x150.jpg" alt="" width="300" height="150" /></a>Bersama teman2 kami sepakat untuk menginap di penginapan Lisar Bahari milik Pak Ali, Penginapan ini adalah pilihan alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana desa, terletak diujung kampung  dan berdiri diatas laut berbentuk rumah panggung selain tenang akan tetapi tidak terisolir dari orang2 lokal, di sekeliling penginapan masih terlihat warga kampung yang melakukan aktifitas sehari-hari sehingga pilihan untuk berlibur sekaligus memotret Human Interest dapat terlaksana. Sesampainya di penginapan kita disambut oleh kicauan burung-burung yang masih liar di gunung sebelah belakang penginapan juga bunyi suara ikan yang berebut makanan di laut. Menurut Pak Ali Penginapan ini sudah berdiri lumayan lama sejak tahun 90-an, pengungjung yang datang kesana rata2 adalah orang Bule, sedangkan pengungjung dari Indonesia bisa dihitung dengan jari saja. Yang mengejutkan menurut Pak Ali, kami adalah orang-orang Ambon yang bisa dibilang pertama kali datang ke situ untuk menikmati Alamnya, biasanya yang datang ke daerah situ hanyalah orang-orang dari luar jika ada orang ambon pun yang datang maka hanyalah melaksanakan tugas, biasanya PNS dari dinas Kehutanan yang paling banyak.</p>
<p>Sambil melepas penat di beranda penginapan, kami pun menikmati alunan  senja yang perlahan mulai memasuki malam, meski hujan turun membasahi  bumi, akan tetapi di ufuk sana senja terlihat indah tanpa terganggu  gerimis itu. Rencana kami malam itu adalah full beristrahat untuk  aktifitas 2 hari berikutnya yang cukup panjang dan pasti melelahkan.  Jadi kami lebih memilih untuk mengembalikan energi setelah perjalanan  panjang tersebut tentunya tidak lupa untuk jepret2 sekitarnya yang  kesemuanya menarik untuk di abadikan.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/4.jpg" alt="senja saat hujan" /></p>
<p><em>Hujan &amp; Senja : Harmoni yang indah.</em></p>
<p>Selain menyediakan tempat menginap, penginapan ini pun menyediakan semacam paket-paket tour keliling untuk menikmati panaroma dan sensasi alam sawai. Beberapa tour yang disajikan seperti Tour Rumah Pohon (Bird Watching) di Dusun Masihulang, Tour Salawai River untuk menikmati burung-burung di sepanjangan aliran sungai dan buaya liar sungai tersebut, Tour ke Pulau Kelelawar dan Gua Bawah laut. Dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/5.jpg" alt="damai" width="502" height="304" /></p>
<p><em> Ngopi di depan kamar dan disuguhi pemandangan fresh macam begini.</em></p>
<p>*halah* malah kebanyakan cerita, jadi karena saya ini mengikuti mahzab &#8220;biarkan foto bicara&#8221; maka sebaiknya dinikmati sajalah hasil jepretan amatir saya ini selama main-main di Sawai. <em><strong>*seperti tak sadar kalo diatas pun sudah ada foto-fotonya* huh!</strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/lands.jpg" alt="sawai" /></p>
<p><em> Pemandangan yang selalu bikin hati tergetar</em></p>
<p><em><strong>*Posting Update*</strong></em></p>
<p>Sesuai direncanakan maka pada hari pertama kami pun melakukan perjalanan menyusuri sungai Salawai untuk memotret burung dan buaya, menurut penduduk setempat buaya-buaya tersebut adalah buaya liar yang sudah mendiami Sungai Salawai sejak lama. Dulu pada hulu sungai pun sudah ada buayanya akan tetapi dengan semakin ramainya transportasi di Sungai dan dibukanya jalan Trans Seram maka buaya-buaya ini pun makin tersingkir ke bagian Hutan yang semakin jauh ke dalam.  Tipikal sungai salawai tidak sama dengan sungai-sungai yang berada di pulau seram ini *seperti selama ini yang saya tau* Sungai Salawai lebih mirip sungai2 besar di Pulau Jawa, K<a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1054" title="jalan" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan-300x208.jpg" alt="" width="300" height="208" /></a>alimantan atau Papua, dengan air berwarna coklat dan mengalir dengan arus yang lumayan tenang, Sungai ini pun tidak terlalu lebar mungkin sekitar 6-7 meteran saja dan di tepi sungai  banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon seperti pohon aren atau juga pakis *ga tau sayah <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *.  Semakin ke dalam maka pepohonan pakis/aren di pinggiran sungai berganti dengan pohon2 sagu kadang-kadang ditemui &#8220;talaga&#8221; atau tempat produksi sagu di bagian pinggir sungai. Setelah melewati Jembatan Tran Seram, maka kita disuguhi pemandangan khas hutan-hutan tropis yang keliatan menyeramkan sekaligus indah. sepanjang perjalanan ini telinga kita dihibur oleh berbagai suara-suara burung dari dalam hutan dipinggiran sungai. dari Burung nuri, burung siang sampai pada bebek-bebek yang beterbangan mencari makan di sepanjang sungai. Kadang-kadang malah terlihat ayam hutan sedang mencari makan juga. Sungai yang berkelok-kelok merupakan tipikal sungai ini, kadang2 kelokan tajam membuat long boat yang kami naiki terpaksa harus melakukan manuver2 yang mengerikan, tidak hanya kelokan2 tajam sungai, akan tetapi halangan2 berupa pohon tumbang yg membuat kami terpaksa menundukkan kepala atau pohon tumbang didalam air membuat long boat terseok2 melewatinya.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalur-sungai.jpg" alt="Sungai Salawai" /></p>
<p><em>Rute Sungai Salawai yang harus dilewati, kadang tertutup dahan2 sagu dari sekeliling sungai</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dalam perjalanan menyusuri sungai ini, kami berlima tidak yakin akan menemukan buaya dalam sungai ini, kami lebih fokus untuk menikmati hutan dan keindahan karena dari informasi penduduk buaya sungai ini lebih sering ditemukan oleh mereka yang menggunakan perahu dayung tanpa keributan. Sedang kami, ah jangan hitung lengkingan mesin 20 Pk di belakang longboat, setiap melihat pemandangan yang indah saja, mulut kami sudah berkicau lebih keras dari pada suara burung di pepohonan. Pada sebuah kelokan tajam, saat mata dan kamera kami lagi siap2 untuk memotret beberapa ekor bebek yang terbang mengiringi kami, tiba Bang Alay, pengemudi longboat berteriak kalo ada buaya didepan kami, saya yang duduk paling depan kaget setengah mati lalu mencari2 dimana buayanya.. rupanya.. omaigat.. hanya berkisar beberapa meter saja dari depan longboat, mungkin sekitar 4-5 meter si buaya sedang asyik berjemur menikmati cahaya matahari di pinggiran sungai.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_4650.jpg" alt="buaya salawai" /></p>
<p><em>Buaya liar sungai Salawai yang kami temukan dalam perjalanan ini. Dengan modal lensa kit dan jarak beberapa meter dari buaya lumayan membuat hati berdebar juga.</em></p>
<p style="text-align: left;">Dengan tanpa pikir panjang lansung kamera bergerak untuk menjepret buaya tersebut, hampir 7 menit kemudian saya bertanya-tanya dalam hati &#8221; <em>ini buaya plastik apa ga sih, dari tadi kok ga gerak2,diam seperti patung aja nih</em>&#8221; eadalah.. tak sampai dua menit saat perahu yang terkena arus sudah mundur agak jauh dan kami meminta untuk mendekat sedikit, mungkin karena saking ributnya kami ditambah suara mesin, tiba2 dengan kecepatan kilat si buaya lansung meloncat dalam air. &#8220;<em>Oh Tuhan, saya baru percaya saya gerakan buaya yang sangat cepat dan itu buaya liar asli dari alam&#8221; </em>*gobliks*<em> <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </em>Setelah itu tanpa pikir panjang kami pun lansung bilang ke Bang Alay untuk berbalik arah pulang, karena kami ga berani lagi untuk lebih jauh masuk kedalam sungai tersebut. Ngeri harus ketemu buaya2.</p>
<div id="attachment_1059" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sapalewa.jpg"><img class="size-medium wp-image-1059" title="sapalewa" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sapalewa-300x154.jpg" alt="" width="300" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Sapalewa : photo by Alvin Lee Hahuly</p></div>
<p>Dalam perjalanan pulang kami masih sempat mampir ke sebuah tempat produksi sagu, saya tak menyangka ada tempat seperti itu. Menurut pekerjanya, pada satu bak bisa menampung 100 tumang lebih sagu tumang (tumang : adalah tempat yang digunakan untuk menampung sagu mentah). Setelah mampir dan photo2 sebentar kami pun melanjutkan perjalanan untuk menikmati kelapa muda di Hulu sungai salawai ini. perut lapar dan stamina yang mulai melemas adalah kombinasi tepat untuk menikmati kelapa muda. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Saat melihat jam yang sudah menunjukkan waktu 12 siang, perjalanan kami lanjutkan ke Pulau Kecil Sapalewa untuk menikmati makan siang, pulau kecil tanpa penghuni ini pemandangannya sangat indah, dengan</p>
<div id="attachment_1022" class="wp-caption alignright" style="width: 291px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/salawai.jpg"><img class="size-medium wp-image-1022" title="salawai" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/salawai-300x199.jpg" alt="" width="281" height="186" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai di Pulau Salawai</p></div>
<p style="text-align: left;">komposisi pasir putih di sekeliling pulau dan pepohonan rindang membuat pulau ini terasa sejuk sekali, apalagi masih terdengar suara2 burung makin menambah nikmatnya pulau ini. Setelah makan siang lalu beristrahat, tak lupa kopi dibuat untuk menikmati suasana alam pulau sapalewa ini, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Kelelawar, tapi sebelumnya kami berencana untuk Birding di sebuah gundukan pasir alam di tengah laut yang biasanya menjadi tempat persinggarahan burung2 laut, akan tetapi kami harus kecewa karena pulau pasir itu tertutup air laut yang sedang pasang. Jadi kami pun melewatkan photo2 burung disitu dan terus menuju pulau Kelelawar.</p>
<div id="attachment_1058" class="wp-caption alignleft" style="width: 246px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_4732.jpg"><img class="size-full wp-image-1058" title="DSC_4732" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_4732.jpg" alt="" width="236" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">Beberapa anak kecil sedang membersihkan rumput laut</p></div>
<p>Mendekati Pulau Kelelawar kita melewati beberapa pulau kecil, dari kejauhan terlihat ada beberapa rumah warga yang keliatannya sebagai tempat atau gudang penyimpanan rumput laut *bener tidak? soalnya ane tidur selama perjalanan dari Sapalewa ke Pulau Kelelawar nih* Terbangun beberapa saat kemudian setelah mendekat ke Pulau kelelawar, Pulau kelelawar ini bisa dibilang bukan sebuah pulau tapi lebih</p>
<div id="attachment_1057" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masuk-kelelawar.jpg"><img class="size-medium wp-image-1057" title="masuk-kelelawar" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masuk-kelelawar-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Jalan masuk kedalam untuk melihat kelelawar *abaikan yang lagi pingsan ditengah itu*</p></div>
<p>mirip kumpulan tanaman bakau sejak dulu sehingga bisa menjadi saran bagi kelelawar Sawai.  sedang pulau-pulau disekeliling pun terlihat seperti itu ditambah pasir laut. Perjalanan ke pulau kelelawar hanya bisa dilakukan pada waktu air laut sedang pasang, jika air laut surut maka longboat tidak bisa masuk karena lautnya sudah dangkal, penduduk menanami sekitar pulau2 itu dengan bakau serta juga tanaman Rumput laut.</p>
<p>Terdapat sebuah dermaga dari kayu berbentuk huruf T menyambut longboat yang merapat ke pulau ini, dermaga kayu sekaligus pintu masuk kedalam pulau kecil ini dibangun pemerintah setempat untuk para pengunjung melihat kelelawar dari jarak cukup aman. Keseharian dermaga ini selain pintu masuk pulau kelelawar penduduk sekitar menggunakan tempat ini untuk membersihkan bibit ataupun hasil panen rumput laut sebelum di bawa pulang ke Desa Sawai. Selama perjalanan menggunakan Long boat ini pemandangan di sekitar sangat rugi kalo terlewatkan, aktifitas penduduk maupun burung2 di sela pepohonan memberi kesan sendiri dalam perjalanan ini.</p>
<div id="attachment_1064" class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/bebek.jpg"><img class="size-medium wp-image-1064" title="bebek" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/bebek-300x289.jpg" alt="" width="219" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Burung Laut (By Mas Nanang)</p></div>
<p style="text-align: left;">Di pulau ini habitat kelelawar sangatlah banyak, mereka tinggal di beberapa pohon Bakau yang besar-besar, sayang jika dilihat pembuatan jalan masuk tersebut sedikit mengganggu karena menebas  pohon-pohon bakau untuk mendekati pohon besar tempat berdiamnya para kelelawar ini, mungkin jika dibuat dengan konsep alam tanpa perlu merusak terlalu banyak bakau-bakau tersebut suasananya akan lebih menyeramkan kali yah <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/kelelawar.jpg" alt="habitat kelelawar" width="502" height="358" /></p>
<p>Setelah dari pulau kelelawar, karena kondisi badan sudah sangat capek, kami pun memilih beristrahat sambil ngobrol2 dengan beberapa nelayan rumput laut yang baru saja membeli bibit rumput laut dari sebuah desa. Rencana istrahat sebentar rupanya tidak cukup, setelah membuat kopi *lagi* untuk dinikmati, rupanya teman2 tidak tahan untuk lansung menggulingkan badan beralaskan papan dermaga, capek + angin sepoi2 + musik lawas jaman 80-an jadi obat manjur untuk mata lansung tidur. Saya yang lagi menikmati suasana lansung menjepret teman2 yang sudah tidur duluan <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) tapi rupanya nasib ga berpihak, setelah menjepret beberapa kali dan berniat tidur. Ealah, abang tukang long boat udah meminta kita untuk segera balik karena laut makin surut sehingga dikhawatirkan longboat tak bisa pulang ke Sawai. Di langit, awan gelap perlahan mulai muncul dari sebelah timur meski di sebelah barat langit masih terlihat cerah sekali. Apalagi kami masih harus menyimpan energi untuk perjalanan besok ke Rumah pohon maka kami pun segera kembali secepatnya dengan niat tentunya tidak ingin istrahat tetapi snorkeling di sekeliling penginapan yang tenang serta jepret senja tentunya.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/umah-pohon_.jpg" alt="Rumah Pohon" width="300" height="450" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Platform Rumah Pohon aka Bird Watching Taman Nasional Manusela setinggi 45 meter; dari Sawai berjalan kaki sekitar 1 jam untuk menuju lokasi ini</em></p>
<p style="text-align: left;">Keesokan harinya, menurut rencana perjalanan ke Rumah Pohon di Dusun  Masihulang Desa Sawai dimulai setelah makan siang, maka pagi setelah  sarapan dan jalan-jalan di sekeliling penginapan untuk jepret2 sana sini kami pun kembali istirahat dengan tenang, tenang itu maksudnya tidur dengan nyenyak tanpa perlu khawatir terganggu oleh suara bising. Tapi akibatnya lumayan nendang, sakit kepala akibat kebanyakan tidur mulai kerasa akhirnya jam 11 siang, karena isi kepala mulai berdenyut2 saya pun memutuskan bangun dan bikin kopi di depan teras penginapan sambil menikmati aktifitas para nelayan disekeliling penginapan. Saat jam mulai menunjukkan tepat tengah hari, awan gelap perlahan mulai muncul, rasa khawatir terhadap rencana ke Rumah pohon mulai menyelusup, jika hujan turun maka kami akan sangat kesulitan sekali berjalan kesana dibawah guyuran hujan.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah menikmati makan siang, hujan turun perlahan, oleh Pak Ali kami disarankan untuk menunggu hujan reda sedikit sebelum memulai perjalanan, laut yang terlihat pasang sampai bebrapa sentimeter dari biasa hampir menenggelamkan jembatan kecil di depan penginapan tersebut. Akhirnya hujan berhenti meski di langit masih terlihat awan berarak</p>
<div id="attachment_1070" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan-masuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-1070" title="jalan-masuk" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/jalan-masuk-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Rute bakau teluk dalam</p></div>
<p style="text-align: left;">tapi matahari sudah mulai muncul lalu kami pun memutuskan melakukan perjalanan tepat jam 2 siang. Rute ke Rumah pohon yang kami lalui adalah menggunakan long boat memasuki teluk sawai sekitar 15 menitan, teluk Sawai bagian dalam ini dipenuhi oleh pohon-pohon bakau, jalan masuk yang digunakan mungkin hanya selebar 2-3 meter saja, sama seperti dengan sungai salawai, jalan masuk itu harus melewati rintangan berupa belokan2 tajam yang ekstrim bahkan pohon2 bakau di sekeliling jalan masuk ini pun terlihat lebih rindang dari pada sungai salawai. Setelah sampai di tujuan perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju dusun masihulan, jalan yang kami gunakan adalah jalan utama menuju desa Sawai dari Jalan lintas Seram melewati pegunungan SS tersebut. Jalan yang dibangun sekitar tahun 90-an dan diaspal sekitar 5 tahun lalu terlihat sudah hancur di mana-mana, bahkan dibeberapa titik terlihat hanya tanah merah belaka dengan gundukan-gundukan yang bisa membuat mobil terpeleset.</p>
<div id="attachment_1071" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masihulan.jpg"><img class="size-medium wp-image-1071" title="masihulan" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/masihulan-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Gerbang Masuk Dusun Masihulan</p></div>
<p>Sekitar 30 menit kemudian kami sampai di rumah Om Buce, Ketua Tim pengelola Rumah Pohon, disana terlihat perlengkapan2 memanjat sudah terhampar di teras rumah beliau, sambil mengambil napas yang sudah ngos-ngosan senin kamis, kami pun menunggu Om Buce yang rupanya tidak menyangka kami akan naik ke rumah pohon ketika jam sudah menunjukkan pukul 3 sore itu, Biasanya para pengungjung akan datang lebih siang agar bisa naik ke Rumah Pohon dan turun sore hari, sedangkan dengan waktu2 seperti kita ini biasanya para pengungjung akan menginap diatas rumah pohon. Setelah mengecek perlengkapan dengan baik, beberapa anggota Tim pengelola rumah pohon mulai mengangkut perlengkapan tersebut dan meminta kita untuk segera mengikuti mereka, sementara itu hujan rintik2 mulai turun perlahan-lahan, segala perlengkapan kamera pun kami masukan kedalam tas agar tidak kebasahan.</p>
<p style="text-align: left;">Perjalanan menyusuri jalanan aspal itu dilanjutkan melewati Lokasi Karantina Burung yang didirikan oleh Pemerintah beberapa saat kemudian kami mulai berbelok dan menyusuri jalanan setapak ala hutan-hutan tropis, melewati perkebunan kakao yang lagi berbuah perjalanan mulai memasuki detik2 menegangkan. Jalan yang becek bikin kaki terasa berat untuk melangkah, efeknya nafas terasa banget tinggal di ujung idung doang <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  sedangkan penduduk lokal terlihat begitu santai, meski jalanan tersebut tidak menanjak akan tetapi lumayan berat dilewati bagi orang yg jarang naik gunung macam sayah ini. Ketika di kiri kanan pohon-pohon semakin tinggi dan suara burung makin banyak tiba2 didepan saya muncul tanjakan yang lumayan curam, begitu naik lansung dah saya lemas dan tak berdaya, hanya karena mendengar suara teman2 yang sudah sampai duluan begitu dekat maka ada sedikit harapan untuk terus melanjutkan perjalanan.</p>
<div id="attachment_1074" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/naik.jpg"><img class="size-medium wp-image-1074" title="naik" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/naik-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Naik ke puncak <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )</p></div>
<p>Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, riang-riang mulai ribut dikiri kanan menandakan malam yang sudah mulai tiba,  Tim pengelola bergerak cepat untuk mempersiapkan semuanya, Om Buce yang mendadak menhilang udah berada di atas rumah pohon dan memasang tali temali serta mengecek ke amanannya, sedang kita? dibalik napas kembang kempis itu kami mulai khawatir dengan kondisi semua orang (maksudnya kita-kita yang datang bukan penduduk disana)  sambil menenangkan diri kami mempertimbangkan estimasi waktu untuk naik ke atas pohon sekaligus turun serta tenaga yang tersisa yang jika dilihat maka mungkin malam hari baru bisa pulang. Jelas hal itu jelas sangat mengkhawatirkan, tenaga udah habis, perut lapar, jalanan yang tiba2 bikin kami semua trauma dan beberapa pertimbangan lain, akhirnya kami memutuskan soal kembali ke Sawai atau tidak nanti setelah kami semua berada diatas rumah pohon.</p>
<div id="attachment_1075" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/platform.jpg"><img class="size-medium wp-image-1075" title="platform" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/platform-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Ceria meski lapar <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: left;">Akhirnya dengan digeret satu persatu kami pun menaiki rumah pohon, dimulai dari Saya sebagai test case pertama jika selamat maka yang lain pun akan selamat *nangis darah*, Singgih, Yesco, Mas Nanang dan Bang Alvin terakhir merupakan urut-urutan, nanti posisi ini pun saat pulang tetap digunakan alhasil saya yang pertama menjdi kelinci percobaan beneran dengan turun kebawah tanpa tali pengaman utama (tali master) *nangis lagi* #abaikan.</p>
<div id="attachment_1076" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/hidangan-malam.jpg"><img class="size-medium wp-image-1076" title="hidangan-malam" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/hidangan-malam-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Makan malam &amp; wajah kelaparan</p></div>
<p style="text-align: left;">Dan ternyata orang terakhir yang sampai di atas terlihat waktu sudah menunjukkan tepat jam 6 sore. Dengan mempertimbangkan semuanya kami memutuskan menginap alias tidur di rumah pohon. Logistik? jangan di tanyain, Om Buce berbaik hati akan pulang dan mengambil makan malam kepada kami, karena jelas nekat sekali kami menginap diatas rumah pohon tanpa persiapan apa-apa, jaket &amp; jas hujan mungkin iya (meski ada teman yang salah kostum karena hanya memakai baju kaos yukensi + celana pendek doang), tapi makanan? selain satu bungkus permen hexos yang dibeli di Masohi pas berangkat juga ada termos air panas beserta temannya kopi &amp; gula sudah cukup bagi kami bertahan. Dari hasil hitung-hitungan kasar paling lambat Om Buce akan balik dengan makan malam sekitar jam 10 malam maka logistik tadi sudah cukuplah. Setelah ada kesepakatan kami pun mulai menjepret kiri kanan.</p>
<div id="attachment_1079" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/motret.jpg"><img class="size-medium wp-image-1079" title="motret" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/motret-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">persiapan motret</p></div>
<p>Langit berbaik hati malam itu untuk kami, setelah disuguhi pemandangan indah senja dan kabutnya, perlahan bulan muncul, kekhawatiran terhadap hujan pun sirna. Bulan itu membuat kami tetap bisa melihat dalam kegelapan tanpa perlu senter atau penerangan lainnya. Oh iya di atas platform rumah pohon ini juga tersedia MCK darurat untuk hajat lain-lain itu, meski kami gunakan dengan yah begitu deh <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) ngerti kan maksud sayah?. Semakin malam suguhan keindahan oleh alam makin indah, tapi rupanya ada satu yang membuat risau, suguhan kopi yang memakai ranting sebagai pengganti sendok yang lupa dibawa untuk mengganjal perut lapar + ngemut permen agar energi tak habis tidak bisa bertahan lama. Semakin malam suara-suara alam mulai ditimpali suara dari perut kami sendiri.</p>
<div id="attachment_1080" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sarapan-pagi.jpg"><img class="size-medium wp-image-1080" title="sarapan-pagi" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/sarapan-pagi-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">bangun tidur narsis lagi</p></div>
<p>Meski begitu, kami tetap mengajak Bang Ferly, seorang penduduk Masihulan untuk ngobrol-ngobrol, banyak kisah menarik dari beliau. Dari mulai kisah pengalaman beliau menangani klien dari bule sampai kepada tamu2 dari Jepang, yang paling menarik adalah kisah beliau tentang sejarah negeri Masihulan dan suku Huaulu di lembah itu. Tak terasa jam 10 sudah lewat, sedang makanan belum juga datang, kami pun mencoba tidur tapi tidak bisa. Lalu akhirnya sekitar jam 11.30 malam, sajian makan malam yang dinanti pun tiba, dengan cara digeret seperti kami tadi makanan pun dinaikkan lalu kami pun menikmati makanan paling nikmat selama ini di atas rumah pohon.</p>
<div id="attachment_1033" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/rumah-pohon.jpg"><img class="size-medium wp-image-1033" title="rumah pohon" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/rumah-pohon-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Minum kopi pagi</p></div>
<p>Paginya, ah tak usah dibilang, selain menikmati burung2 ciri khas Taman Nasional Manusela seperti : kakatua, pombo, nuri, rangong alias burung taong-taong dalam bahasa Ambon, kami pun menjepret sepuasnya sambil menunggu Om Buce dan timnya dari Masihulan untuk menurunkan kami sekaligus berjalan kaki pulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Sawai dalam lensa *sedikit*</strong></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #000000;"><em>[Gabungan photo teman2 yg ikut jalan ke Sawai]</em></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #000000;"><em> </em></span></span></p>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_998" class="wp-caption aligncenter" style="width: 523px"><em><img class="size-full wp-image-998" title="3" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/3.jpg" alt="" width="513" height="337" /></em><p class="wp-caption-text">Saat malam, Bulan perlahan muncul dari balik awan.</p></div>
<div id="attachment_1089" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><img class="size-full wp-image-1089" title="hatu sukun" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/hatu-sukun.jpg" alt="" width="525" height="354" /><p class="wp-caption-text">Puncak Hatu Sukun - Barisan pegunungan di belakang Sawai</p></div>
<p style="text-align: center;"><em> </em><em><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/6.jpg" alt="selamat pagi" /></em></p>
<p><em> Saat pagi menyambut dari jendela kamar.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_1090" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><em><img class="size-full wp-image-1090" title="selamat pagi" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/selamat-pagi.jpg" alt="" width="500" height="344" /></em><p class="wp-caption-text">Selamat pagi...</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/gadis.jpg" alt="pergi mengaji" /></p>
<p><em> Rumah penduduk disekitaran penginapan, terlihat dua orang anak kecil berangkat mengaji menyusuri jembatan2 kayu.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/7.jpg" alt="tangkap ikan" /></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Memancing.. motret dari depan kamar, laut sangat jernih sampai koral-koral karang dapat terlihat dengan jelas</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1091" class="wp-caption aligncenter" style="width: 508px"><img class="size-full wp-image-1091" title="underwater" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/underwater.jpg" alt="" width="498" height="310" /><p class="wp-caption-text">Bukan Underwater Photography, Foto ini di ambil dari atas penginapan, laut sangat jernih sehingga bisa melihat koral2 dan ikan dibawah laut</p></div>
<p style="text-align: center;"><img src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/05/cover.jpg" alt="temans-temans" width="504" height="289" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Narsis kala senja</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*lirik ke atas* naudzubillah.. panjang sekali *cuek bebek*</p>
<p>Jadi untuk lebih memperpanjang ini posting, saya tambahin sedikit Tips jika anda berniat berlibur ke Sawai Maluku Tengah dengan aman, nyaman, nikmat dan tentu sepuas-puasnya.</p>
<p><strong><em>Tips Berlibur Ke Sawai :</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>1. Rencakan perjalanan anda</em></strong><br />
Ini termasuk dengan mempertimbangkan akomodasi transporatsi, cuaca dan tour yang ingin anda isi di Sawai. Termasuk juga kesiapan fisik tentunya.</p>
<p><strong><em>2. Cek Cuaca &amp; kondisi</em></strong><br />
Waktu kunjungan terbaik sekitar bulan september &#8211; oktober atau bulan-bulan februari, akan tetapi sebaiknya anda melakukan cek ulang sehingga lebih valid, jangan sampai anda disana hanya menikmati rintik hujan saja <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>2. Cari informasi transportasi dengan baik.</strong></em><br />
Transportasi dari kota Ambon ke Masohi agak lancar dengan kapal cepat dua kali sehari pagi dan sore, sedikit kesulitan tranportasi saat rute Masohi &#8211; Sawai dan rute Masohi &#8211; Saka &#8211; Sawai sebaiknya transportasi sudah siap ketika anda masih berada di kota Ambon, sehingga saat sampai di Masohi anda tidak perlu pusing untuk tawar menawar mobil menuju Sawai ataupun Saka, jika anda mengambil rute ke Saka, maka pastikan dari pihak penginapan sudah mengetahui kedatangan anda dan mereka bisa menjemput/menunggu anda di Saka.<br />
Dan paling penting, jika anda menggunakan mobil negosiasikan sekaligus transportas penjemputan sehingga anda tidak sibuk saat pulang untuk mencari transportasi lagi. Jangan lupa untuk meminta nomor telp si Supir untuk menjalin komunikasi.</p>
<p><em><strong>3. Sebaiknya hari pertama </strong></em>tiba rencanakan untuk beristrahat dan mengenali daerah sekitar penginapan sehingga anda dapat santai dan benar2 menikmati suasana.</p>
<p><strong><em>4. Hari kedua</em></strong> &amp; seterusnya silahkan nikmat paket tour-tour yang anda pilih, sesuaikan waktunya agar anda dapat beristrahat dengan baik.</p>
<p><em><strong>5. Sinyal yang ada di Sawai </strong></em>&amp; sekitarnya masih satu  operator yakni X*, sedangkan operator lainnya tidak ada, jadi pastikan  anda membeli kartu perdana untuk persiapan disana jika ada keperluan  penting.</p>
<p>apa lagi yah&#8230; engggggg&#8230; *ingat2* kalo mo kesana sekalian ajak aku biar jalan bareng2 hihiiihi *ditabok* *ngiler pengen balik lagi kesana* itu saja dulu semoga berguna.</p>
<p>Sebenarnya masih pengen share photo2 banyak lagi, tapi melihat kapasitas halaman yang kalo discrol udah panjang, jadi kapan2 di share lagi deh photo2 pemandangan sawai yang tak termuat di atas ini.. selamat menikmati&#8230;. #dihajarmassa</p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/' addthis:title='Sawai : Surga di sudut pulau Seram '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/05/sawai-surga-di-sudut-pulau-seram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>80</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huelee Arumbai*</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 14:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Arumbai]]></category>
		<category><![CDATA[Huele]]></category>
		<category><![CDATA[Tomma]]></category>
		<category><![CDATA[Ultah 2 Arumbai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=920</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa Tomma, Arumbai akan sepi dan kehilangan makna. Tanpa Tomma Arumbai hanyalah simbol kebanggaan dan harapan massa lalu.  Tatkala Tomma hanyalah bisikan dari mulut para Tanase dan Jurumudi. Maka saat itu juga arumbai menjadi onggokan kayu mati yang tertidur dibilik  paparisa di pinggiran-pinggiran pantai, meski masih terlihat dengan jelas,  hantaman gelombang pada ruas-ruas kayunya yang [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/' addthis:title='Huelee Arumbai* '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/04/master1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-930" title="master1" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/04/master1.jpg" alt="" width="425" height="199" /></a><span id="more-920"></span></p>
<p>Tanpa Tomma, Arumbai akan sepi dan kehilangan makna. Tanpa Tomma Arumbai hanyalah simbol kebanggaan dan harapan massa lalu.  Tatkala Tomma hanyalah bisikan dari mulut para Tanase dan Jurumudi. Maka saat itu juga arumbai menjadi onggokan kayu mati yang tertidur dibilik  paparisa di pinggiran-pinggiran pantai, meski masih terlihat dengan jelas,  hantaman gelombang pada ruas-ruas kayunya yang kokoh. Sisa-sisa keperkasaan itu hanya akan menjadi cerita ketika Tomma dilemparkan pada pohon-pohon beton disetiap Straat mata jalan. Karena Arumbai dan Tomma adalah dua kata yang tak bisa dipisahkan, saling menguatkan, saling mengisi, siang dan malam, hujan dan cerah. Lalu dari mereka tercipta ribuan mimpi dan cita-cita, dari kaki-kaki omba sampai gelombang besar ditengah lautan, dari kosong menjadi satu.</p>
<p>Arumbai adalah wadah harapan dan cita-cita semua anggota yang direkatkan pada tiap dindingnya. Arumbai adalah tempat setiap setiap &#8220;beta&#8221; dimusnahkan berganti &#8220;katong&#8221;, arumbai adalah tanah ini yang menhidupi setiap orang diatasnya. Dan  Tomma&#8230;. ah, entahlah terkadang saya merasa Tomma adalah sebuah kata yang sangat sakral, tomma seperti ikrar semangat orang Maluku untuk mengatakan dalam hati bahwa harapan itu selalu ada dan jangan putus asa &#8211; sedikit sempit &#8211; Tomma juga mungkin seperti bisikan angin yang memberimu kehangatan tentang rumah, pala, cengkeh, sagu dan &#8220;<em>Jangan takut, meski gelombang sebesar langit menghadang, meski arumbai ini hanyalah kayu yang direkatkan oleh pasak dan damar dari tanahmu.. jangan takut, lihatlah ke depan, lihatlah ke depan, disana harapan selalu ada untuk orang2 yang berani ditanah ini</em>&#8220;.</p>
<p>Tomma  itu hadir melengkapi setiap cita-cita yang telah diikrarkan dengan semangat dan keberanian pada arumbai. Tomma menjelma sebagai proses untuk meraih semua mimpi itu, teriakan tomma tidak hanya sekedar mengajak untuk berani melangkah terus ke depan menggapai cita-cita. Lebih.. tomma lebih dari itu kawan, Pada tiap teriakan Tomma di Arumbai akan diikuti dengan bunyi pukulan kayu didinding arumbai, bunyi ini mengisi ruang kosong tiap nada  ketukan dayung yang membentur pinggiran arumbai. Tomma mengisi tempat yang penuh cita-cita bernama arumbai dengan semangat untuk mencapai semuanya.</p>
<p>Lalu Huele&#8230; ah bagi aku, Arumbai Blogger belum sampai di huele dan tak akan pernah sampai selamanya, biarpun hari ini memasuki tahun ke-3 kami belum pantas untuk &#8220;Huele&#8221;. Meski sudah dewasa, berkumis, berjanggutpun kami tak akan pernah sampai di &#8220;Huele&#8221;, karena huele bukan milik kami Arumbai Blogger dan bukan pula milik para Tanase dan Jurumudi arumbai sekarang ini. Huele adalah karya peradaban yang dimiliki setiap orang dan yang pasti &#8220;Setiap generasi akan memiliki &#8220;huele&#8221; sendiri-sendiri sebagai tanda mata yang ditinggalkan bagi negeri ini&#8221;.</p>
<p>[Sudahkah ale bikin arumbai lalu tomma deng akhirnya huele par negeri ini sudara?]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">Kole kole arumbai kole…..<br />
Tana pati tana bara&#8230;.. arumbai kole….<br />
Kole kole arumbai kole…..<br />
Tiup angin ke utara….. arumbai kole….<br />
Manise manise su talalu manise<br />
Sama santan dengan gula su talalu manise.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Maluku Blogger Community<br />
Paparisa<br />
Beta Blogger Maluku<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
Lalu<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong>Arumbai</strong></span><br />
<span style="color: #ff0000;"><strong> Komunitas Blogger Maluku</strong></span><br />
<span style="color: #ff0000;"><strong>Selamat Ulang Tahun ke-2 </strong></span><br />
.<br />
Horomate!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: left;"><em>*Huele : sebuah istilah dari bahasa tanah di Seram Selatan untuk menggambarkan teriakan penuh suka cita dan kegembiraan ketika berhasil mencapai kemenangan/tujuan.</em></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/' addthis:title='Huelee Arumbai* '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/04/huelee-arumbai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan &#8220;Kerus*han Ambon&#8221; di Google</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 17:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Manise]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandangan Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Lenso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[Kota yang terkenal dengan nama Ambon Manise dari atas Gunung Nona 12 Tahun lalu tragedi kemanusiaan telah memporak-porandakan Kota Ambon, namun tidak hanya kota kecil ini hampir keseluruhan Propinsi di Maluku kena imbas dari kerus*han itu. Tragedi itu tidak hanya tertanam dan melukai benak dan hati orang Maluku, tapi boleh tanyakan kepada setiap orang Indonesia [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/' addthis:title='Melawan &#8220;Kerus*han Ambon&#8221; di Google '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/ambon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-882" title="ambon" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/ambon.jpg" alt="" width="536" height="293" /></a><br />
Kota yang terkenal dengan nama Ambon Manise dari atas Gunung Nona</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-880"></span></p>
<p>12 Tahun lalu tragedi kemanusiaan telah memporak-porandakan Kota Ambon, namun tidak hanya kota kecil ini hampir keseluruhan Propinsi di Maluku kena imbas dari kerus*han itu. Tragedi itu tidak hanya tertanam dan melukai benak dan hati orang Maluku, tapi boleh tanyakan kepada setiap orang Indonesia tentang Ambon atau Maluku, maka yang teringat adalah kerus*han tersebut. Tak terhindari, cap sebagai daerah yang tak pernah &#8220;Aman&#8221;, Daerah yang identik dengan kerus*han, daerah yang&#8230; ah berderet2 lah, barometer berita terbesar sudah pasti Media, karena media *maaf* mungkin lebih banyak menyoroti tentang &#8220;kerus*han&#8221; dan hal-hal kekerasan tentang Kota Ambon ini.</p>
<p>Tapi saya percaya, tidak semua orang percaya hal diatas, banyak orang yang percaya Ambon itu lebih indah seperti dulu, seperti Pulau Banda yang masih dan akan terus terkenal sampai kiamat (semoga) dan tempat2 lain yang tak kalah indahnya. Dan dengan pemahaman yang lebih jauh lagi, Insya Allah, stempel tentang &#8220;kerus*han&#8221; daerah yang tak Aman akan hilang dengan sendirinya, orang ambon akan menunjukkan kepada dunia tentang arti &#8220;Ambon Manise&#8221; itu. Yang dulu takut ke Ambon karena takut, maka sekarang udah pasti tidak bisa tidur karena belom menginjakkan kaki dan menhirup udara Ambon.</p>
<p>Nah berhubungan dengan diatas, saya sampai sekarang masih sedih jika melakukan pencarian di Google, <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' />  baik diweb atau dengan metode Image dengan Keyword : &#8220;Ambon&#8221;, bagaimana tidak pada pencarian di google web atau image masih ada web-web yang berisi konten &#8220;kerus*han&#8221; nongol di halaman 1 sampai seterusnya, tak banyak memang, tapi sudah cukup untuk memberikan gambaran bahwa Ambon masih berbau kekerasan. Tapi hal itu tidak termasuk ketika melakukan pencarian dengan keyword &#8220;Maluku&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-887" title="Untitled-2" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-2.jpg" alt="" width="543" height="400" /></a><br />
<em>Hasil Pencarian &#8220;Ambon&#8221; dengan Google Web</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-881" title="Untitled-1" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/Untitled-1.jpg" alt="" width="518" height="380" /></a><br />
<em>Hasil Pencarian &#8220;Ambon&#8221; dengan Google Image</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
<p>Para permain CEO pasti mengerti mengenai metode pencarian di mesin Google, hukum tentang sebuah web untuk tetap nangkring di pejwan google seperti Lokasi, Frekwensi dari Meta Keyword, Link, Click Through, dan lain-lain pasti dipahami dengan baik. Dengan teknik begitu pula maka bisa dipahami jika selama 8 tahun konten-konten berisi &#8220;kerus*han Ambon&#8221; &#8220;Tragedi Ambon&#8221; membanjiri internet. Maka jangan heran jika tanda-tanda kerus*han itu masih ada di Google web ataupun google image.</p>
<p>Ini adalah tantangan dan tugas semua orang Maluku yang mengerti dan memahami Internet untuk melawan &#8220;kerus*han Ambon* menghilangkan dan mendorong semua hal tentang &#8220;kerus*han &amp; tragedi&#8221; itu ke halaman paling akhir di Google, sehingga yang nampang di halaman pertama google adalah konten2 positif tentang Ambon/Maluku saja untuk melawan kerus*han itu di dunia maya, bukankah di dunia nyata saja kita mampu untuk melawan dan melupakan tragedi yang telah memberikan pelajaran bagi kita? bahkan provokator-provokator yang masih berkeliaran disekitar kita pun mulai kecapekan untuk menghasut orang-orang Maluku agar kembali ke tragedi itu, itu adalah kemenangan terbesar kita dan sekarang mari kita mengalihkan pandangan itu ke dunia internet, pertama dan sudah pasti ke Google, karena dia kalo boleh dibilang Tuhan di internet sekarang ini. Bagaimana caranya ? <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /><br />
<em><strong>1. Buat blog, inget blog! bukan facebook!</strong></em><br />
buatlah sebuah blog, dimana saja entah dagdigdug, blogdetik, kompasiana, blogspot, wordpress ataupun politikana. dll. lalu tulislah hal-hal yang positif tentang Maluku/Ambon. Kenapa tidak facebook? karena sampai saat ini, setau sayah artikel2 yang ada di facebook, photo-photo dan apapun konten yang ada di Facebook tak di index sama google atau mesin pencari.<br />
<em><strong>2. Masukkan gambar tentang Ambon</strong></em>, tak perlu dari kamera yang bagus, Hp, pocket, scan, bahkan lukisan sendiri pun tak apalah yang penting adalah gambar-gambar tidak termasuk dalam kekerasan atau pun tentang hal-hal negatif.<br />
<em><strong>3. Beri judul yang ada kata-kata &#8220;Ambon, Ambon Manise, Maluku&#8221; dll</strong></em>.<br />
<em><strong>4. Buat kategori : Ambon, Kota Ambon, Maluku. dll.</strong></em><br />
<em><strong>5. Buat Tag : Ambon, Kota Ambon, Maluku, dll.</strong></em><br />
<em><strong>6. Bagaimana dengan twitter? </strong></em> bisa juga lewat twitter, tapi yang paling efektif adalah dengan Blog, karena dengan blog bisa ditampung segalanya, lagian twit kalo ga salah pada angka twit kesekian telah terhapus, sedang blog bisa permanen selamanya. (bagi yang gratisan) kalo yang berbayar maka berdoalah yang punya blog selalu punya duit untuk terus membayar blognya kayak saya begini *halah*<br />
</strong></em></p>
<p>Percayalah! Poin 3 sampai 5 sangat berpengaruh sekali dengan hasil pencarian, apalagi judul sebuah posting sangat cepat sekali di Index oleh google dan siapa tau blog atau situs anda menjadi nongol di halaman 1 google untuk keyword &#8220;Ambon&#8221;.</p>
<p>Dan sebenarnya setelah menulis semua sampai di poin2 ini, saya pun baru sadar bahwa dengan menuliskan kata &#8220;kerusuhan&#8221; ambon secara lengkap begini, membuat saya termasuk dalam salah satu penyumbang terbesar hasil pencarian google itu. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />  *getok kepala sendiri* jadi mulai dari posting ini , setiap kata kerusuhan akan diganti dengan &#8220;kerus*han Ambon&#8221; sehingga mesin pencari google kebingunan untuk nyari dan hanya me-index kata &#8220;ambon&#8221; *tertawa licik* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seiring dengan hal itu, para pembaca yang terhormat dimana saja *halah belaga kayak pembacanya ribuan orang* <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  mohon dimaafkan juga kalo sayah sering mengupload gambar banyak-banyak dan menempatkannya memenuhi halaman tanpa menggunakan plugin photo gallery, karena hanya ingin lebih banyak lagi memasukkan konten2 positif tentang Ambon dan keindahannya diinternet, serta mendorong kerus*han kehalaman penutup dari mesin pencari Google dengan keyword &#8220;Ambon&#8221; <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Bukankah Ambon itu Indah?</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/morella.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-891" title="morella" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/morella.jpg" alt="" width="530" height="353" /></a><br />
<em>&#8220;Mandi aer masing&#8221; Lokasi : Desa Morella Pulau Ambon Foto : Mas Adryan</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/pattimura-patung.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-892" title="pattimura patung" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/pattimura-patung.jpg" alt="" width="538" height="358" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Sebuah Sudut di Pattimura Park Photo By Mas Adrian</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/christina.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-893" title="christina" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/christina.jpg" alt="" width="525" height="350" /></a><br />
<em>Christina Tetelepta si Nona Ambon dengan konde bunga rong &amp; baju kabaya menari tari lenso Photo by Mas Adryan.</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/senja.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-894" title="senja" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/senja.jpg" alt="" width="535" height="336" /></a><br />
<em>Langit Senja dari Tanjung Batumerah Kota Ambon. Manis ga? Photo by Almascatie</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/183948_10150116639324015_642504014_6321151_2637961_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-895" title="183948_10150116639324015_642504014_6321151_2637961_n" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/183948_10150116639324015_642504014_6321151_2637961_n.jpg" alt="" width="540" height="373" /></a><br />
<em>&#8220;Pattimura Muda&#8221; senja suatu hari di Pattimura Park, Kota Ambon</em>Photo by Almascatie</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/180579_10150098901519015_642504014_6123284_3069003_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-899" title="180579_10150098901519015_642504014_6123284_3069003_n" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/180579_10150098901519015_642504014_6123284_3069003_n.jpg" alt="" width="450" height="325" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Menangkap Matahari Desa Tenga-tenga, Pulau Ambon Photo By Almascatie</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/gadis-bali.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-896" title="gadis bali" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2011/03/gadis-bali.jpg" alt="" width="198" height="126" /></a><em>Terakhir photo nona-nona Ambon.. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' />  photo by mas adryan</em></p>
<p>*dikeplak* itu bukan nona Ambon, itu Nona-nona asal Bali yang tinggal di Ambon sedang merayakan Nyepi di Kota Ambon kemarin. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/' addthis:title='Melawan &#8220;Kerus*han Ambon&#8221; di Google '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/03/melawan-kerushan-ambon-di-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambon Behind The Scene</title>
		<link>http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 17:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Orang gila yang berbaring &#8220;menikmati&#8221; indahnya kota. Lokasi : Pertokoan Simpang Photo : Alvin Lee Hahuly Ambon memang indah, tak akan ada yang meragukan itu, tapi seperti dua sisi kehidupan selalu ada sesuatu yang lain dibalik keindahan itu, silahkan dinikmati&#8230; &#160; Untitled Lokasi : Jln. Am. Sangadji Photo : Ktutardika J Seorang anak kecil di [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/' addthis:title='Ambon Behind The Scene '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/16.jpg" alt="" width="338" height="450" /><br />
<em> Orang gila yang berbaring &#8220;menikmati&#8221; indahnya kota.</em><br />
Lokasi : Pertokoan Simpang<br />
Photo : Alvin Lee Hahuly</p>
<p>Ambon memang indah, tak akan ada yang meragukan itu, tapi seperti dua   sisi kehidupan selalu ada sesuatu yang lain dibalik keindahan itu,   silahkan dinikmati&#8230;</p>
<p><span id="more-871"></span></p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/12.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em> Untitled</em><br />
Lokasi : Jln. Am. Sangadji<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg" alt="" width="450" height="299" /><br />
<em> Seorang anak kecil di pertokoan dekat Ambon Plaza .</em><br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/11.jpg" alt="" width="450" height="299" /><br />
<em>Tiga sekawan orang gila</em><br />
[yg berdiri pake baju putih ga tau gila apa ga]<br />
Lokasi : Pertokoan Simpang<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/1.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em>Kasih Ibu.</em><br />
Lokasi : Jembatan Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/10.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em> PKL Mardika</em><br />
Lokasi : Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/8.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em> Tidur</em><br />
Lokasi : Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/7.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em>Sisa2 kerusuhan di gedung</em><br />
Lokasi : AY Patty, lrg Kopi<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/14.jpg" alt="" width="450" height="284" /><br />
<em>Aktivitas menjelang sore</em><br />
Lokasi : Pasar Lama<br />
Photo : Alvin Lee Hahuly</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/6.jpg" alt="" width="299" height="450" /><br />
<em>Sampah di Sungai dibelakang Swiss Bell Hotel Ambon.</em><br />
Photo : Ktutardika</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/3.jpg" alt="" width="299" height="450" /><br />
<em>Dilarang buang sampah disini</em>.<br />
Lokasi : Mardika<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/2.jpg" alt="" width="299" height="450" /><br />
<em> Sampah Plastik untuk teluk Ambon.</em><br />
Lokasi : Belakang Pasar Lama<br />
Photo : Ktutardika J</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://almascatie.files.wordpress.com/2011/03/19.jpg" alt="" width="450" height="305" /><br />
<em>Pesan Rahasia</em><br />
Lokasi : Pasar Lama<br />
Photo : Chyntia Tehuayo</p>
<p style="text-align: left;">Sebuah Photo yang paling aku suka saat jalan ama teman2 dari Maluku  Photo Club belajar Street Photography yang dijepret oleh Chyntia  Tehuayo. kira2 pesan didinding dapat terbaca seperti ini : S<em>arita ose pung potong kuku satu ilang, barang suri yang kasih ilang se pung&#8230;..*teks seng jelas*, Ose pung mama ada pergi ka ambon [?]&#8230; Dilarang membuang sampah disekitar sini. Harus jaga kebersihan.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>*notes : masih comot sama photo teman2, photoku belom layak muat rupanya ut edisi street photography begini <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *<br />
</em></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/' addthis:title='Ambon Behind The Scene '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2011/03/ambon-behind-the-scene/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puritan : Provokatif Untuk Maluku</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/10/puritan-profokatif-untuk-maluku/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/10/puritan-profokatif-untuk-maluku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 19:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Tana]]></category>
		<category><![CDATA[Kapata]]></category>
		<category><![CDATA[Lirik Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Hiphop]]></category>
		<category><![CDATA[MHC]]></category>
		<category><![CDATA[Mp3]]></category>
		<category><![CDATA[NusaIna]]></category>
		<category><![CDATA[Puritan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;dengan Puritan, kami ingin kembali pada kemurnian hidup sebagai manusia Maluku yang sejati.,” Lagu &#8220;Puritan&#8221; dari Morika dan Frans adalah lagu yang pernah Saya dengarkan pada saat acara pencarian Amal &#8220;Save Alicia&#8221; di Pantai Natsepa beberapa waktu lalu, mendengar irama dan mengikuti bait demi bait yang dilantunkan, jujur Saya sangat terpesona dengan bait-bait yang berima, [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/puritan-profokatif-untuk-maluku/' addthis:title='Puritan : Provokatif Untuk Maluku '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>&#8220;dengan Puritan, kami ingin kembali pada kemurnian hidup sebagai manusia Maluku yang sejati.,”</strong></p></blockquote>
<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/alifuru-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-655" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/alifuru-2.jpg" alt="" width="257" height="400" /></a></p>
<p><span id="more-649"></span></p>
<p>Lagu &#8220;Puritan&#8221; dari Morika dan Frans adalah lagu yang pernah Saya dengarkan pada saat acara pencarian Amal &#8220;Save Alicia&#8221; di Pantai Natsepa beberapa waktu lalu, mendengar irama dan mengikuti bait demi bait yang dilantunkan, jujur Saya sangat terpesona dengan bait-bait yang berima, pola budaya &#8220;<em>Kapata</em>&#8221; yang muncul hingga saat pada <em>refrain </em>lagu, Saya tersentak, mereka &#8211; MHC, The Embal&#8217;s dan semua orang &#8211; melompat-lompat sambil berteriak penuh semangat &#8220;Lawamena! Resi-resi o.. Nunusaku! Resi-resi o.</p>
<p>Setelah acara amal itu selesai, saya pun bertanya-tanya tentang lagu itu lewat obrolan2 ringan dengan mereka tentang lagu itu, &#8220;<em>Lagu ini baru jadi sa, masih balom sempat rekaman lai e, sound card ada rusak</em>&#8221; begitu jawaban yang aku terima. Waktu pun berlalu, saya pun sempat melupakan tentang lagu ini, dan tiba-tiba saya terkejut ketika lagu yang membuat penasaran ini dijadikan Tema diskusi oleh para musisi, penyanyi dan penyair yang berasal dari berbagai komunitas diantaranya Komunitas Hip-hop, Jazz, Reggae dan Komunitas Bengkel Sastra Maluku yang berlansung di Paparisa Maluku HipHop Community dikawasan Aer Salobar karena dianggap sangat bermakna bagi anak-anak muda Maluku dan terdapat pesan-pesan bijak dalam budaya kapata2 Maluku.</p>
<p>Bagi saya, ada banyak hal yang menarik dari lagu ini. Selain musik, yang tentunya sudah membuat diriku terpesona<em>*halah*</em>, menarik karena lirik yang digunakan pada lagu ini menggunakan Kapata Maluku sebagai kekuatan dalam tiap bait yang didendangkan, Kapata yang merupakan Penutur Sejarah Masyarakat Maluku, yang mengajarkan tentang Sang Pencipta, tentang Alam, tentang kehidupan sesama manusia dll,   yang pada jaman sekarang semakin terlupakan oleh sebagian besar masyarakat Maluku.</p>
<p>Dan lagu ini secara cerdik memasukkan kapata-kapata Adat yang sakral seperti &#8220;<em><strong>Sei hale hatu, hatu lisa pei, Sei lesi sou, sou lisa ei</strong></em>&#8221; atau bila diartikan sebagai &#8220;Barang Siapa mencoba membalikkan Batu, Maka Batu akan menindisnya, Barang siapa yang melanggar Sumpah, Sumpah akan membunuh dia&#8221;. kalimat ini adalah kalimat sakral yang diucapkan dalam pengukuhan Pela &#8211; Gandong, kalimat yang secara bebas dapat dipahami sebagai peringatan bagi sesama saudara &#8220;Gandong&#8221; ataupun &#8220;Pela&#8221; untuk selalu merasa mereka adalah saudara dari satu nenek Moyang &#8220;Alif Uru&#8221; dari Nusa Ina, yang melanggarnya akan menerima hukumannya.</p>
<p>Dan seperti dituturkan Morika tentang konsep lagu ini &#8220;<em>Lagu puritan ini  mengadopsi &#8220;kapata Lawamena&#8221; sebagai titik awal pemurnian Maluku saat  ini yang berarti manusia maluku juga patut belajar dari warisan dulu yg  sebenarnya kaya nasihat dan pengajaran yg baik</em>&#8220;.  apa itu Kapata Lawamena? Lawamena dalam <em>bahasa tana</em> dapat diartikan sebagai Tuhan Maha  Tinggi atau Sang pencipta yang menguasai langit dan bumi, <em>Upu Langite  dan Upu Lanite</em>. berawal dengan <em>Lawamena, </em>berserah diri  kepada Sang Pencipta, yang Maha Tinggi, Yang Menguasai Alam beserta  isinya untuk membangun Maluku lebih baik. Saat ini mungkin anak Maluku hanya mengenal &#8220;Lawa Mena Haulala&#8221; sebagai salah satu slogan kebanggaan Kodam Pattimura, Lawamena hanyalah menjadi kata-kata tanpa arti yang ditulis besar-besar tanpa tau artinya. &#8220;<em>Dan sudah pasti artinya pun akan berbias militer hehehehe</em>&#8221; lanjut Morika  dengan bercanda. <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagi sayah ini adalah konsep yang sangat hebat, bagaimana Beta, Ale, Katong, Kamong samua dan Pemuda Maluku menilai diri sendiri untuk menghadapi tantangan masa depan, ini bukan soal kembali kepada Jaman dulu, tapi bagaimana belajar orang &#8220;<em>tatua</em>&#8221; mensikapi hidup, yang mewariskan nilai-nilai moral dan kebijakan-kebijakan yang dapat kita lihat, jaga, dan hidup didalamnya sampai sekarang di Bumi Maluku ini. Seperti tradisi <em>Basudara </em>&#8220;<em>Gandong</em>&#8221; untuk menjaga ikatan persaudaraan anak cucu <em>Alif Uru, </em>yang menyebar kepulauan Maluku. &#8220;<em>Pela</em>&#8221; sebuah tradisi mengangkat saudara antar kampung/Desa yang tidak berhubungan <em>Gandong </em>sehingga rasa persaudaraan sesama warga antar desamakin terjaga, Tradisi Adat &#8220;Sasi&#8221;  sebagai bentuk penghormatan terhadap Alam dengan menjaganya, tidak mengambil secara berlebihan. Juga konsep kepemimpinan ala  <a href="http://almascatie.wordpress.com/2008/02/24/upulatu-dan-sebait-kisah-tragis/">&#8220;Upulatu dan Inalatu&#8221;</a> sebagai teladan bagi seluruh Masyarakat Maluku.</p>
<p>Lirik lagu &#8220;<em><strong>Puritan</strong></em>&#8221;</p>
<p><em>Apa itu Maluku ? Apa itu satu ?<br />
Apa Nunusaku ? Apa hati batu ?<br />
Apalai guling sudara bikin jatu<br />
Pica sambilang lima jadi sapuluh satu</em></p>
<p><em>Dari bermula tolak sekolah<br />
Sambunyi hidop bae, macam deng lola<br />
Merdu game-game panggil para maueng<br />
Lebe parcaya orang laeng buang tali kaeng</em></p>
<p><em>Pameri jalang bikin bae par maraya nae<br />
Sapa yang mo nae lae kele nae bikin bae<br />
Bikin bae jang tarbae jangang bikin rusak<br />
Kalo laeng deng laeng su bikin gae</em></p>
<p><em>Sei hale hatu, hatu lisa pei<br />
Sei lesi sou, sou lisa ei<br />
Sapa bale batu, batu gepe dia<br />
Sapa langgar sumpah, sumpa bunu dia</em></p>
<p><em>(Chorus )<br />
Lawamena ! Resi-resi o<br />
Lounusa ! Resi-resi o<br />
Lawamena ! Resi-resi o<br />
Lounusa ! Resi-resi o</em></p>
<p><em>Pata Siwa, Pata Lima<br />
Siwalima akang ada bukang par cuma-cuma<br />
Dolo akang rasa, sakarang seng sama<br />
Lupa siwa lima, lupa ina ama</em></p>
<p><em>Donci kas hidop hati barsi yang su mati<br />
Bacari-cari arti kas nae poro kamboti<br />
Ba lur kiri kanang simpan dalang tangan<br />
Tar mau tau loko babuang sagu satumang</em></p>
<p><em>Rabe biji mata, buka la lia<br />
Tar bisa ilang malakat batu deng bia<br />
Lalu kanapa ? La ada apa ?<br />
Sungsang sandiri seng mau tau sapa-sapa</em></p>
<p><em>La bataria leka, heka-leka<br />
Bunu lahir baru suka ganti duka<br />
Moyang bataria samua sia-sia<br />
Lebe bae Nunusaku ilang dari dunia</em></p>
<p><strong><em>Dan jika di Indonesiakan secara Bebas cem beginilah kira-kira </em></strong><em></em><br />
<em>Apa itu Maluku ? Apa itu satu ?<br />
Apa Nunusaku ? Apa hati batu ?<br />
Apalagi menggulingkan Saudara buat jatuh<br />
Pecahkan Sembinlan lima jadi sepuluh satu</em></p>
<p><em>Dari awal berangkat sekolah<br />
Menyembunyikan hidup seperti Lola<br />
Merdu melambai memanggil para maueng<br />
Lebih percaya dengan orang lain lalu melempar tali kain</em></p>
<p><em>Bersihkan jalan untuk merayap naik<br />
Siapa yang ingin naik, peluklah ajak naik dengan baik<br />
Berbuatlah baik jangan tidak baik, jangan bikin rusak<br />
Kalau orang lain dengan lainnya sudah saling menggaet</em></p>
<p><em>Sei hale hatu, hatu lisa pei<br />
Sei lesi sou, sou lisa ei<br />
Siapa membalikkan batu, batu menindis dia<br />
Siapa melanggar sumpah, sumpah akan membunuh dia</em></p>
<p><em>(Chorus )<br />
Tuhan Maha Tinggi, Jangan dilanggar, melanggar Binasa!<br />
Tanah pusaka, Jangan dilanggar, melanggar Binasa!<br />
Tuhan Maha Tinggi, Jangan dilanggar, melanggar Binasa!<br />
Tanah pusaka, Jangan dilanggar, melanggar Binasa!<br />
</em></p>
<p><em>Pata Siwa, Pata Lima<br />
Siwalima hadir bukan karena percuma<br />
Dulu mempunyai manfaat sekarang juga tetap sama<br />
Lupa Siwa Lima, lupa Ibu Bapak</em></p>
<p><em>Lagu tentang hidup, membersihkan hati sudah mati<br />
Mencari-cari arti hanya untuk membesarkan perut<br />
Mengintip kiri kanan lalu menyimpan didalam tangan<br />
Tidak mau tahu, membuang Satu Sagu tumang</em></p>
<p><em>Bukalah mata lebar-lebar, buka lalu lihat<br />
Tak akan bisa hilang malaikat, batu dan Bia<br />
Lalu kenapa ? ada apa ?<br />
Jungkir balik sendiri tapi tak mau tau apapun</em></p>
<p><em>Lalu berteriak besar-besar<br />
Membunuh yang lahir baru suka akan berganti duka<br />
Moyang berteriak namun semua hanya sia-sia<br />
Lebih baik Nunusaku ilang dari dunia</em></p>
<p><em>Lirik : Morika Tetelepta &amp; Franz Hayaka Nendissa<br />
<a href="http://mollukahiphop.com/">(Grup  Sageru From Molluca HipHop Community)</a></em></p>
<p>&#8220;<em>Lagu ini dibilang provokatif sebab tujuannya supaya orang muda  (dan tua kalo mungkin) yang mendengar lagu ini mau mencari arti dibalik  metafora dan kalimat-kalimat bahasa tanah yg katong pakai. sehingga  secara  tdk langung mereka juga belajar sedikit tentang bahasa tanah dan kapata</em>&#8220;.   Tutur Morika.  Bentuk provokasi yang baik, provokasi untuk lebih  membangun diri sendiri, lingkungan, Maluku dan mungkin saja Indonesia?  kenapa tidak&#8230; <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi Sudahkah anda terprovokasi untuk belajar tentang Negerimu, Negeri para Raja dan Kapitan? begitu banyak pelajaran tentang makna dalam setiap kebijakan Lokal, kapata-kapata dan nilai-nilai moral yang diwariskan kepada kita namun ditinggalkan, kebijakan-kebijakan Negeri Maluku yang mulai punah diterjang budaya modern, dilupakan dan dianggap usang. Bagaimana kita dapat bangga sebagai orang Maluku, orang Ambon sedangkan kita sendiri terlunta-lunta mengenal <em>diri kita sendiri&#8230;!!</em></p>
<p><em><strong>Horomate!</strong></em></p>
<p>#mau dengar dan dapatkan Mp3-Nya? berdoalah biar mereka cepat2 merekamnya, karena masih dinyanyikan dari panggung ke panggung sih&#8230; <img src='http://almascatie.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/puritan-profokatif-untuk-maluku/' addthis:title='Puritan : Provokatif Untuk Maluku '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/10/puritan-profokatif-untuk-maluku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 18:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahal]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[karena &#8220;aman&#8221; adalah bahasa uang, maka keamanan adalah kata sakti yang harus dipungut demi remah-remah pembangunan yang masih tak juga adil&#8230; Permasalahan keamanan negeri ini adalah salah satu isyu yang paling mendasar, mengalahkan kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, korupsi, kolusi, nepotisme pendidikan dan lain-lain, isyu keamanan menjadi sedemikian penting ketika berhadap-hadapan dengan dunia luar, bagaimana momok RMS [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/' addthis:title='Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/save.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-193" title="save" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/10/save-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a></p>
<blockquote><p><strong><em>karena &#8220;aman&#8221; adalah bahasa uang, maka keamanan adalah kata sakti yang harus dipungut demi remah-remah pembangunan yang masih tak juga adil&#8230;</em></strong></p></blockquote>
<p><span id="more-170"></span>Permasalahan keamanan negeri ini adalah salah satu isyu yang paling mendasar, mengalahkan kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, korupsi, kolusi, nepotisme pendidikan dan lain-lain, isyu keamanan menjadi sedemikian penting ketika berhadap-hadapan dengan dunia luar, bagaimana momok RMS masih dijadikan bahaya Laten yang menghantui rakyat maluku bertahun-tahun tiada habisnya, bagaimana konflik-konflik antar pemuda yang mungkin dapat terjadi dimana saja, menjadi headline berita yang dengan pengaruh media massa menjadikan citra ketidak amanan, bagaimana konflik antar desa yang berjalan bertahun-tahun bahkan tidak hanya bertahun-tahun tapi sudah memakan ratusan tahun tidak pernah terselesaikan.</p>
<p>Ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar bahwa apa yang salah dari &#8220;keamanan negeri ini&#8221;, bagaimana kami orang maluku dapat bertahan hidup dalam suasana penuh ketidak amanan, bagaimana kami bisa hidup dalam negeri yang setiap saat dapat terjadi perkelahian, kerusuhan dll seperti yang ditulis dan dibaca oleh media masa.  Ataukah orang maluku yang sejak dulu terkenal keras sudah tak bisa membuat aman daerahnya sendiri.</p>
<p>Bagi saya, masalah keamanan hanyalah tergantung dari sudut pandang, bagaimana anda melihat kami rakyat maluku, bagaimana anda menilai diri kami apakah sebagai yang tertera di lembar-lembar media ataukah anda ingin melihat kami sebagai manusia. Sebagai contoh tawuran antar pemuda dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan itu tidak terbatas di Maluku, di tempat anda pun dapat terjadi, di Jakarta, tawuran antar pelajar bisa setiap bulan terjadi, perkelahian apapun dapat terjadi. tapi di Maluku hal itu dapat menjadi berita besar, ada seorang teman yang dulu pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap media, &#8220;Aku malah tahu perkelahian yg berjarak beberap meter dari Rumahku itu dari berita di TV&#8221; begitu cepatnya media mem-<em>blow up</em> semuanya sehingga stigma kekerasan semakin melekat pada diri orang maluku.</p>
<p>Tapi, mungkin menyalahkan media dalam hal ini sangatlah tidak tepat, persoalan-persoalan kekerasan diMaluku yang dijadikan headline berita nasional, sehingga hadir stigma ketidak amanan itu bukan salah wartawan, ini adalah kesalahan berjamaah semua orang, Pemerintah, Aparat yang berwenang pun turut Andil dalam membuat lingkaran kekerasan ini, ketika jaman Soeharto saat sayah masih kecil, tingkat kekerasan yang terjadi  bagi sayah hampir sama dengan sekarang, cuma mungkin saat itu bagaimana mereka meredam konflik yang terjadi sehingga tidak meluas dan menjadi komsumsi publik.  Walaupun itu bukan kondisi ideal setidaknya kita bisa belajar untuk lebih mengelola setiap masalah.</p>
<p>Kondisi ini mengakibatkan timbul kesan bahwa pemerintah sengaja untuk terus membiarkan konflik-konflik laten dalam masyarakat itu berlansung, kesan tersebut muncul setelah setiap permasalahan selalu berulang-ulang walaupun sudah diupayakan perdamaian oleh pemerintah, hal-hal yang berkaitan dengan konflik hanyalah di ulik pada permukaan sahaja tanpa menyentuh akar masalah apapaun, sehingga jika pada saat ini konflik itu muncul dan dapat didamaikan hal itu tidak dapat menjadi jaminan bahwa tidak akan terjadi kembali.</p>
<p>Negeri ini seperti sedang dipermainkan oleh<em> invisible hand</em> yang tidak menginginkan setiap tidur rakyat maluku tidak nyenyak, entah untuk kepentingan siapa, Rakyat maluku seperti hidup diantara dua kutub ekstrem. Disatu sisi, tengoklah kehidupan mereka yang aman dan damai, konflik apapun yang terjadi tidak membuat goyah. Banyak hal yang lebih penting dari pada hanya sekedar mengurus masalah lain, korupsi, pendidikan yang semakin mahal, transportasi yang tidak becus, ketimpangan ekonomi dan lain-lain. Hal-hal ini yang hanya dibicarakan dan menjadi janji manis politikus untuk perbaikan kedepan. Di sudut lain, rakyat Maluku dibombardir dengan segala stigma yang mencoreng daerah ini dari setiap sudutnya dan sengaja melupakan apa yang Rakyat Maluku inginkan.</p>
<p>Semoga negeri ini tidak sedang dipaksa untuk terus memberikan jalan, membuka lebar setiap pintu rumah untuk dapat dimasuki oleh orang lain, dipaksa untuk membuat aman &#8220;kintal-kintal&#8221; rumahnya dan membiarkan nya dieksploitasi oleh orang lain, kekayaan negeri ini dicabut untuk dinikmati oleh orang lain dan kami terpaksa mengais sisa-sisa <em>ampas sagu dari mata air</em>.</p>
<h4><em>Maluku kembali manis keadaan yang seperti ini yang harus dijaga  sampai selamanya tak ada lagi acang deng obet, kami anak maluku manusia  maluku yang otentiki yang membangun kemalukuan kami ditengah  porak-porandanya reruntuhan.</em><em>(“Ketika Badai Pergi” Smerlap, Marvia, ‘Zabin N Morika MHC)</em></h4>
<address>[Photo  : "From Jailolo Bay Festival" | Asepp Yusuf Tazul Arifin | 2009]</address>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/' addthis:title='Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/10/maluku-mahalnya-sebuah-rasa-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Molluka HipHop Community</title>
		<link>http://almascatie.com/2010/01/molluka-hiphop-community/</link>
		<comments>http://almascatie.com/2010/01/molluka-hiphop-community/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 18:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[HIP HOP]]></category>
		<category><![CDATA[Hip-Hop maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[MHC]]></category>
		<category><![CDATA[Molluka Hip Hop Community]]></category>
		<category><![CDATA[MP3 Download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almascatie.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Maluku kembali manis keadaan yang seperti ini yang harus dijaga sampai selamanya tak ada lagi acang deng obet, kami anak maluku manusia maluku yang otentiki yang membangun kemalukuan kami ditengah porak-porandanya reruntuhan. (&#8220;Ketika Badai Pergi&#8221; Smerlap, Marvia, &#8216;Zabin N Morika MHC) Lirik pembuka &#8220;Ketika Badai Pergi&#8221; yang didedikasikan untuk mengenang kembali peristiwa kelam Maluku 10 [...]<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/01/molluka-hiphop-community/' addthis:title='Molluka HipHop Community '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/01/mhc.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-88" title="Molukka Hip Hop Community" src="http://almascatie.com/wp-content/uploads/2010/01/mhc-300x192.png" alt="" width="300" height="192" /></a></p>
<h4><em>Maluku kembali manis keadaan yang seperti ini yang harus dijaga sampai selamanya tak ada lagi acang deng obet, kami anak maluku manusia maluku yang otentiki yang membangun kemalukuan kami ditengah porak-porandanya reruntuhan. </em></h4>
<p><em>(&#8220;Ketika Badai Pergi&#8221; Smerlap, Marvia, &#8216;Zabin N Morika MHC)</em><span id="more-97"></span></p>
<p>Lirik pembuka &#8220;Ketika Badai Pergi&#8221; yang didedikasikan untuk mengenang kembali peristiwa kelam Maluku 10 tahun silam, sebuah lagu yang diluncurkan sekaligus bertepatan dengan perayaan Gong Perdamaian di Maluku, sebuah lagu berirama HIP-HOP yang bisa dianggap sebagai  corong untuk teriakan hati anak negeri ini.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: center;"><a title="cover by almascatie, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/7441658@N03/4278668846/"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2772/4278668846_94d0540f0c_o.jpg" alt="cover" width="221" height="257" /></a>Logo MOLUKKA HIPHOP COMMUNITY</p>
<p style="text-align: justify;">MHC merupakan sebuah komunitas lintas batas bagi siapa saja yang  mencintai Maluku &amp; HipHop, anggotanya yang tersebar di beberapa kota di Indonesia membentuk grup-grup hiphop sendiri yang secara mandiri mengeluarkan lagu-lagu mereka dan dishare secara gratis melalui internet, selain grup-grup yang sudah dibentuk seperti <a href="http://www.reverbnation.com/thebakutumbu">The Bakutumbu</a> (Jogjakarta), EightBall / 8Ball (Jogjakarta), Bakutumbu Clan (Jakarta), Karebounce (Jakarta) dan Sageru (Ambon) mereka pun merilis lagu-lagu entah bersolo karir maupun duet antar grup yang sudah terbentuk, bebas lepas dan tidak terlalu terikat. hal ini dapat dilihat pada Lagu &#8220;Maluku Panggel Pulang&#8221; sebuah lagu yang bercerita tentang kerinduan terhadap tanah maluku, yang digarap secara bersama oleh Ambonwhena (Belanda) Sageru, MHC Artis, Kreatifistas mereka dalam  menciptakan beat-beat sendiri, mereka pun secara inovatif membongkar ulang lagu-lagu yang lagi ngetop seperti &#8220;im yours&#8221;, &#8220;River Babylon&#8221;, dll, juga dengan ciamik lagu-lagu lama ambon seperti &#8220;Sio Mama&#8221; diarensemen ulang dan menelorkan lagu yang indah.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="sageru by almascatie, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/7441658@N03/4278678036/"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2748/4278678036_9b75064ace_o.jpg" alt="sageru" width="360" height="241" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Sageru &#8211; Salah Satu Grup HIP-HOP dari Maluku</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa persaudaraan, kekeluargaan, senasib dalam kebersamaan yang mereka bangun dan dijaga dapat kita lihat pada lagu &#8220;ketika Kami Kembali&#8221; sebuah lagu tentang kehangatan tanah Maluku, kehidupan bersaudara dan lagu ini pun patut diacungi jempol atas karya yang digarap keroyokan oleh 17 orang dalam &#8216;Satu beat Satu mic Satu darah&#8217; kata mereka, menghasilkan lagu yang penuh nuansa berbeda, perhatikan saja liriknya :</p>
<blockquote><p>Kembali kaki berpijak menyapa bumi siwalima<br />
Sekian waktu terpaut jauh lama terpisah<br />
Tersisa kisah yang dulu terlukis indah<br />
Memori itu selalu menyap a dengan sempurna<br />
Hidup basudara semangat satu darah<br />
Warnai hari bersahaja penuh etika<br />
Ini dinamika terus berlaku bahwa maluku tetap manis setiap waktu</p>
<p>Teringat Kehangatan persaudaraan<br />
Hingga kerinduan tanah maluku selalu ada<br />
Menghantarkan kaki menuju negeriku<br />
Bertemu saudara di maluku tercinta</p>
<p><em>(Ketika Kami Kembali :MHC)</em></p></blockquote>
<p>Album Maluku Island Vibes</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sekian lama tak menelorkan Album (atau sayah yang ga tau) kemunculan &#8220;Maluku Island Vibes&#8221; seperti air bagi para pecinta Hip-Hop Maluku untuk mengkoleksi lagu-lagu Hip-Hop terbaik maluku, Album ini bagi saya mungkin album terbesar lintas negara yang digabung menjadi satu album.  &#8220;<em>Dengan mengangkat hits seperti Maluku Panggil Pulang – Ambonwhena ft. Sageru &amp; Agil, Prod. By: Mo Charizma serta Satu Darah – Tanman. Sebuah album kompilasi yang dipersembahkan oleh rapper-rapper Maluku, produser-produser, serta penyanyi-penyanyi International dengan ao (originiel artiest): SAGERU / AMBONWHENA / 8BALL / THE BAKUTUMBU / TANMAN / MHC / Rogero dan banyak lagi. Lagu-lagu yang ada dalam album ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan pemuda Maluku dan nilai-nilai budaya Maluku.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" title="Maluku Vibes" src="http://farm3.static.flickr.com/2761/4277932961_997b8e946e.jpg" alt="" width="273" height="273" /><br />
<em>Semua artis dan penyanyi yang terlibat dalam album ini berasal dari berbagai pulau-pulau di Maluku, mereka dengan satu hati merasa bahwa mereka bersaudara dengan perlambangan tiga jari diangkat keatas sebagai perwakilan tiga kelompok besar pulau-pulau di Maluku (Utara, Lease, Tenggara jauh)</em>&#8220;. ALbum ini dapat di download disini <a href="http://www.4shared.com/file/185328687/2993ea79/VA_Molukka_Island_Vibes_vol1_2.html">&#8220;Maluku Island Vibes&#8221;</a><br />
Lagu-lagu di album ini diantaranya : Beta Berlayar Jauh / Arles Ft Ndee &amp; Ambonwhena, Maluku Panggil Pulang / Ambonwhena Ft. Sageru &amp; Agil, Sio Mama / 8Ball, Amper Kalalerang / MHC, Ketika Kita Kembali / MHC, Sopi Dari Molukka / The Baku Tumbu, Kajahatan / Ambonwhena Ft. The Baku Tumbu, Beta Cinta Ale &#8211; Ik Hou Van Jou (REMIX) / Agil Ft. Edeck, Rumble In The Jungle / Ambonwhena Ft. Furiuz Stylez, Nasehat Untuk HipHop Banci / Edeck, Pardidu / Idroezt Oncy Ft. Ececk. Dll.</p>
<p><a title="rapformasi3 by almascatie, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/7441658@N03/4278698420/"><img class="alignleft" src="http://farm3.static.flickr.com/2740/4278698420_1c04923220_o.png" alt="rapformasi3" width="300" height="301" /></a>Ada satu album Favoritku sendiri, sebuah album lama yang diluncurkan sekitar tahun 2006-2007, Album yang dilabeli &#8220;<a href="http://almascatie.multiply.com/music/item/1">RAPublik Molluka</a>&#8220;, album yang berisi 10 lagu ini setidaknya bagi aku sendiri mempunyai konsep yang cukup kuat, album yang dibuka dengan irama etnik dan teriakan penuh semangat ala Cakalele Maluku (intro) dan kemudian mengalir lagu-lagu yang sepertinya disusun berdasarkan rangkaian sebuah cerita dimulai dari Tabaos Voor Maluku, Chaotic Rhimec, Confession For Mollucas, Mangente Pesta, Panta Bensin, HIPHOP MALUKU, Mic Check dan Ambonnese Thug yang kemudian ditutup dengan manis dengan Outro seperti awalnya.</p>
<blockquote style="text-align: left;"><p>Forget dong bilang orang ambon lugu<br />
Philosophy like beta pung batang sagu<br />
Skill high like a sky maar katong tar balagu<br />
Rappin mulu seng gagu tar bisa dapa ganggu</p>
<p>****** **** sapa bilang ambon seng bisa<br />
Kas lahir playa so ale rasa beta rasa<br />
Thug life tiap hari katong su kanyang makang<br />
Lifestyle gangsta seng usa tanya akang <em>(Ambonnese Thug : 8ball Feat Morika)</em></p></blockquote>
<p><a title="egihbal by almascatie, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/7441658@N03/4279436562/"><img class="alignright" src="http://farm3.static.flickr.com/2715/4279436562_048ed4c062_o.jpg" alt="egihbal" width="87" height="238" /></a><br />
Album ini mampu menceritakan kondisi Maluku dewasa ini, dari kehidupan politik, nepotisme, korupsi dll kemudian kita diajak untuk menikmati gaya hidup anak muda maluku pada &#8216;mangente pesta&#8217; maupun &#8216;panta Bensin&#8217; namun tidak berhenti sampai disitu, mereka pun meneriakkan kemarahan, kegusaran dan ketidak puasan untuk memberikan kritik kepada siapapun dan cita-cita mereka lewat lagu-lagu mereka.</p>
<p><a title="ajpf by almascatie, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/7441658@N03/4277922735/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2679/4277922735_e3e4ef1191_o.jpg" alt="ajpf" width="319" height="172" /></a></p>
<p>MHC ketika manggung di Ambon Jazz Festival 2009</p>
<p>Seperti lirik-lirik yang disuarakan dan mungkin bisa aku bilang sebagai salah satu motto, filosofis atau apapun namanya yang membuat mereka berkumpul dalam sebuah komunitas yang mencintai lagu-lagu berirama HIP-HOP, melupakan segala perbedaan yang membuat mereka tersekat, melupakan perbedaan untuk membangun Maluku.</p>
<p>Maluku Satu Darah!!!</p>
<p><a href="http://almascatie.com/mhc-song-download/">[Silahkan Untuk Mendowload MP3 Lagu-lagu Lainnya disini]</a></p>
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://almascatie.com/2010/01/molluka-hiphop-community/' addthis:title='Molluka HipHop Community '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almascatie.com/2010/01/molluka-hiphop-community/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>76</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

